Bagaimana Merebut Hati Isyana Sarasvati? Ini Dia Caranya!

Apa yang membuat si Isyana milih Yamaha Mio Ketimbang Kamu? Nih jawabannya!

Just the way that you move……….

Shows me what you can do………..

Just keep being you………….

Tiga bait lagu ini tertangkap basah di pendengaran saya setelah mendengar berulang kali, lagu Isyana Sarasvati, yakni Keep Being You. Kenapa tiga bait lagu ini malah jadi begitu penting bagi saya, ketimbang bait lagu lainnya?

Hemm, bait lagu ini sepertinya telah meninggalkan sebuah harapan baru? Iya mungkin, harapan untuk menjadi pilihan hati Isyana Sarasvati?

Coba disimak lagunya, selain ketiga syarat tadi, untuk menjadi pilihan hatinya, simple saja, Isyana ternyata mengaku tidak perlu uang, bunga, permata atau apapun yang bersifat materialistis.

Isyana tuh hanya membutuhkan kesederhanaan, waktu-kebersamaan yang cukup dan cintah. Beratt-kan?

Tapi tunggu dulu, jangan-jangan masih ada yang belum mengenal Isyana Sarasvati ya? Kalau kalian telah tahu banyak mengenal Isyana-Sarasvati, ya syukur deh, berarti kita adalah orang-orang yang sudah semakin terdepan, terutama bagi kamu si kaum Adam? Hah, seperti tagline merk motor Yamaha saja.

Kalau ditanyakan ke saya, tentang sosok Isyana, sebagai lelaki, sisi cantik saja belum cukup menggambarkan sosok Isyana.

aya membayangin selain cantik, doi juga Smart, plus Sophisticated. Produktivitasnya dalam bermusik di usia belia saat ini, selalu memberikan nilai plus-plus.

Selain pinter nyanyi, bersuara khas, ber-musikalitas tinggi, doi juga pinter nulis lagu sendiri.

Semua karyanya mengandung bait-bait yang tajam untuk disimak dan menjadi bermakna, yang mungkin biasa terjadi dalam hidup kita, apalagi menyoal cinta.

Terlebih, menyusuri kisah perjalanan hidup Isyana dari usia belia yang tak jera untuk mendalami dunia musik, pasti akan menjadi contoh positif, bagi para generasi muda saat ini, terutama wanita.

Karakternya yang mandiri dan kreative, banyak memberikan inspirasi, seakan memprovokasi untuk jangan mau kalah bergerak lebih lincah dalam menangkap peluang atas kemampuan yang pasti dimiliki oleh setiap individu. Dan dia sudah membuktikan semuanya.

Tak terhitung se-abreg prestasi dan penghargaan, sudah menjadi bukti yang terbantahkan dari seorang Isyana-Sarasvati. Bahkan, Isyana baru-baru ini juga menjadi salah satu nominasi untuk kategaori Best Southeast Asia Act di ajang pengharagaan tahunan bergengsi, MTV EMA 2017.

Hemm, penafisaran untuk menjadi pilihan hati Isyana-Sarasvati yang saya maksud diatas, bisa jadi macem-macem, bisa menjadi temen, pacar, suami atau hanya sesuatu yang bisa membantu membuat produktivitas-nya dan mendukung dunia berkesenian menjadi tambah cemerlang. Wah, tambah serius bahasannya-kan?

Memang sejak 2017 lalu, harus diakui dalam keseharian Isyana memang tak sendiri lagi, dengan mobilitasnya yang tinggi dalam berkarir, Isyana dituntut cepat memiliki sesuatu yang dapat membebaskan geraknya lebih luas lagi.

Itulah pertimbangan umum doi menerima Yamaha Mio S sebagai salah satu teman atau pilihan hatinya.

Jadi penasaran? mengapa Isyana menerima Yamaha Mio-S, apalagi mau menyandang titlle as Brand Ambassador Mio S Smart & Sophisticated 2017 lalu ?

Apa iya Yamaha Mio S bisa berhasil lulus atas syarat yang diajukan dalam bait lagu diatas?

”Nah, ini yang kita tunggu! Dia yang akan nemenin kita untuk bergerak, berani keluar dari zona mager. Dia yang akan jadi teman sehari-hari kamu.

Dan cuma dia yang bisa membawamu melangkah lebih bebas, ke mana pun kamu suka. Semua yang baru dari generasi Yamaha Mio, ada di sini. This is the new style, It’s my style! Mio S!,” ucap Isyana ketika launching skutik terbaru itu, Sabtu (14/10/2017).

Sakitnya tu disini-kan? ketika mendengar perkataan itu. Hemm, tapi kalau mau jujur kita bakal buktikan, apa sih kelebihan Yamaha Mio-S itu, ya itung-itung sebagai simulasi kesanggupan diri kita atas syarat dalam bait lagu Isyana-diatas.  Apain sih itu?

Screen shoot Youtube

Just the way, Mio-S Moves ..

Sebagai motor skutik, tetap saja, cara mengendarainya dibuat gampang dari dulu, hanya digas-dan direm. Itulah yang menjadi cara Yamaha untuk memberikan kemudahan kebebasan gerak bagi para pengguna, segmen wanita.

Sehingga kehadiran akan kemudahan itu menjadi trend-setter bagi merek motor lainnya untuk menjadi follower, padahal sebelumnya dengan bangga atas tehnology transmisi 4 tak dan 2 taknya di awal tahun 2003-an.

Mulai dari Mio, Mio Soul, New Mio, Mio Soul GT, Mio J, Mio Fino, dan Mio M3 selalu nge-hits saat peluncurannya. Yamaha terbukti setia-kan mengusung mesin matic? Selalau mengusung tema wanita lagi, Romantiskan.

Dengan kemudahan Yamaha Mio dari tahun ke tahun yang selalu saja disempurnakan baik body, mesin dan juga corak warna yang lagi inn sesuai zaman.

Metamorfosis dari waktu-kewaktu, Yamaha menjadikan Mio-S tampil sederhana namun sempurna, dan membuat penggunanya bisa terlihat aktive dan productive.

Dan memanjakan kaum-hawa untuk selalu bergerak untuk mengalahkan hari-harinya beraktivitas apasaja.

Nah, konsistensi dalam memanjakan kemudahan dan kebutuhan wanita, inilah yang mungkin dicari sang Isyana rupanya.

Shows Me, That Mio -S Can Do

Tema Mio-S jelas yakni Smart and Sophiscated, yang menghasilkan produk ber-dimensi sosok-sederhana. Dari phisik, coba kita lihat wajah Mio-S, sederhana saja. Cuman inovasi Headlamp bergaya tehnology LED ituloh, yang mampu menghadirkan kesan smart dan modern, dan barang tentu akan menghasilan cahaya yang maksimal.

Untuk security dalam kondisi darurat berkendara, Mio-S menyiapkan lampu hazard yang ada dalam satu paket di headlamp-nya.

Bagian body-samping terlihat slim dan kokoh, dengan ruang pijakan kaki yang lebar, yang bisa membuat Isyana merasa enjoy berkendara.

Ditambah lagi jok yang super empuk, dan juga ruang bagasi yang luas dan lega serta cantelan barang yang elegan. Dengan ini bisa menampung lebih banyak barang bawaan dengan aman.

Bagian belakang Mio-S juga terlihat sporty dengan stoplamp yang lebih modern. Bisa dikatakan sisi eksterior Mio-S terlihat benar-benar lebih sederhana namun tangguh dalam melayani kesibukan apapun kaum urban di perkotaan.

Anu, adapula Speedometer dengan fitur ECO yang begitu dinamis dan informatif. Tampilannya bergaya analog dan bener-bener eye-catching menampilkan info kecepatan saat berkendara. Di bawahnya pun terlihat sebuah panel indikator bahan bakar.

Ada juga dua buah lampu sein dan lampu tembak/jarak jauh.

Bagian sisi kiri pada panel indikator, perhatikan! Juga memperlihatkan fitur panel lampu indikator oli. Dengan lengkapnya instrumen ini membuat pengguna lebih mudah memahami kondisi motor dalam hal perawatan dengan mudahnya.

Yamaha Mio-S memiliki ukuran panjang 1870-mm, lebar 685-mm, tinggi 1060-mm, dan memiliki jarak sumbu roda 1260-mm. Artinya ukuran tersebut memberikan kesan mungil dengan pharameter bobot-nya yang 94 Kg plus kapasitas tangki bahan bakal 4.2 liter.

Ketinggian tempat duduk 750-mm nan empuk juga melegakan pengguna, dengan ground-clearance setinggi 135 mm juga akan membuat ber-manuver di jalan perkotaan akan menjadi lancar.

Yamaha Mio-S juga kokoh dengan kaki-kaki-nya, terbukti dengan suspensi bagian depan yang handal bertype Telescopic, dan bagian belakang menggunakan suspesi bertype swing. Keduanya tentu akan bersinergi untuk meredam goncangan ketika melewati jalan yang berlubang.

Apalagi Velg sporty berukuran 14 ichi, yang dibungkus dengan ban tubeless. Bagian depannya berukuran 80/80, bagian belakang berukuran 100/70 yang pasti keduanya akan memberikan keseimbangan dalam berkendara.

Sistem kemanan rem bertipe Hydraulic-Single-Disc dan Drum Brake pada rem belakang akan sigap mengatur laju kecepatan kapan saja.

Urusan mesin, Mio-S lebih paham untuk memperlakukan segmen pengguna-nya, terutama wanita, lebih soft. Mesin SOHC silinder tunggal 4 langkah dengan volume 125 cc.

Perpaduan type mesin kubikasi itu nanti akan dipadukan dengan sistem transmisi V-Belt Automatic.

Teknisnya keduanya akan menghasilkan tenaga maksimal 7.0kW per putaran ke 8000 rpm dan torsi puncaknya 9.6 Nm per-putaran ke 5500 rpm.

Tehnology Fuel Injection Blue Core-nya lagi akan dipastikan membuat si Mio-S akan irit dan ramah di kantong dengan perbandingan kompresi 9.5 : 1.

Haduh memang si Mio- S pandai menabung. Ditambang lagi Answer back system yang membuat mudah jika sulit menemukan Mio-S kita yang terjebak dalam kerumunan parkiran yang padat.

Just keep being, Mio-S

Dengan kesempurnaan yang Yamaha Mio-S miliki, tetap membuatnya tidak sombong dengan membandrol harga jual melangit. Mio-S tetap lah terjangkau namun tidak murahan. Jika ditanya berapa?

Tentu dia malu, mungkin kita langsung saja ke dealer Yamaha untuk mengungkapnya atau mengklik ini.

Dengan kesempurnaan tadi, tetap skuter matic akan menawarkan segudang kemudahan berkendara, semudah meng-gas dan menge-rem saja.

Dan tentu macam varian Yamaha Mio-S selalu diwarnai dengan pilihan warna yang khas ceria, melambangkan feminimisme.

Namun meski begitu, tak jua melarang kaum lelaki untuk memilihnya.

Dan nyatanya kini, MIO-S juga banyak digunakan oleh kaum-lelaki untuk berbagi aktivitas kesehariannya.  Yamaha Mio-S tetep saja Mio yang dulu, yang menjadi trend-setter dan pernah menembus angka penjualan 7 juta unit pada tahun 2003 hingga 2013 dengan produk Yamaha Mio versi pertamanya. Dan tentunya dia bukan follower yang mengikuti oranglain.  Just it.

Ternyata Begitu Caranya?

Hemm, mau tau apalagi? Sepertinya tak ada kata yang lain lagi selain kata ‘pantas’ untuk menjawab pertanyaan itu. Dalam artian memang kini sudah waktunya para wanita tak lagi malas bergerak, sudah ada Yamaha MIO-S yang akan senang sekali menjadi teman berbagi kesibukan akan mobiltas dalam melayani rutunitas sehari-hari.

Paling tidak, banyak sekali deh pelajaran dari Yamaha Mio-S ini bagi ambil, yakni kesempurnaan akan diuji dengan proses dan waktu agar bisa tetap menjadi pilihan hati siapa saja. Tak termasuk hanya seorang Isyana Sarasvati saja-kan?

Wah jadi terkesan sama siap sekarang, Isyana-Sarasvati atau dengan Yamaha MIO-S terbaru. Yang keduanya memang sulit untuk dipilih salah satunya, jika harus memilih. So ingat, Just the way that you move, show me what you can do and just keep being you ya!

Apa masih ada yang berani mencoba menantang MIO-S untuk merebut Isyana-Sarasvati?

Artikel ini adalah artikel penulis yang menjadi pemenang pada Blog Kompetisi Yamaha-Kompasiana

Tinggalkan Balasan