5 Hal Ini Lho, Yang Menjadi Pertimbangan Kita Harus Jadi Orang Baik!

Bagaimana ya bisa menjadi orang baik, terus penting gak sih? Anuu

Menjadi orang baik itu susah tidak sih? Kalau menanya ke saya, saya akan jawab menurut versi saya. Lalu saya katakan orang baik itu yang tidak melulu menyusahkan orang lain, Thats it!

Namun, pasti kita memiliki macam rupa definisi untuk mengekpresikan kata baik dan menjadi orang baik.

Dan pada dasarnya menjadi orang baik adalah proses yang tidak pernah selesai pada diri seorang manusia dalam dunia ini kan?

Jika cara yang paling gampang menjadi orang baik adalah menjalankan agama yang diyakininya dengan benar, dan menerapkannya sungguh-sungguh. Nah soal ini saja, pastilah banyak versi tindakan untuk memulainya kan? Ya penafisran soal agama lagi-lagi luas ya man!

Anuu.. banyak orang yang beranggapan. Kebaikan itu sendiri adalah suatu hal yang dilakukan dengan cinta dan kepeduliann yang dilakukan tanpa sadar.

Dan ada juga yang menafsirkan jika kebaikan adalah alat untuk mendapatkan manfaat lain terlebih pencitraan. Keduanya tadi ya bisa saja tersemat dalam tindakan kebaikan yang kita lihat atau orang lain rasakan.

Namun membicarakannya memang tak akan pernah habisnya, malah kita tak lekas menjadi orang baik untuk menjalankan kebaikan, dan keburu kiamat datang. Kan jadi runyam, mana lah bisa masuk surgah?

Kita akhiri saya presepsi kita tadi soal kebaikan, dan langsung mempraktekannya! Karena ada hal menarik lainnya yang bisa menjadi pertimbangan kita, jika menjadi orang baik itu bisa menyenangkan diri sendiri dan juga banyak orang lain kok.

Nah, ada penelitian yang mengungkapkan jika berbuat baik pada orang lain yang akhirnya membuat kita semua bahagia, dengan rasa bermurah hati dalam memahami yang lainnya. Tindakan tadi bisa mengaktifkan area otak bernama striatum.

Area otak tadi berfungsi merespon hal yang bermanfaat, seperti merasakan makanan enak sampai dengan obatan yang bisa membuat candu.

Baca juga : Bisakah Mengelola Tabungan BCA Dibikin Simple? Ini Dia Langkahnya!

Nah, penelitian dalam psikologi akan menunjjukkan kaitan antara kebaikan dan kesehatan mental kita sepanjang hidup.

Nah, bisakah kebaikan kita benar-benar membuat kita bahagia? Itu dia hal yang menarik, dan bagaimana mekanisme yang akan tercipta sih, sehingga perasaan bahagia kita itu tadi menjadi lebih baik lagi.

1. Bisakan tersenyum!

Senyuman itu barang yang menular lho! Coba aja jika kita murah senyum kepada orang lain, otomatis dia pula senyum pada kita. Duh kita jadi bahagiakan setelah melihata dan merasakan senyumannya? Palagi senyumanmu itu –alah-

Nah teori kunci, mengenai bagaimana kita bisa paham orang lain dalam konteks ilmu syaraf katanya ketika melihat orang lain menunjukkan emosinya, bisa juga mengaktifkan area yang sama di otak kita, seolah kita juga merasakan apa yang merak rasakan.

Baca juga : Bisakah Mengelola Tabungan BCA Dibikin Simple? Ini Dia Langkahnya!

Coba saja, ketika kita berada pada komunitas, dan salah satu atau kita yang mulai tertawa atas suatu diskusi santai, pastilah kita juga ikut tertawa meski kadang tak lucuh.

2. Tunjukkan keseriusan pekerjaan kita

Kebaikan yang kita lakukan untuk menghibur teman yang lagi sedih bisa saja membuat perasaan kita akan lebih nyaman. Simple saja sih, karena kita bisa merasakan kelegaan yang sama. Karena apa? Kita menganggap telah melakukan sesuatu yang benar.

Bisa-bisa melakukan hal tadi mengakibatkan pengaruh yang kuat pada orang di sekitar kita. Contohya saja ketika kita melakukan kebaikan dalam masalah kemanusiaan, kemiskinan dan aksi perubahan iklim.

Seterusnya ketika kita pernah menjadi relawan untuk menggalang dana atas isu kemanusian tadi juga bisa memberikan dampak pada diri kita, terutama peningkatan mood kita.

3. Menjalin konektivitas

Berbuat baik tentu saja akan memberikan kontektivitas atau mengembangkan hubungan sosial dengan orang lain yang lebih erat.

Contohnya si sederhana, ajak saja saya ngopi-ngopi gitu, atau beri orang lain hadiah, hal tadi menjadi penanda kebaikan atas diri kita.

Untungnya buat kita apa melakukan hal tadi? tentu saja akan ikut mempertebal ras mood yang penting dalam aktivitas kita.

Hal tadi tiak berbeda ketika kita melakukan kegiatan amal dan tentu akan menawarkan kesempatan untuk terhubung daengan orang lain dengan donasi misalkan.

Ataupula menjadi relawan akan membuka lingkaran sosial baru. Baik bagi diri sendiri, sesama relawan dam orang yang kita bantu. Ya berbuat kebaikan selalu tersandung dengan masslah kerelaan dan keikhlasan.

4. Indentitas yang baik

Seneng gak ketika kita dicap sebagai orang baik oleh teman kita?  Artinya ya jelas kebaikan akan membnatu kita menunjukkan identitas postif dan kuat serta bangga kepada diri sendiri.

Jadi tidak ada ruginya menebar kebaikan sesama manusia dengan hal yang bermanfaat.

5. Kebaikan akan berbalik

Percaya atau tidak, kebaikan yang kita berikan kepada orang lain suatu saat akan berbalik kepada kita. Ya apalagi, sesorang pasti akan menolong kita.

Ini seperti rahasia hidup saja kan? artinya semakin banyak kebaikan yang kita tanam, tentu suatu saat kita akan banyak mendapat pertolongan dari teman kita juga.

Dan tidak lupa, kebaikan akan selalu meningkatkan  mood, jika sudah memiliki mood yang baik katanya bisa membawa kita menjadi orang yang baik hati. Jadi kebaikan dan kebahagian itu adalah hubungan dua arah

Photo Pexels

Baca Juga Artikel Terbaru Wadai

Tinggalkan Balasan