Cerpen|Mengharap Bintang Kejora (1)

Meteor

Karena cahaya ekornya akan memotret suasana hati Nanar malam ini yang ingin mengharapkan cinta Satrio kembali.

Nanar mencoba lagi untuk menenangkan hati kecilnya. Hati kecilnya hanya terus memanggil nama Satrio. Bukan nama kekasihnya saat ini.

Bintang kejora tidak pernah ingkar. Sebenarnya Bintang Kejora telah mengirimkan Satrio yang baru buat Nanar.
Tetapi Nanar mencoba meragukan Bintang Kejora. Kesetian lagi lagi diuji dengan egoisme diri. Nanar menjerit. Suaranya kecil tertutup bantal.

Ah.. dentuman waktu terus menghujam di dinding hati. Hatinya sulit menjatuhkan pilihan

Angin terus mengalir malam ini. Bulan mengintip wajahnya. Nanar mencoba jujur, menghadapi realistas itu. Tubuhnya berhasil menegak kembali. Ditariknya bangku ke arah jendela.

Ilustrasi | pexels.com

Wajahnya dipaksakan menghadap ke langit.
Dia harus menunggu bintang kejora itu datang. 

Dia ingin mengadu. Dia ingin meminta sesuatu lagi kepada Bintang kejora. Dia yakin Bintang kejora tidak akan pernah bohong.

Mulutnya siap berkata,”kalau boleh saya ingin menukar satrio-ku kini dengan satrio kiriman-mu yang dulu, hai bintang kejora”.

Kesetian itu apa coba? Nanar mencoba setia kepada Satrio yang jelas-jelas meninggalkannya  dulu, lalu tiba-tiba menginginkannya kembali. Dan dia juga memang mestinya harus setia pada Satrio barunya itu, ya kekasihnya kini.

Langit menghitam malam itu. Bintang berkilapan, menyaingi cahaya bulan. Nanar masih duduk mendanga, mengharap bintang kejora yang mau menyinggahinya.

Namun malam terus saja tergerus oleh waktu. Tidak ada harapan buat Nanar memanjatkan keinginannya itu.

Kejora, seakan bersembunyi dari Nanar. Matanya mulai teduh, tak lama kemudian badannya rebah lunglai tertiup dinginya angin malam yang membuat raga Nanar tak terusik oleh suara merdu HP-nya.
Rupanya ada yang menelpon. Itu telpon dari si Arya kekasihnya kini.

Arya sengaja pulang lebih awal dari jadwal kedatangannya dari Malaysia mengisi liburan sebagai tenaga kerja Indonesia di Malaysia.

Dia sengaja datang untuk memberikan surprise kepada Nanar di ulang tahunnya yang kebetulan jatuh pada hari ini. Ini tentu saja benar-benar akan menjadi kejutan buat Nanar.

Arya adalah seorang Duda. Istrinya telah meninggal akibat kecelakaan dua hari setelah mereka menikah. Jiwanya  gundah kala itu, dia sangat mencintai istrinya itu. Dua tahun berlalu akhirnya kesetian itu berujung juga.

Sama seperti Nanar. Dimana suatu malam, Arya menjumpai bintang Kejora, seketika. Dan meminta istrinya dikembalikan untuk menemani kesepian hidupnya.

Bintang Kejora tidak pernah bohong. Bintang kejora mengirim Nanar menjadi kekasihnya kini.

Hingga bertemulah keduanya, dan saling mengenal satu sama lain. Nanar pun kala itu bahagia. Terlepas dari ketidak pastian Satrio.

Arya sangat sayang pada Nanar, dan bulan depan berencana hendak menikahinya. Cincin berlian bermata ini, akan benar-benar menjadi kado terindah Nanar besok.

Namun Arya tidak pernah tahu kini hati Nanar gundah gulana. Nanar hendak berpaling, kepada Satrio yang tidak pernah jelas ada dimana saat ini.

Klik Page angka, untuk halaman selanjutnya!

Sudah baca artikel ini, belum?

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!