Penasaran, Hoax Atau Fakta Sih Pusat Informasi Corona Kumparan Itu?

Covid-19

Salah satunya issunya, di tingkat lokal Kaltim, beritanya sudah tersebar sempurna soal adanya berita kematian seorang pasien Covid-19 di RS Balikpapan, kebetulan si korban juga berdomisili di Kalsel.

Namun di tingkat pusat yakni lewat laman covid19.go.id belum memasukkannya ke dalam data updatenya, baik di Kaltim atau Kalsel sebagai pasien Covid-19 yang meninggal.

Ujungnya ya ramelah, berdebat soal informasi tadi, dan membenturkan sumber informasi maya yang dimiliki atas hal itu. Terus siapa yang salah? Ya tentu saja, tidak ada! Karena masing-masing punya sumber berita maya, yakni informasi dari beragam portal berita daring.

Sampai di sini, lekas tercipta simpulan awam, menyangkut soal kepercayaan portal informasi Pemerintah yang kurang update dan kredibel?

Namun ya tafsir-tafsir ini, bisa benar dan juga bisa salah, karena  terpenting kita harus mempertimbangan factor lain dari sisi penjelasan Pemerintah kan?  Namun apakah hal tadi tercover oleh portal berita daring kesayangan kita?

Jadi -mungkin- juga yang salah adalah portal berita daringnya kali ya? Dan – yang maha benar adalah –slalu- kita sang para Netizen Hiks..

Data Covid-19 sebegitu berhargakah?

Tidak hanya di Kaltim ternyata kok, di Jogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat hingga DKI Jakarta pun mengalami hal yang sama. Banyak portal berita daring yang jua menyemburkan informasi Covid-19 melalui varian angka berbeda soal data Covid-19, yang tentu bergantung dari apa kata narasumber versi mereka masing-masing

Di Jogyakarta misalnya, pada tanggal 15 April lalu, Pemprov Yogyakarta mengatakan ada 55 kasus positif Virus, plus 6 orang meninggal, sedangkan Pemerintah Pusat mencatat ada 57 kasus dan 7 orang meninggal.

Di jawa Tengah, Pemprov setempat juga mencatat pada tanggal 15 April lalu, ada 234 kasus, eh namun informasi dari Pusat mencatat lebih tinggi, yakni 294 kasus.

Di Jawa Barat, pada 15 April lalu juga Pemprov Jabar mencatat 540 kasus, 23 orang sembuh dan 52 orang meninggal, dicek ke Pusat ternyata hanya tercatat 530 kasus, 76 orang sembuh dan 41 meninggal.

Virus Corona
Virus Corona

Dan di DKI Jakarta, pada 15 April data Pusat mencatat ada sekitar 246 orang yang meninggal akibat Covid-19. Namun Pemprov DKI Jakarta malah menyebut 1035 orang yang meninggal terpapar Covid-19 di sana.

Melihat perbedaan itu tentu kita geram dong? Kok bisa, jangan-jangan anuu, ada yang bermain dalam tabulasi data ini kan? Pemerintah?

Nah dari sisi inilah sebenarnya kita harus menggali apa sih yang sedang terjadi di daerah sample zona merah tadi dan mengungkap terjadinya perbedaan data itu. Ini penting? Teramat penting saya kira.

Ternyata jika disimak dan digali lagi, dan terjawab! Jika untuk di wilayah Jogyakarta, hal tadi disebabkan  -versi Pemerintah- karena Pemerintah pusat memasukan sample positif pasien ke dalam katagori pasien pengawasan dalam data Jogyakarta yang dianggap sudah mengacu pada prosedur Kemenkes.

>>>Selanjutnya klik saja, nomor pada Pages ya!

Sudah baca artikel ini, belum?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!