Mensiasati Harga Tiket Garuda Indonesia, Agar Berasa Murah

Garuda Indonesia

Bagi Millenial tentu harga tiket pesawat akan menjadi koentji buat kemana-mana ya. Apalagi bisa berpergiannya bersama pesawat Garuda Indonesia, duduk di kelas bisnis lagi.

Wah pasti kepercayaan dirih dan kebahagianya bakal membuncah ria, dengan selalu berselfi ria selama penerbangan.

Pilihan realistisnya sih, yang biasanya ada di kepala kita, ya jika tiket pesawat mahal ya pending aja dulu jalan-jalannya.

Kalau ada yang murah ya berangkat saja deh! Tapi sampai kapan menunggu harga tiket jadi murah? Lebaran kuda!

Tapi tau gak, untuk saat ini harga tiket semua maskapai penerbangan sudah sebelas-duabelas! Harganya ya relatif sama, tinggal suka atau tidak suka saja dengan branding penerbangan maskapai yang tersedia.

Terutama referensi pelayanannya yang sudah teruji baik, utamanya ya jadwal penerbangannya yang selalu on-time dan jarang delay.

Garuda Indonesia
Dokumen wadai

Dengan kenyataan itu, tentu saja, harga tiket mahal akan menjadi suatu pilihan yang lumrah dan normal dipilih bagi para penumpang pesawat yang biasanya hanya dipilih orang berkantong tebal kan? Yang ingin terbang kemana-mana, kapanpun dan dimana pun.

Terlebih bisa terbang dengan pesawat Garuda Indonesia. Berada di Bandara dan duduk di terminal Bandara Garuda kita  bisa melihat dan menikmati indahnya dunia.

Ya menikmati polah-tingkah penumpang pesawat pria, terlebih penumpang wanita dengan dandanan kekiniannya –aih- Apalagi buat kita yang masih jomlo, wah pasti serukan, cuci matanya?

Bagi saya pribadi sih, tidak ada alasan untuk berlama-lama memutuskan terbang dari Balikpapan ke Jakarta pada Kamis (25/10) lalu, dengan pesawat Garuda Indonesia.

Karena jujur nih, ya bersukur pada saat itu, Garuda Indonesia mau menjadi sponsor saya dalam perjalanan menghadari event seru Bank Indonesia di Jakarta. Nah loh, itu artinya  kita sama saja kok, Misqueen? Sok kaya gitu kan saya, pake Garuda segala! –lebih parah, bukan nyari murah malah nyari  gratisan nih-

Eit, tapi jangan memandang remeh saya! Karena hal tadi akan mejadi pilihan sulit untuk dipilih! Apakah menerima atau membeli tiket sendiri! –alaah— Tapi ya memang susah sekali kan menolak tiket sponsor itu sih, menghormatinya ya sama dengan menerimanya, dengan besar jiwah!  

Well, itu ga penting sih. Terpenting adalah, pengalaman terbang bersama Garuda pada saat itu sudah memberikan pelajaran, bagi saya untuk kita yang sama-sama berkantong tipis untuk juga bisa  menikmati segudang keasikan terbang bersama Garuda Indonesia.

Tentu dengan harga tiket yang bisa –relatif- berasa terjangkau. Hemm. Mau tau mensiasatinya? Mendekatlah, bersama kaka’!

Pertama, atur waktu keberangkatan dan kepulangan !

Ini jurus tradisonal sih, untuk mendapatkan harga tiket yang berharga sedikit miring. Nah, jika kita ingin berwisata kemana saja dengan waktu yang sudah fix, jauh hari, dimana  waktu keberangkatan dan kepulangan yang sudah disiapkan sebelumnya itu bisa memberi insentif harga tiket yang miring sikit.

Namun untuk kasus mendadak-pun kursi Garuda Indonesia, bisa saja masih longgar untuk dipesan, ya tentu dengan harga yang relatif mahal. Tapi jika itu dianggap perlu dan suatu kebutuhan, mahal akan menjadi sebuah kewajaran kok.

BACA JUGA : MENIKMATI BUAH CEMPEDAK DARI KULIT, BIJI DAN BUAHNYA

Nah jika sudah menentukan harinya kapan, kita bisa saja memilih waktu penerbangannya di siang hari, mendekati makan siang gitu. Ya tentu pemilihan waktu ini, akan sangat penting untuk mengurangi pengeluaran kita di Bandara, terutama pengeluaran makan siang kan? –hiks-

Tau sendiri, harga makanan di Bandara mahal kan? Nah dari sini hal menarik untuk terus dibahas nih. Nah, tapi ingat sebelum berangkat pastikan sarapan dahulu, sekenyang mungkin.

Biar tetap sehat walafiat selama perjalanan menuju Bandara dan gak keliatan pucat gitu , biar kelihatan berkantong tebal meski duit di kantong tipis kali.

Kedua, jangan tergoda dan tetap fokus ketika di Bandara!

Menyambung cerita di atas, jika berada di Bandara sekelas bandara Soekarno Hatta misalkan, dan banyak Bnadara lainnya. Kita akan disuguhi banyak godaan, selama masuk dan berada di terminal keberangkatan.

Coba kita tetap saja fokus untuk menatap ke depan ya, dan menetapkan tujuan jika kita hanya ingin terbang bukan yang lain! Tatap saja layar Smartphone kita, itupun jika masih ada kuota, tapi tenang di terminal Garuda banyak stok kuota gratis yang bisa dinikmati kok!

Acuhkan saja, aroma sedap makannan yang berasal dari Resto yang menyajikan aneka makanan di sebelah kita. Atau jangan malah mampir ke toko pakaian, ini tentu akan menggoda untuk menguras keuangan  kita lagi kan.

Nah bisa saja cara yang bisa kita lakukan, adalah dengan membawa sedikit camilan kecil saja, yang kita simpan dalam kantong dan tidak membebani ransel kita yang satu-satunya kita bawa –mengurangi biaya kargo-

Setelah berada di terminal keberangkatan, bisa saja, lalu kita menikmatinya di kursi yang tersedia.

Atau bisa saja kita menyapa penumpang lain dan berkenalan, –sok kenal sok dekat gitu– pada saat antree check-in atau berada santai di ruang terminal keberangkatan.

Nah, manfaatnya, ketika kita kenal beberapa penumpang, ya siapa tahu, dia kebetulan melipir di salah satu Resto di bandara. Bisa saja kita sapa dan mampirlah bersama dengannya, walau hanya numpang untuk duduk untuk menikmati camilan dari rumah tadi, di kursi Resto –numpang keren-

Bukalah perlahan camilan kita tadi dan nikmati pelan-pelan, tawarkan kepadanya meski mereka atau dia sudah memesan menu khusus di Resto itu.

Ya kalau mujur, bisa saja kita malah bisa-bisa ditraktir untuk memesan menu di Resto juga kan. Lumayan! Ambil Smartphone, berselfi deh dengannya, sebagai tanda terima kasih. Aman!

Ketiga, jangan malu ketika berada di pesawat! 

Nah hal yang paling penting nih, buat kita sebagai penumpang pesawat Garuda Indonesia yang bermodal pas-pasan. Berada di atas Pesawat adalah momen yang sangat berarti. Di mana fasilitas makan gratis bisa mengobati penyakit kantong kering kita.

Jangan tidur-tiduran di kursimu, tetap fokus saja, karena ketika pesawat sudah stabil berada di ketinggian penerbangan.

Mbak Pramugari yang baik hati, akan segera melayani kita. Mereka akan sabar membagi jatah makan siang dan snack kepada penumpangnya.

Garuda Indonesia
Dokumen wadai

Waktu keberangkatan siang hari, yang saya katakan tadi pasti cukup efektif untuk melahap menu yang disajikan nanti. Nah, jangan malu, jika kalian masih lapar, panggil saja mbak Pramugari tadi, jika kita masih membutuhkan satu porsi makanan lagi.

Ah anu, saya sudah buktikan sendiri kok, teori itu, jika kalau masih lapar ya minta saja, jika persedian masih ada pasti deh diberi. Karena logikanya, dari semua penumpang, ada saja kok penumpang yang masih kenyang untuk tidak mengambil jatah makannya –hihihi–

Karena suer, Garuda Indonesia akan melayani para penumpangnya dan tak mengenal apakah kita berkantong tebal atau tipis, yang penting prestasi kita adalah kita sudah membeli tiket pesawat, titik.

Apalagi fasilitas jatah makanan tadi, yang mungkin, tidak diberikan maskapai lokal lainnya kan?

Ketika perut kenyang, kita bisa melenggang gembira di terminal kedatangan sampai ke tempat tujuan deh, tanpa mampir lagi ke Resto atau Warteg selama perjalanan kita ke hotel atu tempat tujuan kita. Jadi hemat kan?

Garuda Indonesia
Dokumen wadai

Tapi sepertinya jurus ketiga bakal terhambat jika kamu itu orangnya pemalu. Wah kan jadi susah sudah Misqueen terus pemalu lagi, ya bisa gagal jalan-jalan dengan Garuda Indonesia nih, karena pikiran kita selalu terbayang dengan harga tiketnya yang melangit saja.   

Nah, tentu cara seru di atas bisa memberikan kita kesempatan untuk menikmati fasilitas penerbangan Garuda Indonesia yang sudah banyak orang rasakan. Utamanya keramahan mbak-mbak Pramugari dan  juga ketaatan waktu keberangkatan dan kedatangannnya ketika bepergian.

Ah, memang normal sih, mendengar kata mahal kita selalu acuh dan segera  mencari harga yang lebih miring dalam memilih produk apa saja.

Itu tidak bisa dipisahkan dalam kebutuhan kita saat ini, yang terbelit dengan daya beli yang masih lemah dan disebabkan oleh faktor apa saja.

Nah, cara ampuh lainnya yang bisa dilakukan ya mau tidak mau, kita harus pandai menabung kan. Dan ketika dana kita sudah siap, kita bisa mengoptimalkannya untuk berwisata dan bepergian dengan produk jasa yang terbukti.

BACA JUGA : CARA SIMPLE MENGELOLA REKENING BCA

Salah satunya, bepergian dengan pesawat Garuda Indonesia, yang terbukti memberikan kepuasan itu. Nah mulai saat ini jangan lagi alergi dong, melirik situs Garuda Indonesia untuk memilih tiket penerbangan ke destinasi wisata tujuan kita.

Karena Garuda Indonesia terbuka untuk semua kalangan, baik yang berkantong tebal atau tipis. Saya yakin, dalam hati kita ingin sekali terbang bersama Garuda Indonesia, jika mau kemana-mana –ayo ngakuh–

Ya sudah, jika merasa berkantong tipis yang sama dengan saya, boleh saja sedikit ‘nakal’ menjiplak cara di atas untuk merasakan keterjangkauan harga tiket Garuda Indonesia. Yuk Safe-flight ya bersama Garuda Indonesia!

Photo :Wadai

Sudah baca artikel ini, belum?

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!