Eh Nongkrong Lama-lama Di Taman Samarendah, Apa Sudah Terinspirasi?

Taman Samarendah icon baru Samarinda, ini kesan pertama saya, selanjutnya bagaimana ya?

Suer, tulisan tentang taman Samarendah ini bener-bener late-post buat dibagi –sibuk boss– Bagi yang sudah ke taman Samarendah, anu, mending abaikan saja tulisan ini, diskip. Jika dalam hati kamu sudah yakin menebak, tulisan ini pasti akan membahas soal kuda lagi, kuda lagi. Basi!

Tapi saya masih yakin, banyak juga Busam alias bubuhan Samarinda yang belum berkunjung ke taman Samarendah-kan? Biasa mungkin syibuk. Nah jika ada yang belum kesana, tidak ada salahnya terus saja membacanya, buat jaga-jaga ! Mempersiapkan niat, buat nongkrong lama-lama di sana.

Patung Kuda | Dokumen Pribadi

Sudah lama sebenarnya saya menebak-nebak, apa sih bagusnya taman Samarendah yang tempo lalu (24/1) dibuka secara resmi, dan diperbincangkan bubuhan Samarinda.

Di media sosial saya lihat ramai, Busam berduyun-duyun datang sembari berfoto “kuda-kudaan” bersama pasangan dan keluarga  masing-masing di gelap cahaya malam tanpa malu.

Syukur, akhirnya saya berhasil membuktikan itu, apa enaknya kuda-kudaan itu dan menjadi saksi perubahan wujud taman Samarendah yang semakin hari, semakin terkuak kenyamanannya.

Jujur, dari awal, saya sih pesimis, mau jadi apa taman ini kedepan. Karena kok  tega sekali pembuatannya sudah menggusur dua bangunan sekolah plus lapangan bola dan basket yang bisa menampung manfaat atas banyak orang terutama generasi muda seperti kita.

Setiba di sana, saya melihat lihat sekali lagi, mulai dari tepi taman, rimbunan tanaman pagar yang mulai rapi terlihat sih.

Nah, saya perlahan masuk dan kebetulan saya datang pas malam hari, pastilah gelap, eh tapi gelap itulah yang akan menuntun kita ke arah terang bederang, yakni patung kawanan kuda yang sedang mandi oleh percikan pancuran air mancur di bawahnya.

Dokumentasi Pribadi

Itu belum seberapa, ada lagi lampu tinggi menjulang memancarkan sinar warna-warni. Kata orang sih lampu hiasnya seperti  menara di Dubai sana. Dubai dimana sih?

Mendekat sedikit lagi ke arah lampu tadi, banyak sekali orang bahkan pasangan kekasih  yang datang bukan hanya sekedar nongkrong duduk, namun banyak kali malah terlihat ‘kuda-kudaan’, alias berfoto di belakang patung kuda dan sinaran lampu warna-warni yang menggoda itu.

Dokumentasi Pribadi

Aku lantas duduk, jauh ke belakang. Di sana ada bangku yang bisa dipakai dua orang untuk berbincang, untuk memandangi orang lalu lalang. Pikiranku lantas masih memikirkan kuda yang lagi ramai dibahas itu. Kok kepok!

Pikirku, ya pantas sajalah, kuda itu menjadi heboh, lawong di sini orang Samarinda jarang melihat kuda, ya patung kudanya saja cukup.

Maklum, orang Samarinda hanya mengenal orang utan, burung enggang ataupun pesut mahakam yang lebih terkenal sebelum icon kuda yang baru itu.

Tapi saya mau membatasi saja ah, tidak ada tafsir tunggal mengapa kok kuda tadi dijadikan icon taman Samarendah di pusat kota ini. Pakai saja tafsir masing-masing untuk memaknai icon kuda itu sih, biar cepat selesai.

Pihak yang maha tahu soal perkudaan itu, tentu pihak sponsor yang membiayai pendirian patung kuda itu di sana. Hah, namanya juga ‘gratisan’ suka-suka merekalah! Kita hanya bisa menerima  taman Samarendah itu, yang bisa kita manfaatkan untuk bersantai ria bersama doi ataupun keluarga, kapan saja.

Berada di sini, sudah sperti anggota dewan saja, datang, terus duduk, menatap cahaya lampu, lambat-lambat mendekat dan memandangi kuda tersebut satu-satu, kemudian kuda-kudaan deh alias berselfie ria dibalik patung kuda. Lalu pulang setelah puas meng-update status dengan photo itu. Hal tersebut sudah lumrah kan?

Dokumen Pribadi

Nah, sebenarnya ada poin yang harus saya katakan ketika saya berada di taman samarendah ini. Apa yok?

Sosok inspirasi baru selain kuda tadi, anuu pertama sih saya hanya merasa menjadi lebih tinggi ketika menapak di taman itu karena taman ini di buat lebih tinggi dari lainnya dan lama-kelamaan membuat saya menjadi merasa aman dan susah beranjak pulang.

Pikiran saya lantas berkata, jikalau banjir nanti, tempat ini bisa dong dijadikan tempat evakuasi bagi banyak warga kota. Muster Point gitu!

Saya lantas tertawa kecil dan terus mengejar inspirasi goblok itu, lalu seperti biasa saya mulai nakal dan terus saja menafsirkan mengapa taman ini dibangun.

Apa mungkin ya, taman samarendah ini dibranding dan digunakan sebagai fakta atau alasan yang mengiyakan jika Samarinda itu wilayahnya ya sama rendah. Asal mula kata Samarinda yang juga dipercaya sebgai mitos oleh warga.

Artinya, kalau memang Sama rendah, ya tentu akan terus dan terus Samarinda akan tergenang banjir sampai kapanpun jika curah hujan tinggi. Sehingga jikalau begitu, siapa saja yang menjadi pemimpin di kota ini, terus akan terbebani dengan bencana banjir ini bila musim hujan tiba. Jika tidak ‘pandai’ menata tata ruang kota.

Buktinya, hingga kini, banjir selalu saja menggenangi wilayah ibukota Kaltim ini. Sama rendah sepertinya sudah menjadi kutukan jika banjir memang sudah menjadi jatah warga kota ini. Ahh, benar apa tidak auh ahh..!

Jikalau ini memang benar seperti itu, dimana taman Sama-rendah dijadikan doktrin bahwa banjir sudah memang menjadi jatah warga Samarinda dan menjadi penyebab terjadinya banjir di Samarinda, bukan gundukan sampah warga ataupun drainase yang baik  dan akhirnya semua warga pun juga menyetujui doktrin tadi.

Alamaak, tidak ada lagi calon pemimpin kota Samarinda ini yang akan mengobral janji kampanye, untuk mencegah kehadiran bencana banjir yang hampir datang setiap tahunnya di kota ini.

Ketika banjir datang  ya jawabannya lempeng, ya hanya terima saja, kan Sama rendah, kalau tidak percaya tuh ada taman Samarendah-nya! Hah, kan jadi ngaco! Hah, dasar inspirasi geblek, hah jadipikiran saja.

Berharap semoga dilain hari, ketika nongkrong dapat lagi inspirasi baru yang lebih hot di taman Samarendah.

Saya juga tidak berharap, jika bertamu di taman Samarendah ini nanti menemukan fakta kok air mancurnya gak nyala lagi, atau banyak juru parkirnya atau tidak ada bak sampahnya, atau lagi lampu hiasnya tidak menawan lagi. Bisa jadi hal tadi malah menghadirkan inspirasi baru lagi, jangan-jangan si anuu anuu lagi!

Kita lihat saja konsistensi taman Samarendah ini kedepan deh, sembari kita rawat dan jaga. Makanya yuk sering-sering nongkrong dimari, biar terinspirasi, lebih lebih buat yang ngejomlo bisa mendapat jodoh baru biar bisa kuda-kudaan bareng di sana dan bahagia ya. Amiin!

Tinggalkan Balasan