Cuaca Panas Banget Nih, Enakan Minum Yang Panas Atau Dingin Ya?

tea

Duh Panasssnyaa ! Tuhkan ngeluh lagi! Hemm.. pernahkah kamu mengeluh kepanasan kek-gitu, ketika terjebak macet atau sedang bepergian dengan kendaraan roda dua di jalan raya di saat cuaca panas? Jika iya, ya berarti kita sama deh–siapa suru naik motor-

Ya tapi wajar sajalah, dulu dan sekarang kota-kota di Indonesia ya seperti itu, juga pernah merasakan paparan suhu yang ga biasa, alias panas pool.

Coba saja, dahulu di tahun 1981, Beberapa daerah di Indonesia pernah bersuhu harian melebihi 39 derajat celsius. Dan malah di Tahun 1997, kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan tercatat bersuhu 40.6 derajat celcius –pecah rekor, terpanas-

Dan sejak pencatatan suhu di bebrapa kota semenjak tahun 1981, suhu di 10 kota terpanas, lima diantaranya terjadi di bulan Oktober lho.

Itu kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG R Mulyono R Prabowo yang dilansir kompas sih. Dan hal itu bisa saja menjadi pemakluman, jika cuaca siang di bulan Oktober hingga akhir tahun nanti bisa dianggap wajar berasa panas ya!

Katanya lagi, fenomena tingginya suhu itu berkaitan dengan gerak semu matahari. Apa itu?

Proses gerak semu Matahari itu prosesnya, dimulai sekitar bulan September, bisanya matahari yang mulanya berposisi di wilayah Khatulistiwa mulai bergerak menuju belahan bumi selatan hingga bulan Desemeber mendatang.

Akibatnya, wilayah Indonesia bagian selatan yang terpapar sinar matahari yakni meliputi wilayah Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Dan pantas saja, wilayah tadi serasa panas dan kering kerontang gitu kan?

BMKG mencatat, Banjarbaru pernah bersuhu 40.6 derajat celsius di tahun 1997 lalu. Di tahun 2006 giliran kota Bumi Lampung bersuhu panas mencapai 40.2 derajat celsius.

Lalu kota Samarinda di tahun 2008 juga merasakan suhu 40.2 derajat Celsius. Maluku 40.1 Derajat celcius di tahun 1990. Kota Nangapinoh, Kalimantan Barat di Tahun 1994 juga tercatat bersuhu 40.2 derajat celcius dan sama juga kota Jatiwangi.

BACA JUGA : INI CARA SIMPEL MENGELOLA REKENING BCA

Di kota Kasiguncu, Sulteng di tahun 1985 dan NTB di tahun 2008 juga pernah tercatat bersuhu 39.9 derajat celsius.

Dan jangan heran jika tren kenaikan suhu maksimal harian akan terus naik lho, karena ya tentu saja adanya pemanasan global, salah satunya.

cuaca panas di jalan raya

Pengamatan soal suhu extreem di Tahun 1981-2012 itu juga ingin mengatakan jika kenaikan suhu maksimal harian di Indoneisa akan mencapai 0.18 derajat celsius persepuluh tahunnya. Jadi ini alert buat kita semua kan, untuk tetap bisa bertahan beraktivitas pada saat terpapar cuaca panas beberapa waktu ke depan!

Bicara cuaca panas tentu saja kita merasakan dahaga, dan segera ingin merasakan segarnya minuman apa saja. Jika boleh memilih ya tentu saja, minuman dingin dengan rasa jeruk atau jus melon gitu. Pasti deh hausnya bakal hilang!

teh dingin andalan ketika cuaca panas
ilustrasi I instagram @kakaakin

Ya wajar sih, pada suhu panas, ya tentu suhu tubuh akan ikutan meningkat, dan rasanya ingin mencari yang seger-seger dan dingin.

Eit, tapi sebelum minum, saya mau bacakan buku dulu yang berjudul Body heat storage during physical activity is lower with hot fluid ingestion under conditions that permit full evaporation.

Dalam buku yang menuliskan hasil study yang menemukan bahwa, menegak minuman hangat justru lebih efektif menghilangkan dahaga ketimbang minuman dingin bro and sist!

BACA JUGA : TELUR PUYUH KAMU JAHAT

Mau tahu kenapa? Ollie Jay, sang peneliti dari Universitas Ottawa’s School of Human Kinetic menuliskan jika kita menegak minuman hangat, maka beban panas tubuh juga akan meningkat. Lalu akibatnya kita akan lekas berkeringat.

Nah ketika tubuh berkeringat karena perolehan panas internal, dan menguap dari kulit, suhu tubuh bisa lebih adem tanpa menegak minuman ber-es.

“Suhu pada minuman panas itu lebih panas daripada suhu tubuh. Jadi, kita sama saja menambahkan panas ke tubuh, tetapi bila jumlah panas tambahan tersebut bisa menguap semua melalui keringat, ia bisa mengimbangi suhu panas pada tubuh,” jelasnya seperti dikutip dari Huffington Post.

Lebih lanjut, katanya ketika tubuh kita berkeringat saat menegak minuman yang hangat karena adanya reseptor saraf di lidah.

Nah, pas lidah kita mendapatkan informasi, jika minuman panas sedang dinikmati, reseptor mengirimkan sinyal deh ke otak. Otak akan membantu mendinginkan tubuh dengan cara mengeluarkan keringat.

BACA JUGA : 5 HAL YANG BISA MEMBUAT KITA MENJADI ORANG BAIK

Terus, selain mengonsumsi minuman panas, kita juga disarankan untuk memakai baju yang tak terlalu tebal saat cuaca panas. Sehingga, keringat akan lebih mudah menguap, membuat suhu tubuh cepat adem kembali.

Jadi bagaimana, masih mau minuman dingin, ketika merasakan cuaca panas? Cepetan diminum nanti meleleh es-nya lho! Berani?

By Aal Arby Soekiman

Sudah baca artikel ini, belum?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!