Tegakah Kita Membenci Plastik? Ini 5 Alasan Harus Mengerti Bahaya Plastik

Plastik

Kebayang repotnya, ketika belanja di Mall, hanya membeli air kemasan botol plastik dan beberapa bungkus camilan, di beberapa gerai Swalayan sudah tidak memberikan kantong plastik. Jika terpaksa ingin menggunakan kantong plastik, ya konsumen akan dikenakan sejumlah dana lagi –sanksi- Padahal kita mengerti sekali bahaya Plastik untuk bumi ini.

Ya namanya juga butuh, terpaksa saja totalan saja dengan barang belanjaan tadi di kasir. Dan akhirnya kantong plastik bisa mengangkut air botol plastik .

Kejadian ini gampang kali ditemukan banyak Millenial ketika sedang cuci mata di Mall bareng yayang-nya kan? Sedikit saja yayang lelah, makanan siap saji yang terbungkus ala-ala plastik akan menjadi pemanja buat si dia.

Hah, tuhkan sampah plastik seperti dilema saja, dibenci tapi dirindukan ya? Ya- iya benci alias benar benar cintah! Demi apa coba? Ya hanya demi dia, bukan demi bumi inikan?

Padahal sudah banyak kasus di sekitar kita, tentang dampak buruk dari tumpukan sampah plastik yang menggunung dan menyumbat aliran selokan, dan menyebabkan banjir yang kerap terjadi dan menyandara aktivitas harian warga.

Nah, ada gak ya cara untuk kita bisa benar –benar bisa membenci plastik dibalik segudang manfaat plastik. Sepertinya ya memang plastik sudah menjadi separuh kita dengan kontribusinya memudahkan aktivitas harian kita.

Untuk membenci sampah plastik, bisa saja kita harus mencoba meresapin dulu lima alasan mengapa kita harus memulai berhenti menggunakannya! Terutama bagi kita yang katanya muda dan paling tahu betul dampaknya bagi lingkungan inih.

Tapi aneh juga ya, kita dilarang menggunakan kantong plastik. Namun air kemasan malah merajalela menggunakan bahan plastik. Membeli air botol plastik dengan tidak menggunakan kantong plastik, terus apa bedanya? Ehh, tahu gak bahaya Plastik itu!

1. Sampah plastik adalah racun lingkungan

Jika kita mau membaca bahan dasar plastik itu apa, kita bisa saja menyebut bahan Polietilena Tereftalat (PET).  Nah itu adalah bahan yang terbuat dari minyak mentah.

Dengan begitu kita bisa katakan, jika tidak melulu ekstraksi minyak bumi saja yang menyebabkan emisi gas rumah kaca yang merusak lingkungan kita.

Produk plastik dan semua turunannya sama saja adalah racun yang menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan.

2. Kebutuhan Plastik masalah yang sangat kompleks

Saat ini banyak sekali penemuan yang hasilnya dipercaya, jika ada kok yang dapat menggantikan kantong plastik di kehidupan manusia. Kita pernah mendengar ada plastik organik, plastik ini konon katanya terbuat dari materi nabati seperti jagung dan juga tebu.

Pexels

Artinya plastik Nabati menjadi kompos ketika berada di dalam tanah, namun itupun perlu proses waktu buat alam untuk menguraikannya.

Jika kita sepakat untuk itu, ya artinya apakah kita sanggup untuk memperoduksi bio-plastik dengan menyiapkan sumber daya alam yang besar.

Seperti lahan pertanian untuk menyiapkan jagung dan tebu sebagai bahannya dan juga ketersedian air dalam bisnis air kemasan terlebih..

3. Air permukaan tanah yang terus menurun

Jika menengok dampak dari lokasi pabrik yang memproduksi air minuman kemasan plastik. Dalam produksinya pasti menyebabkan penurunan permukaan air tanah.

Karena sumber daya airnya terius dieksploitasi secara terus menerus. Artinya suatu hari, masyarakat sekitarnya pastilah berdampak, dengan kondisi kekeringan suplai air untuk memenuhi kehidupan harian mereka.

4. Distribusi air kemasan

Distribusi air kemasan plastik yang telah diproduksi, tentu saja juga memerlukan proses transportasi. Prosesnya bisa saja membutuhkan ruang yang besar di dalam kapal, pesawat dan truk ke berbagai tempat.

Dalam banyak kegiatan transportasi itu tentu saja, karbondioksida yang dihasilkan dari proses transportasi akan mempercepat perubahan iklim.

5. Sampah plastik yang tak berguna

Tahu gak guys, setiap tahunnya ada hampir 3 juta ton sampah plastik yang berasal dari botol air kemasan sekali pakai-mu. Hitungannya sih, ada sekitar 60 juta botol kemasan air berhasil didaur ulang lagi.

plastik
Pexels

Namun jumlah itu baru separuhnya saja, terus sisanya akan menjadi sampah yang mengapung dalam lautan dan terpenam dalam tanah bertahun-tahun lamanya, karena proses penguraian plastik itu sangat lah lama.

Nah dari ke-lima hal sederhana ini, yakin kalian tega membenci plastik? Dan mengerti bahaya Plastik? Ya tega-gak tega aja guys!

By Aal Arbie Soekiman

Writer

Sudah baca artikel ini, belum?

error: Content is protected !!