Duh.. Enaknya Dapat Uang Dari Smartphone Kamu. Ini 5 Resep Mudahnya !

Uang dari Smartphone

Enaknya sambil ongkang-ongkang kaki, kita bisa saja mendatangkan uang dari jentikan jemari kita di layar smartphone itu! asal jangan sharing post-truth aja, bisa-bisa malah masuk bui, mau?

Apa sih yang kini tidak bisa dituruti oleh Smartphone? Namanya saja Smartphone! Artinya-kan, telphone pintar yang bisa ngapa-ngapaiin. Terus enaknya buat apa ya? Selain buat update status terus sharing-sharing info atau photo ke teman-teman kesayangan di media sosial saja?

Bagaimanan jika digunakan untuk mencetak uang? Aih, kok bisa! Ya bisalah dengan 5 resep ini, guys! Jika berminat, ikutin saja, jangan sombong bin gengsi ya!

1. Jadi Buzzer atau Influencer

Nah ini tantangan serius euy. Jika dalam dunia medsos kamu cukup terkenal dan mendapatkan banyak fans –ciiieh—bisa saja kamu bisa mengkapitalisasikan mereka ke dalam rupiah.

Dengan jumlah follower kamu yang banyak, itu kesempatan untuk mendatangkan uang juga semakin lebar, dengan cara menjadi Buzzer atau Influencer.

Apa itu Buzzer ? Ituloh seseorang yang biasanya pandai mempromosikan suatu barang atau komoditas apa saja kepada banyak orang lain. Ya kamu bisa memakai produk mereka dan memberikan testemoni positif, tentu saja kita harus punya konten promosi yang bisa membuat konsumen menyukainya.

Baca Juga : Ini Dia 6 Masalah Yang Millenial Hadapi Dalam Pemilu Nanti

Influencer apa? Seseorang yang bisa mempengaruhi konsumen dengan berbagai tindakannya yakni memamerkannya! Keduanya sih tidak jauh beda dengan upaya promosi kepada lingkaran terdekat teman-teman kita.

Nah biasanya, memutuskan menjadi salah satu keduanya, kita sudah mendaptkan deal dari sang empunya produk tentang komisi yang kita dapatkan.

Atau bisa saja, kita melakukannya dengan spontan dan sukarela terlebih dahulu tanpa deal, dan ketika sang empunya produk tahu perbuatanmu ituh efektive mendatangkan konsumen, bisa saja mereka akan segera ajak kamu ngopi-ngopi bareng dengan kita. Terus terserah kalian deh, mau ngapain soal harga fee nya!

2. Menyematkan aplikasi Microtasking di Smartphone-mu

Bisa saja sih, aplikasi Microtasking ini mengundang uang ke dalam kantong mu. Misalkan saja dengan aplikasi itu, kita bisa mengklik iklan, mengunduh aplikasi, dan menuliskan review serta bermain game.

Dari aktivitas itu, kita biasanya mendapatkan poin dan setelah poin banyak terkumpul dan dalam jumlah tertentu, bisa segere kita cairkan dalam bentuk rupiah atau hadiah. Ya ini kerjaan iseng sih, tapi kan lumayan dikit-dikit bisa menjadi bukit!

3. Memulai aktivitas bisnis

Dunia digital yang hadir di Smartphone kita, bisa memberikan celah bisnis. Misalkan menghadirkan keperluan seperti barang kepada konsumen yang bisa juga teman-teman kita di  media sosial.

Kita bisa saja sok menjadi pebisnis, meski kita sebenarnya hanya Reseller –hihih—dengan begitu kita tidak mengeluarkan modal apapun untuk menyediakan stok dagangan itu.

Si konsumen tinggal dirayu saja dengan aneka barang yang bisa kamu display di media sosial atau lewat pesan langsung. Untuk menjadi Reseller banyak kok agen yang bersedia menjadi mitra mereka.

Misalnya aplikasi Mediv, yang diterapkan Kimia Farma, dimana aplikasi tadi menawarkan berbagai alat kesehatan dan kosmetik dengan harga dan kualitas yang baik. Nah dengan menjadi mitra-nya, kita sudah bisa berbisnis dengan berucap manis dan manja dengan produk mereka kepada konsumen.

Jika ada konsumen tertarik, nah disitulah kalian bisa ambil fee sedikit dari harga barang tadi! Sudah bisa bayangin kan, gimana alur kerjanya?

4. Freelencer

Jika ada keahlian lebih jangan dipendam, tukarkan jasa keahlianmu tadi menjadi pundi-pundi uang. Jika punya bakat nulis kek, mengetik cepat, menterjemahkan bahasa, sampai dengan bakat menggambar.

Nah di medsos kita bisa saja langsung menggelar lapak dengan komoditas jasa tadi sesuai dengan keterempilan yang kita miliki.

Jika kamu sudah pede,  bisa saja kita langsung ikutan ke dalam market place yang dikhusukan buat para Freelancer yang mudah diakses lewat Smartphone kita.

5. Membuka jasa pelayanan jasa penitipan

Nah ini juga lagi tren, bagi Millenial yang doyan pelesiran ke mana-mana, untuk wisata atau mengunjungi pameran, atau juga lagi belanja pada program Sale di suatu tempat.

Nah, sebelum berangkat, kita bisa saja menwarkan barang itu ke konsumen lewat Smartphone kita. Dengan informasi itu, para konsumen yang tertarik dengan barang branded dan terdapat di luar daerah atau luar negeri, bakal melakukan penitipan untuk dibelikan barang yang dimaksud.

Misalkan saja, jika kita mau ke Jogyakarta, kita mungkin bisa tawarkan panganan nasi Gudeg dengan karakter rasa Jogya asli, atau barang yang lain deh. Nah Jasa penitipan ini disukai ya tentu saja karena keterbatasan waktu dan jarak para konsumen untuk menjangkaunya.

Dan tidak perlu skill khusus buat melakukan cara ini, kita hanya diperlukan tindakan cermat dan meyisakan waktu khusus memburu produk yang diminta ketika sampai di kota yang kita tuju.

Nah dengan banyak orderan tentu saja kita bisa mabil keuntungan tipis-tipis dari produk yang diminati para konsumen tadi kan? Dikit-dikit jadi bukit deh!

Nah memulainya gampang kal buakn? Buat saja akun di medsos yang menawarkan jasa titip ini kepada rekan-rekan kalian di media sosial.

Ah, ternyata mudah kan mendatangkan uang lewat Smartphone kalian. Huh, ketimbang membuat status yang tidak jelas atau sharing-sharing berita palsu. Mendingan Millenial bisa mengimbangi kepintaran Smartphone-nya itu dengan ikut pintaran dikit lewat hal-hal yang positif dan menghasilkan uang.

Jika sudah menerapkan 5 resep WADAI ini. Janji, mulai besok tidak perlu lagi merengek kepada orang tua untuk minta dibelikan pulsa ya!

By Aal Arby Soekiman

Cover Photo By Pexels.com

Sudah baca artikel ini, belum?

1 comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!