Prinsip ESG Perusahaan, Layanan Waste4Change, Dan Kesetiaan Kita!

Layanan waste4change akan memampukan dalam memberikan jaminan kesetiaan konsumen terhadap brand, atas dasar penerapan essensi ESG Perusahaan


Keberlanjutan sepertinya sudah menjadi tema pembangunan ekonomi secara global ya? Istilah keberlanjutan diharapkan juga memuat harapan perbaikan lingkungan, dan kegiatan ekonomi agar mampu duduk berdampingan.

Namun, jika menengok perbaikan lingkungan, yang terjadi di masa Pandemi ini –misalnya- ternyata belum jua mampu menghentikan kenaikan suhu bumi kan?

Padahal Pandemi, sudah mampu menghentikan kegiatan industri dan transportasi beberapa saat, guna menghambat polusi apa saja, yang dihasilkannya.

Ya meski benar saja, selama Pandemi terdapat penurunan emisi sekitar 7%. Namun jumlah itu tak serta merta mampu menghalangi peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer kan?

Dan terlebih akan mampu membendung laju perubahan iklim saat ini. Dimana hal ini bisa menjadi sebagai ancaman kerusakan lingkungan kini dan masa mendatang.

Peneliti dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyebut di tahun 2030, kadar emisi harus dikurangi setengahnya, bagaimanapun caranya! Agar dapat membatasi kenaikan suhu menjadi 1.50 C.

Karena kenaikan suhu bumi berpotensi berdampak pada ribuan orang yang akan menghadapi lebih banyak gelombang panas, kekeringan, banjir dan kemiskinan.

Nah artinya, harus diakui –pula- permasalahan lingkungan tentu saja akan menjadi momok yang menakutkan baik masa kini dan juga –terlebih- di masa mendatang kan? Dan itu akan menjadi pekerjaan rumah kita bersama!

Saat ini pun, permasalahan lingkungan itu sudah bisa kita rasakan dampaknya.

Dan setidaknya jika kita berhitung, terdapat 4 permasalahan lingkungan yang menjadi atensi besar kita bersama untuk direnungkan dan segera diambil tindakan. Apa saja itu!

  1.  Sampah plastik

Jurnal sains, Nature menyebutkan jika sudah ada sekitar 11 juta ton plastik masuk ke lautan setiap tahunnya.

Hal tersebut tentulah mengancam semua habitat perairan akan punah. Jika tidak ada tindakan kepedulian yang tinggi, jumlah sampah plastik di lautan akan membludak menjadi 29 juta metrik ton pertahun pada tahun 2040

pexels-photo-2547565

2. Polusi udara

WHO pernah meyebutkan jua jika ada 4 hingga 7 juta orang meninggal akibat polusi udara di seluruh dunia setiap tahunnya. Serta 9 dari 10 orang menghirup udara yang mengandung polutan tingkat tinggi.

Polusi udara

3. Ketersediaan Air Bersih

Suka tidak suka, adalah fakta jika hanya 3% saja dari air dunia, adalah air tawar yang layak dikonsumsi.

Serta dua pertiganya –masih- tersimpan di gletser beku atau tidak tersedia untuk digunakan. Pada tahun 2025, diperkirakan dua pertiga dari populasi dunia menghadapi kekurangan air bersih.

pexels-photo-861414

4. Hilangnya keanekaragaman Hayati

WWF menyebut ukuran populasi mamalia, ikan, burung, reptil dan amfibi telah mengalami penurunan rata-rata 68% antara tahun 1970 sampai 2016.

Artinya bahwa tanpa perusakam alam oleh manusia, tingkat kehilangan ini akan sebenarnya memakan waktu ribuan tahun.

pexels-photo-2765872

Nah dari sederet permasalahan lingkungan yang sudah kita rasakan tadi, bisalah menjadi cermin, guna memampukan kita, bertindak lebih bijaksana memperlakukan bumi ini secara adil kan?

Tindakan mudahnya adalah ya memampukan kita untuk –segera- beradaptasi pada penggunaan produk konsumsi harian apa saja, yang –harus- ramah lingkungan!

Dimana setidaknya, dengan gerakan massif bersama dalam penggunaan produk ramah lingkungan tadi, akan mendorong brand-produk favorit kita juga akan mampu berinovasi. Dan mewujudkan tema keberlangsungan pembangunan yang kita cita-citakan di atas kan?

Nah,  pertanyaannya, apakah mampu dunia industri mewujudkan semua harapan kita itu ya?

Namun, ya percayalah, jika perbaikan lingkungan sudah menjadi syarat kesetiaan kita terhadap produk-brand, pastilah para produser yakni perusahaan yang menyipta brand kesayangan kita akan berusaha untuk mampu melakukannya.

Lalu kira-kira apa yang mendasari kemampuan dan pertimbangan dari banyak brand produk yang kita gunakan saat ini, untuk terus mengais kesetiaan konsumen mereka tadi? Mari akan saya tunjukkan!

Menantang Prinsip ESG Perusahaan, menalangi permasalahan lingkungan!

Lantas ada hal yang pastilah kita sudah mengerti, dimana permasalahan lingkungan yang terjadi selama ini, akan terkait pada 7 faktor yang sangat mempengaruhuinya. Apa saja itu?

Hadirnya emisi karbondiokasida dari pembakaran bahan bakar, konsemtrasi PM2.5 di area perkotaan, kematian akibat polusi udara, kualitas sumber air minum, jumlah limbah, area hutan dan juga kawasan lindung darat dan laut.

Nah dalam perjalanannya, dewasa ini, dunia industri –Koorporasi- selalu saja dihadapkan pada dugaan penyebab -minimal- satu dari 7 faktor penyebab permasalahaan lingkungan tadi kan?

Sehingga banyak Perusahaan kini harus berjibaku, untuk –selalu- mampu memulihkan kesetiaan konsumennya, agar mau menggunakan brand produknya, terus dan terus!

Kita lantas teringat jika –dahulu- banyak Perusahaan menyelesaikan seluruh persoalan yang ditimbulkan atas kegiatan produksinya, -termasuk permasalahan lingkungan tadi- lewat  program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) kan?

Dan memang program itu dahulu terkesan menjadi motto yang praktis untuk menjalankan tema keberlanjutan.

Namun semakin kemari, program CSR yang dijalankan banyak perusahaan, hanya menjelma sebagai alat pemasaran, memungkinan bisnisnya membuat gerakan simbolis belaka.

Dan dalam kasus terburuk –kasus korupsi misalnya- memungkinkan jua penyebab kelambanan kinerja perusahaan. Merasa gak?

Nah, prinsip ESG merupakan sebuah tren baru, yang menjadi standart perusahaan ideal masa kini dan masa depan, yang harus mau tidak mau memenuhi kriteria enviromental (lingkungan), social (sosial) dan Goverannce (Tata kelola perusahaan).

Perusahaan yang mampu menerapkan prisip ESG dalam praktik bisnis dan investasinya, akan turut pula mampu mengimplementasikan kebijakan perusahaannya, yakni tujuan keberlanjutan itu.

Karena ketiga elemen ESG ini tentu menjadi paket tri in one yang sama-sama harus berjalan dalam bisnis perusahaaan tadi.

Sehingga, sampai disini kita bisa saja menyebutkan, jika prinsip ESG Perusahaan penting adanya dan pastilah menguntungkan kita semua kan?

Ya hal itu bisa dibuktikan kok! Dimana perusahaan dengan portofolio, penilaian skor ESG yang tinggi, akan mampu mengungguli investasi pesaingnya di masa depan.

Serta Perusahaan yang menerapkan ESG aktif dan efektif, juga akan mengalami biaya modal rendah, pendapatan stabil dan resiko pasar rendah dibandingkan Perusahaan dengan skor ESG rendah.

Dan akhirnya membuat kita tak heran saja! Karena apa yang dikerjakan oleh Perusahaan dalam proses penciptaan dan pencitraan brand-nya atas dasar kepedulian terhadap lingkungan pastilah akan mendapati  dukungan, dan kecocokan oleh para konsumennya.

Dimana produk yang dihasilkan pastilah akan bersifat ramah lingkungan, dan menjadikan harapan baru pada perubahan lingkungan yang nyata.

Nah, jika ditanya wujud nyata keseriusan penerapan ESG Perusahaan atas penciptaannya brand-produknya?

Bisa saja lekas kita lihat dari beberapa proses kegiatan operasional perusahaannya dengan mudah kok. Apa saja itu?

1. Menggunakan bahan bakar ramah lingkungan, gak?

Kita bisa saja melihat, sejauh mana keseriusan Perusahaan dalam penyiptaan brand/produk favorit kita tadi, dengan memiliki kinerja dan kapasitas untuk mampu mengurangi penggunaan sumber daya alam. Serta mampu menemukan solusi yang lebih ramah lingkungan. Caranya yakni apakah mereka selalu memperbaharui supply chain managementnya?

Hal tersebut bisa kita lihat, apakah perusahaan atau korporasi telah mampu –misalnya- menyediakan sarana untuk memanfaatkan energi terbarukan?

Seperti sinar matahari sebagai bahan bakar mesin produksinya dan akhirnya menciptakan brand kesayangan kita?

pexels-photo-2800832

2. pengelolaan limbahnya baik, gak?

Selanjutnya, apakah sebuah perusahaan juga berhasil dan mampu dalam  mengurangi emisi lingkungan, selama proses produksi dan semua operasional perusahaan secara efektif?

Hal tersebut bisa kita lihat dengan bagaimana usaha mereka memperlakukan limbahnya untuk mengurangi kandungan berbahaya sebelum dibuang ke lingkungan.

Hal ini layaknya mudah ya? Namun kerap jarang pula dilakukan secara konsisten.

pexels-photo-2547565

3. Mampu berinovasi, gak?

Terakhir, adalah karakter perusahan yang ber-essensi ESG, apakah perusahan mampu mengurangi biaya dan beban lingkungan bagi pelangganya?

Tujuannya, ya salah satunya agar menciptakan peluang pasar baru dengan teknologi dan produk ramah lingkungannya tadi.

Contoh nyata yang bisa kita lihat adalah, inovasi Perusahaan mampu mengalihkan penggunaan plastik daur ulang sebagai bahan baku produknya seperti kacamata, dll.

pexels-photo-4397820

Wajarkah masalah sampah, menjadi syarat kesetiaan konsumen terhadap suatu brand?

Nah dengan melihat ketiga wujud nyata penilaiaan essensi ESG Perusahaan. Selanjutnya pastilah, sekarang kita dengan mudah akan mampu mengawasi proses penciptaan produk-brand apa saja yang pantas untuk digunakan dalam keseharian kita nanti.

Dan selanjutnya –pula- semua produk yang dihasilkannya akan mampu  menjamin penyelesaian permasalahan lingkungan kini dan masa depan?

Terutama, dan yang terpenting adalah ya masalah sampah yang tercipta selama proses produksi produk/brand yang kita gunakan selama ini.

Dimana kita harus jujur, jika masalah sampah ini sudah kasat mata kita dapat lihat dan rasakan di sekitar kita saat ini juga.

Nah, kita ambil contoh lewat tren masalah penganganan TPA sampah di banyak daerah dan kota besar.

Salah satunya yakni, masalah menggunungnya Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yang terletak di Kelurahan Ciketing udik, Kota Bekasi seluas 110.3 Ha itu.

Bayangkan saja, setiap hari volume sampah yang masuk ke TPST Bantargebang sebanyak 6500-7000 ton yang berasal dari Provinsi DKI Jakarta, yang nota-bene daerah padat industri.

Dan disana terdapat 7000-an pemulung yang menggantungkan hidupnya dari tumpukan sampahnya.

pexels-photo-128421

Dan informasi yang paling krusial adalah terdapat prediksi jika di tahun 2021 ini TPST Bantargebang, tidak bisa digunakan kembali lho, terkait overload sampahnya.

Terus dimana lagi sampah-sampah kita akan berlabuh?

Dan pertanyaan yang segera kita jawab bersama adalah apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi permasalahan ini ya?

Tidak ada cara lain ya memang harus ada perjuangan atas hal itu kan? Yakni memaksimalkan peran hak konsumen, untuk memilih produk yang benar –benar ramah lingkungan.

Artinya mulai kini kita harus mampu memasang syarat tinggi atas kesetiaan  yang kita miliki untuk produk kesayangan kita.

Ya dengan memastikan semua proses penyiptaan Brand produk yang kita gunakan mampu memenuhi -minimal- 1 dari 3 kriteria contoh wujud esensi ESG Perusahaan di atas kan?

Saatnya Brand kesayangan kita berkolaborasi dengan waste4change?

Nah, kita bisalah meraba jika permasalahan dari case TPST Bantargebang adalah sampah yang berakhir dan menggunung itu pastilah akan meninggalkan masalah lingkungan yang beragam kan?

Jika kita tarik pada masalah perubahan iklim –misalnya- tak akan terbantahkan jika tumpukan sampah yang menjulang itu juga akan menciptakan emisi berbahaya. Yakni gas metana, polusi udara atas baunya, serta ancaman pada habitat perairan, dan masih banyak lagi.

Nah, dengan standarisasi ESG Perusahaan yang sedang inn secara global kini. Apakah jua mampu menulari seluruh perusahaan yang beroperasi di sekitar kita, untuk melayani kebutuhan harian kita yang ramah lingkungan itu ya?

Dan nampaklah nyata, jika membebani kesempurnaan akan harapan kita itu, tentu banyak  memerlukan banyak sumber daya yang perusahaan perlukan. Terutama masalah finansial dan juga SDM jugakan?

Oleh sebab itu kolaborasi adalah kunci untuk menemukan solusi atasnya.

Nah, dari banyak kolaborasi tentu akan menyipta jalan keluar berupa Waste Management Indonesia, yang mampu tampil profesional untuk mengelola limbah/sampah produk perusahaan, guna meringankan perwujudan keberlanjutan ekonomi kita ini.

Nah, di kota-kota besar di pula Jawa kini menjamur waste4change, yang akan membuka peluang meraih kembali arti sebuah kesetiaan para konsumen, yang mendambakan brand ramah lingkungan tadi.

Karena waste4change memberikan banyak jalan menuju Roma kepada banyak perusahaan, guna melayani ragam manfaat pengelolaan sampah!

Nah apa saja yang bisa menjadi kolaborasi apik antara waste4change bersama perusahaan untuk bisa menjalin kesetiaan konsumen ya?

1. In-store Recycling

Layanan In-store Recycling waste4change ini memberikan kelegaan perusahaan untuk menerapkan prinsip ESG-nya. Dengan fasilitas pengelolaan sampah waste4change yang mampu mendaur-ulang materi sampah berlabel merek dengan mudah.

 

The Body Shop – Bring Back Our Bottle (BBOB) Program

Durasi Layanan:
2015 Sampai Sekarang

Kemasan terkumpul dan terdaur ulang:
33.447 kg

l-tbs

In-store Recycling

  1. Sistem pengelolaan sampah yang komprehensif di lini distribusi
  2. Pengelolaan sampah yang bertanggung jawab untuk sampah residu (sampah yang sulit didaur ulang) tanpa mengirimnya ke TPA (berdasarkan permintaan)
  3. Meningkatkan jumlah sampah yang dapat diproses melalui metode daur ulang
l-lizzy

Nah materi sampah berlabel tadi bisa berasal dari produk-produk cacat, dan sisa produksi. Dan juga proses distribusi yang menyebabkan kecatatan produk. serta sampah gudang, akibat barang retur rusak dan bekas.

Dan juga sampah dari konsumennya, berupa kemasan kosong atau produk yang sudah digunakannya.

Lalu dalam layanan ini, pihak Brand yang bekerja sama dengan waste4change akan mendapatkan beragam manfaat langsung. Apa saja itu!

– Mencegah produk berlabel merek Perusahaan tidak lagi disalahgunakan. Sesuai peraturan Pemerintah no 81 tahun 2012 tentang peran produsen.
– Waste4change tidak membebani permasalahan overload TPA yang menggunung
– Mendapatkan laporan alur sampah yang jelas dari waste4change
– Waste4change membantu meningkatkan tingka daur ulang produk Perusahaan secara layak dan aman

2. Layanan Digital EPR

Layanan Extended Producer Responsibility Indonesia (EPR)  waste4change membuka ruang kepada brand Perusahaan untuk mampu berkolaborasi menuntaskan daur ulang produknya, dengan banyak komunitas yang terlibat.

Nah dalam aplikasinya waste4change memudahkan menyediakan sistem daur ulang yang terintegrasi dengan website dan handphone. Dan akan meningkatkan tingkat daur ulang dari sampah berlabel merek Perusahaan

Hal ini dimaksud tidak akan hanya menunjang keperluan mendukung pengelolaan sampah yang bertanggung jawab atas sampah berlabel merek perusahaan.

Namun mampu menjalarkan peluang berkolaborasi dengan banyak pelaku bisnis dan mitra daur ulang yang lainnya.

Dan yang paling penting adalah layanan ini juga mendukung sekali pada program bidang eduksi dan kampanye dari merek/perusahaan atas perbaikan lingkungan terkini.

Lifebuoy Ramadhan Berkah 2019

Durasi Layanan:
1 Mei – 30 Juni 2019

Kota:
41 Kota di Indonesia

Number of Waste Recycling Agents Involved:
227

Kemasan terkumpul dan terdaur ulang:
7.177 pcs

Ades #NiatMurni 2019

Durasi Layanan:
31 Oktober 2019 – Sekarang

Kota:
Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, Medan

Number of Waste Recycling Agents Involved:
130

Kemasan terkumpul dan terdaur ulang:
1.650 pcs

l-lifebuoy

Tujuan komersilnya ya tentu saja layanan waste4change ini akan membuat keterjangkauan dan memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin luas. Dan berujung pada kesetiaan yang  lebih tinggi terhadap penggunaan suatu brandnya kan?

Nah dalam aplikasinya terdapat beragai alur untuk mudah dipahami dari layanan EPR ini

– Lokasi setor sampahnya tersebar di banyak lokasi di seluruh indonesia
– Pengguna dapat jua menyetor sampah mereka ke patner daur ulang waste4change dengan mendaftarkan diri terlebih dahulu, untuk mendapatkan kode unik
– Pengguna akan mendapatkan poin karena sudah mendaur ulang sampahnya di waste4change
– Sampah akan dikelola oleh waste4change secara layak
– Material akan dikirim ke industri up-cycling dan re-cycling dalam mendukung ekonomi circular
– Akhirnya layanan ini akan total dalam tujuannya mengurangi beban sampah di TPA

Saatnya katakan iya, untuk kesetiaanmu atas perbaikan lingkungan yang lebih baik!

Nah dari beragam kemudahan untuk menjangkau layanan waste4change dalam upaya perbaikan lingkungan, tentu saja mampu menghapus berbagai keraguan dan kesulitan banyak perusahaan, dalam  mewujudkan essensi ESG perusahaannya kan?

Dan layanan waste4change juga akan mampu menjadi mitra kolaborasi serta bagian kerja nyata Perusahaan untuk bersungguh-sungguh menyajikan produk atau brand yang benar-benar ramah lingkungan.

Botol-botol plastikmu beserta kemasan plastik pasca konsumsi lainnya akan didaur ulang jadi 1 frame kacamata untukmu. Dan 1 untuk teman-teman yang membutuhkan. Atau donasikan dua-duanya.

Bekerjasama dengan sejuta kacamata untuk Indonesia, ratusan kacamata akan dibagikan pada teman-tema yang membutuhkan untuk bantu mereka #LihatDenganJernih

Periode Program (Pengiriman Botol)

1 Maret – 1 Mei 2021

Periode Pembagian Donasi

Mei 2021

Periode Pengiriman Kacamata

Mei-Juni 2021

Kacamata-1-1
Desktop-Banner-1

Dan untuk meyakinkan atas semua layanan waste4change dan segera ikut berkolaborasi merapikan lingkungan kita soal sampah. Perusahaan  kini lebih mudah untuk menggali semua informasi  dan layanan waste4change lewat kanal media sosial waste4change di bawah ini.

 

Dan akhirnya, Perusahaan mampu menjaga kesetiaan konsumennya saat ini dengan mudah. Ya dengan modal perwujudan essensi ESG Perusahaan tadi.

Dan sebagai pihak konsumen pun saat ini bisa semakin mudah dan cerdas untuk mampu menjadi setia dengan memilih produk yang mau dan mampu berkolaborasi bersama waste4change. Yuk terus menjadi setia ya bersama waste4change! Janji?

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog Waste4Change Sebarkan Semangat Bijak Kelola Sampah 2021
(Alfian Arbi)

Photo ilustrasi Pexels.com dan waste4change

Sudah baca artikel ini, belum?