Cerpen | Mengharap Bintang Kejora (2)

Meteor

Duh bagaimana kisah selanjutnya, tentang gundah hati Nanar ya? Jika belum mengikuti epiosde pertamannya, Gih klik Episode sebelumnya!

Bayangkan, hampir 3 tahun menjalin hubungan kala itu, cinta Satrio dan Nanar pun tak berujung. Kesetian Nanar memuncak untuk menyegerakan pernikahan mereka. 

Namun, niatan itu belum berujung jua, padahal Satrio adalah sang cinta matinya Nanar. Satrio kala itu sebenarnya baru juga mengetahui bahwa nyawanya tak-lah lama lagi. D

Ia mengalami penyakit kanker darah yang menderanya lama. Dia tak mungkin menyakiti Nanar dengan mengatakan kenyataan itu. 

Ilustrasi | pexels.com

Dokter saat itu, mengklaim bahwa Satrio hanya bisa bertahan hidup selama 3 tahun saja. Kenyataan itu membekap harapannya, namun keikhlasannya menjalani hidup, akan dia nikmati hingga ujung hidupnya nanti. 

Kenyataan pahit ini jualah yang mengunci mulutnya rapat-rapat untuk mengatakan hal yang sebenarnya kepada Nanar. Satrio tidaklah  tega, karena dirinya sangatlah sayang terhadap Nanar.

Kesakithatian-nya terhadap keputusan Nanar yang memutuskan hubungan mereka  ditelannya bulat-bulat, hingga sakit hati itu meradang dan terus digerus waktu yang cukup lama.

Sepi hidup Satrio tidak berada di sisi Nanar kala itu. Satrio seperti kehilangan Nyali untuk hidup, namun rasa cintanya yang masih menyala terhadap Nanar-lah yang memberikan nyawa dan nafas baru untuk menjalani sisa hidupnya. Hingga akhirnya  dia memutuskan hijrah ke luar kota tanpa kabar berita. 

Sambil menunggu ajalnya itu, dia mejalani kehidupan di kota Bandung, Hari hari Satrio hanya dapat tertegun saja dan mencoba bercengkrama hidup dalam dunia maya. Dia sering curhat, melepas penat dan menulis apapun di dalam blog internet.

Hingga akirnya dirinya mengenal Puri yang juga hidup dalam dunia Maya internet. 

Puri adalah wanita cantik dan kaya. Dialah pewaris semua kekayaan orangtuanya yang telah meninggal, sedari dirinya kecil. Namun hidupnya juga dirundung masalah dan cobaan hidup yang tidaklah mudah. 

Puri mengalami gagal ginjal kronis bertahun tahun. Dan dirinya masih takut sekali untuk mengakhiri ajalnya, sebelum dirinya dapat bahagia dengan seorang pria yang baik yang akan menemani sisa hidupnya kelak.

Puri telah mencurahkan keluhkesah-nya itu kepada siapa pun, tak terkecuali Satrio di dalam Blog internet tersebut. 

Hingga suatu malam keputus-asaan-nya itu menggunung. Bibirnya berteriak keras pada malam sepi sambil mendangakan kepalanya ketas,” aku ingin keajaiban itu, berilah aku seseorang yang bisa menolongku, adakah yang mau menolongku, berikan ksatria itu kepadaku”.

Malam tak menjawab, rembulan dan bintang pun seakan tutup mulut. 

Temaram cahaya malam meredup hitam pekat. Mata Puri lama terpejam ketika mengucap pintanya itu. Puri tak mengetahui kalau barusan ada bintang jatuh.

Itu sang kejora rupanya, dia telah mendengar pinta Puri barusan. Percayalah, Kejora tak akan pernah bohong untuk mewujudkan pinta insan yang menemuinya. 

Awalnya Satrio hanya berfikir, bagaimana caranya untuk mengakhiri hidupnya dengan perbuatan yang baik di dunia ini. Memberikan sesuatu yang terbaik kepada orang lain. 

Ilustrasi | pexels.com

Puri sudah dianggap segalanya oleh Satrio, meski mengenalnya dari dunia maya. Dan Satrio juga telah mengetahui prahara yang merundung Puri itu. Akhirnya dengan tekad itu, Satrio datang ke Puri untuk menawarkan pertolongan, menanamkan ginjalnya ke tubuh Puri.

>>lanjut baca? klik nomor halaman ya?

Sudah baca artikel ini, belum?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.