Astra Life Syariah, Meneguhkan Gaya Hidup Syar’i di Setiap Ramadhanku

Astra life syariah

Ramadhan 1444 Hijriah mengetuk kembali hati, mengingatkanku, jika usiaku tidaklah muda lagi. Duh, jika mengingat perjalanan usiaku sampai titik ini, mudah sekali menghamburkan pengalaman baik-buruk, apa saja.

Lantas, mencabut satu dari banyak pengalaman itu, misalnya, ketika diriku menjalani Long Distance Relatioship (LDR) bersama orang tua, di tahun 2006. Kala itu masa memulai karir pekerjaan yang bercita ingin membahagiakan orang tua, atas jasanya, memberikanku pengalaman duduk di bangku sekolah.

Dan, ternyata pengalaman bekerja merantau, yang masih dalam satu provinsi saja di Kalimantan Timur cukup sulit membagi waktu dengan mereka. Ya merawat masa tua mereka, yang berkelidan dengan penyakit akut yang mendera.

Terlebih, ketika deringan telpon orang tua, mengabari kondisinya yang tidak baik-baik saja. Dan harus segera ke rumah sakit, tuk kesekian kalinya. Dan semua, itu menjadikan sebuah dilema akut jua bagi diriku? Ya dilema, yang berhasil menyita pikiran, dan beban finanasial menyiapkan ongkos pengobatan dari jarak jauh.

Dan jujur, beban itu berhasil pula menguras tabunganku, yang jumlahnya segitu-gitu saja karena baru saja bekerja. Duh, memang sih, mengungkit masalah pembiayaan pengobatan orang tua, tidaklah elok dikatakan. Namun, logika kadang tak mampu menahan, tuk mencurhatkannya, bukan?

Ilustrasi memanen kebahagian di usia tua, kala mengenggam asuransi astra life syariah I Pexels.com
Ilustrasi memanen kebahagian di usia tua, kala mengenggam asuransi astra life syariah I Pexels.com

Terlebih, aku baru tahu, jika ayahku sudah memutuskan hubungan asuransi jiwanya yang sudah terpelihara 8 tahunan.

Pertimbangannya sederhana, ayahku merasa selama berasuransi, raganya sehat-sehat saja.

Dari titik itu, sebenarnya wujud cinta, kasih sayang ayahku mudah tergambar? Bagaimana asuransi harusnya bisa menjawab pembiayaan rumah sakitnya tanpa membebani sirkel keluarga.

Namun, Tuhan bak mengerti masalah kami, memanggil Ayahku, tak berselang lama, setelah melakukan treatment cuci darah, yang menguras banyak biaya itu.

Nyatalah! Jodoh, rejeki dan umur Tuhan-lah yang mengatur. LDR itu membuatku makin percaya, jika mewujudkan cinta, kasih dan sayang adalah prinsip bagi kaum yang mau berfikir saja, bukan?

Asuransi memperkenalkan gaya hidup baru keluargaku

Ragam pengalaman hidup, memang selalu membawakan hal yang manis dan pahit tuk dirasakan ya? Dan Ramadhan ini berhasil memuntahkannya dalam fikiranku.

Nah, –lagi– di 2009, aku masih jua dipertemukan dengan kisah LDR itu. Ya menikahi wanita karir, yang berbeda kota domisili. Aku harus menjalani LDR hingga 2014. Jeda waktu selama itu, sebagain besar dihabiskan lewat udara. Ya, bercengkerama di ujung telpon, sesekali jika ada waktu luang, salah satu dari kami pulang, meski sebentar.

LDR melahirkan konsekuensi? Yes, salah-satunya, minimnya wujud kasih sayang itu, yang harusnya setiap saat tercurahkan.

Dan selama itu pula, kami juga harus menahan rindu kehadiran momongan segera. Ah, mungkin Tuhan mengerti, memberikan momongan segera juga, membuat kami belum siap, membagi kasih sayang, waktu dan juga finansialnya?

Namun bersyukurlah, lain dulu lain sekarang. Ternyata solusi menghadirkan kepedulian akan kasih sayang, mudah dihadirkan? Ya, minimal mampu menghadirkan jaminan perlindungan asuransi terhadap ancaman kesehatan dan jiwa dimana saja, dan kapan saja.

Dan, nikmatnya lagi, saat ini mendapatkan informasi asuransi mudah sekali diakses via website ilovelife.co.id atau juga astralife.co.id.

Dan lantas, keputusanku dahulu menggenggam asuransi swasta itu pula yang berhasil memberikan ketenangan plus ketentraman menjalani LDR kami selama itu.

Di tahun 2015, kami berdua berhasil mengakhiri LDR, istriku mutasi kerja, memungkinkan kami bisa berkumpul bersama di Samarinda. Bersyukur lagi, tak berselang lama, kami diberikan momongan. Tuhkan, dahsyat nian sentuhan cinta, dan wujud kasih sayang itu? Hikss..

Lagi-lagi, kami tambah yakin, inilah jalan Tuhan, yang sudah memberikan kemudahan menjalani kisah LDR yang berkelindan dengan ancaman perlindungan diri. Ya termasuk memberikan kemudahan dan kelancaran, dalam  pembayaran premi bulanan asuransinya juga, sesuai dengan coverage ragam perlindungannya saat itu.

Padahal, jika dipikir, ada jatah asuransi dasar dari kantor masih melekat untuk bisa digunakan kapan saja, dimana saja. Dan hal pentingnya lagi, selama menggenggam lebih dari satu asuransi, kami sekeluarga masih dalam keadaan sehat wal-afiat, alias nihil klaim asuransi. Alhamdulliah deh!

Mendefinisikan kembali manfaat Asuransi untuk apa, dan kepada siapa?

Waktu melaju hingga di 2019, menghadirkan pikiran mendalam menimang-nimang lagi untung-rugi berasuransi. Terlebih, hal itu wajar dong, tatkala diriku sedang memiliki dua asuransi, yang keduanya juga membutuhkan biaya premi bulanan, namun nihil klaim.

Entah mengapa, diriku berhasil mengambil keputusan mengakhiri saja asuransi swasta yang kedua, dengan premi bulanan yang sebanding dengan nilai manfaatnya itu. Mulai dari perlindungan kala sakit, kecelakaan, santunan hari tua, plus santunan kematian.

Aku berfikir pertimbangan pemberhentian asuransi tadi sangatlah sederhana!

  1. Selama menggenggam dua asuransi, kami sekeluarga belum pernah sakit, nihil klaim.
  2. Atas pertimbangan poin 1, rasanya eman membayarkan biaya premi bulanan asuransi swasta kedua atas manfaat yang tak/belum terpakai. Di satu sisi, asuransi dasar dari perusahaan juga rasanya masih mampu mengcover perlindungan kesehatan dan kematian jua.
  3. Biaya Premi asuransi kedua, pikirku bisalah dijadikan tabungan, membantu renovasi rumah, atau cicil mobil saja.
Mengawali operasi mata Strambismus i Dokpri
Mengawali operasi mata Strambismus i Dokpri

Namun nyatanya, di tahun 2020, aku harus menjalani operasi mata strambismus  yang tak terkira, dan tak tercover asuransi dasar dari perusahaan.

Dan operasi itu harus, dijalankan di rumah sakit di pulau jawa, karena ketiadaan dokter spesialis di Kalimantan.

Ditambah, eksekusi operasinya yang berlangsung di tengah Pandemi, serta pengobatannya yang memakan waktu lama.

Ini akan menjadikan ongkos kesehatan yang sangat berlipat ganda bukan?

Aku berfikir bagaimana cara ya, agar aku bisa kembali ikut asuransi saja lagi. Agar bisa mengcover perlindungan biaya rumah sakit di kemudian hari, yang tidak tertanggung pada asuransi dasar ini.

Meski aku harus mengikuti proses dari awal, dengan manfaat yang terbatas karena bertambahnya usiaku kini, yang mudah mengundang banyak penyakit.

Nah, jika sudah merasakan perih pengalaman ini, aku sudah pasti berhasil menjawab fikirku sendiri, tentang untung apa rugi mempunyai dua asuransi tadi.

Menjadi kaum yang berfikir di Ramadhan ini, mungkinkah?


“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”

—Surat Ar rum ayat 21

Momentum Ramadhan, harusnya mudah mengajak diriku sebagai umat Muslim, menebarkan cinta dan rasa kasih sayang. Dengan cara, ya aku harus mampu mempererat hubungan kepada Allah SWT, serta hubungan kepada sesama manusia. Ya Hablum Minallah plus Hablum Minanas.

Dan, rasanya wajar sekali, jika setiap Ramadhan memanggil, berhasil jua menuntun cara Gaya hidup Syar’i yang paling sederhana, Yes, gaya hidup yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama islam, yang masih berkonteks besar ingin #LengkapiCintadanKebaikan dalam segala kondisi di sirkel keluarga dulu.

Terlebih, jika merujuk ajaran Al Quran Surat Ar-rum ayat 21 di atas, dimana untuk wujudukan rasa cinta dan kasih dan sayang itu, ternyata hanya bisa dilakukan bagi kaum yang mau berfikir saja. Apakah, itu aku dan kamu? iya kita?

Mencernanya, rasa cinta, kasih dan sayang itu seyogyanya bisa kita hadirkan dengan cara paling sederhana di Ramadhan kali ini. Salah-satunya ya lewat bergaya hidup, yang mengajak sirkel kita mampu menggunakan produk berlabel halal dan syariah saja. Sesederhana itukah caranya?

Menjadikan Asuransi syariah sebuah gaya hidup syar’i Ramadhan ini, bisa!

Membaca pengalamanku yang bertubi-tubi diatas, layak menjadi sebuah pikiran yang logis, untuk menjadikan pula asuransi syariah, sebagai sebuah gaya hidup yang syar’i, yang bernilai ibadah, di Ramadhan ini, bukan?

Cobalah, mensesapi nilai itu, kala menggenggam polis asuransi syariah, yang jelas ingin menjadikan sebuah upaya memberikan perlindungan diri, bersama semua pemegang polis lainnya, dengan prinsip gotong-royong, ya muamalah. Mari cek aja di https://ilovelife.co.id/product//product-life-syariah/6448 deh!

Artinya, dalam setiap rupiah kontribusi premi nasabah asuransi syariah bayarkan, akan dapat membantu sesama pemegang polis lainnya, menutupi biaya resiko yang ditentukan dalam ketentuan polis mereka masing-masing.

Terlebih, untuk menjalankan produk asuransi syariah di Indonesia, terdapat syarat khusus bagi perusahaan asuransi seperti bebas dari gharar, riba dan judi yang sudah ditegaskan oleh putusan Majelis Ulama Indonesia (MUI), lewat Dewan Syariah Nasional (DSN) dengan Fatwa No. 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syari’ah.

Nah, lewat definisi itu saja, jelas akan menjawab, jika tidaklah ada kerugian yang kita dapatkan kala memegang polis asuransi syariah, meskipun selama menggengam polis kita nihil klaim.

Dan keuntungannya malah berlimpah, dimana kita berhasil berbagi manfaat kepada nasabah lainnya, yang sedang tertimpa musibah

Dan, kita harusnya masih selalu dapat bersyukur, jika selama menggenggam polis asuransi syariah, kita masih diberikan nikmat kesehatan itu, bukan?

Dan, terpenting lagi, dengan asuransi syariah, kita jua mampu menunjukkan ihhtiar, untuk berhasil mengelola beban finansial atas musibah apa saja yang berpotensi mendera kita, tanpa mengorbankan sirkel orang tercinta di sekitar kita.

Nah, menyesapi definisi asuransi syariah tadi, tentu akan mudah menuntun diriku dan kita semua, dalam memanen pahala atas gaya hidup syar’i kita di bulan suci ini kan?

Dan menyadari, sekali lagi, jika bergaya hidup syar’i ternyata mudah dilakukan, bagi kita yang mau berfikir, tuk menyelaraskan tujuan Hablum Minanas, selain Hablum Minallah semata di Ramadhan kali ini.

Astra Life Syariah, Asuransi Syariah Bikin Tenteram Keluarga

Astra Life sebagai bagian dari Grup Astra sudah berhasil menjadi salah-satu andalan keluarga, dan mampu menebarkan rasa cinta, dan kasih sayang dengan cara yang sangat sederhana?

Ya karena, terdapat 3 produk penting, yang membuat bagaimana produk astra life syariah bikin tenteram hati kita sebagai umat Islam, dengan prisip muamalahnya, melengkapi berkah Ramadhan kali ini. Apa saja produk #AstraLife itu?

1. Asuransi Flexi Life Syariah

Bagiku, jenis  asuransi syariah ini, sangat proritas bagi kita sebagai orang tua, yang tak mau merepotkan anak di masa tua kita nanti.

Produk asuransi jiwa akan memberikan manfaat perlindungan berupa santuanan atas resiko meninggal dunia hingga Rp 2 miliar. Dan syarat memegang polis ini pun, tak memerlukan cek medis lho.

Kemudahan syarat itu tentu berpihak pada pemegang polisnya, rentang usia mulai 16 tahun hingga 60 tahun.

Dan lagi, besaran premi bulanan dimulai dengan harga Rp 228 ribuan pertahun, bisa dibayar perbulan, pertiga bulan, kuartalan, semesteran hingga tahunan. Perlindungan produk ini, berlangsung pertahun, dan bisa diperpanjang berulang kali.Untuk akses manfaatnya, kita hanya mengunjungi Asuransi Digital Online Terbaik di Indonesia | Ilovelife.co.id saja, Mudah!

2. ASLI, Asya proteksi Syariah

Nah, mengunjungi laman www.astralife.co.id, kita akan segera paham jua manfaat jenis Astra Life Syariah ini dengan manfaat perlindungan yang menyeluruh, dari jiwa, terminal illness, cacat total/tetap, hingga perlindungan kala menjalani perjalanan mudik lebaran.

Karena produk Astra Life Syariah ini termasuk dalam asuransi jiwa unit link, akan terapat manfaat nilai dana 100% di akhir masa polisnya lho! Dan juga setiap pemegang polisnya, akan mendapatkan tambahan boster investasi 3% mulai awal tahun polis ke-11 hingga akhir masa polis.

Dan menariknya, ada bonus loyalitas yang dikucurkan pada tahun plis ke 11 dan ke-16 sebesar masing-masing 25%. Dan soal besaran preminya, pasti terjangkau dan berkala. Yuk kunjungi saja lamannya sekarang!

3. AVA iFamily protection Syariah

Masih, di dalam laman www.astralife.co.id, kita juga akan menemukan manfaat jenis produk asuransi syariah ini. Dimana asuransi jiwa berjangka ini konsisten sesuai prinsip syariah, yang memberikan perlindungan atas resiko meninggal dunia, akibat kecelakaan, santunan dana kecelakaan. Hingga penggantian biaya rawat jalan darurat, rawat inap dan ICU.

Lantas memilih jenis asuransi ini, tentu sangat klop, kala kita berniat melakukan perjalanan ibadah syar’i Ibadah haji, umrah hingga perjalanan mudik lebaran.

Harga preminya juga terjangkau, mulai Rp 90ribuan per-bulannya. Asiknya lagi, ada tambahan kontribusi buat kita sebesar 20%, jika kita menambahkan keluarga inti menggenggam asuransi ini, dalam satu polis asuransinya.

Astra life syariah, mampukan kita benar-benar menjadi kaum yang berfikir di Ramadhan ini!

Menyesapi banyak manfaat atas produk asuransi syariah di atas, tentu membuat kita mampu  berfikir logis, sekarang, bukan? Dan selanjutnya harusnya kita berhasil mengambil sikap, untuk mampu bergaya hidup syar’i di Ramadhan kali ini.

Terlebih bagi siapa saja di Ramadhan 1444 ini sedang menjalani LDR, dan tak mampu mencurahkan cinta, dan kasih sayang kepada sirkel keluarganya secara langsung.

Nah, sudah saatnya mengandalkan  produk astra life syariah ini, ya Asuransi Syariah Bikin Tenteram hati kita.

Ilustrasi deal berasurasni astra life syariah I Pexels.com
Ilustrasi deal berasurasni astra life syariah I Pexels.com

Aku salah seorang yang percaya akan pameo lama, jika buah memang tak jauh jatuh dari pohonnya.

Namun pameo tak berarti membiarkanku lagi untuk jatuh pada kesalahan yang sama, yang selalu saja menimang untung-rugi berasuransi.

Ah, jika saja waktu bisa berputar kembali, tentu produk astra life syariah akan menjadi hadiah terpenting untuk orang tua ku dulu, tuk membalas setitik jasanya padaku.

Dan tentu saja, dengan berjuta manfaat produk #AstraLifeSyariah, pasti mudah membuatku terus mengandalkan #LoveLife, #AstraLife, Astra Life becoming Life Insurer of The Future.

Dan juga membuat kita terus menantikan kabar terbaru atas tawaran produk asuransi syariah untuk #LengkapiCintadanKebaikan langsung dalam laman akun media sosial Instagram @ilovelife.co.id @astralifeid. Hemm.. kamu sudah follow akun IG-nya belum?

Nah, rasanya setelah kita mampu berfikir logis dan menggenggam tiga polis produk astra life syariah sekaligus, baik untuk diri serta sirkel keluarga, bak meneguhkan gaya hidup syar’i di Ramadhan kali ini, bukan?

#LoveLife #LengkapiCintadanKebaikan #AstraLife #AstraLifeSyariah 

Kredit Photo Cover : Pexels.com

Tiga Artikel Wadai paling Populer, Yuk Klik-in!

error: Content is protected !!