Ini Dia 3 Ancaman Pemilu 2019 Yang Perlu Diketahui

Wadai- Hajatan politik 5 tahunan akan memuncak April mendatang, dengan agenda pemilihan Presiden dan Pemilihan Legeslator secara serentak. Mendekatnya hari pencoblosan tentu saja menjadi tantangan negara untuk menyukseskannya.

Terkait itu Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah memetakkan potensi ancaman yang terjadi di saat Pemilu nanti.

Hal tadi disampaikan langsung oleh Djoko Setiyadi di Hotel Grand Paragon, Jakarta, Rabu (27/3), yang dikutip katadata. Apa saja itu?

  1. Peretasan (Hacking)

Upaya peretasan ini berfokus pada terganggunya infrastruktur siber Pemilu 2019. Seperti peristiwa peretasan lainnya, biasanya serangan ini akan mengubah tampilan laman situs penyelenggaran Pemilu.

Peretasan ini bisa memunculkan aktivitas trafic situs penyelenggara Pemilu melonjak, akibatnya situs tersebut sangat sulit diakses.

  • Pembocoran data (Leaking)

Aktivitas ini tentu saja untuk dapat mengkoleksi data penting dari situs penyelenggara Pemilu, seperti data peserta pemilu. Dan akhirnya data yang dianggap penting tadi digunakan untuk kepentingan politik mereka.

  • Pelantangan (Amplifying)

Nah aktivitas ini juga sangat berbahaya, memviralkan suatu data atau informasi dari peserta Pemilu yang sebelumnya di dapatkan dari cara pembocoran data. Ancaman ini, lebih bersifat kampanye hitam untuk menjatuhkan kredebilitas lawan politiknya.

Tapi tenang, BSSN telah membentuk tim, untuk menghalau jika ada insiden serangan siber itu, termasuk memantau aktivitas di dunia maya.

Dan KPU juga telah meningkatkan kapasitas dan pengamanan laman Web terhadap serangan siber itu. 

Berbagai prosedur upaya penanganan telah disusun rapi dan yang pasti KPU memastikan ancaman siber apapun tidak akan bisa mengubah hasil Pemilu 2019 mendatang.

Sumber Bacaan : katadata

Photo : Pexels

Sudah baca artikel ini, belum?

Tinggalkan Balasan