wadahkata.ID- PT Astra Honda Motor (AHM) bersama Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) menyalurkan berbagai rangkaian bantuan kemanusiaan serta memulihkan prasarana pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah pemulihan ini difokuskan pada perbaikan prasarana pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Warsawe, Kabupaten Manggarai Barat, yang diresmikan pada 3 Oktober 2026.
Bantuan ini mencakup fasilitas penunjang listrik, ketersediaan air bersih, serta perangkat pendukung pelayanan kesehatan primer seperti rawat jalan, persalinan, dan gawat darurat guna melayani lebih dari 7.200 warga sekitar.
Kepala UPTD Puskesmas Warsawe, Yohanes G. Floriani, menyampaikan bahwa pemulihan fasilitas pelayanan kesehatan pascabencana merupakan prioritas utama yang dapat memberikan kekuatan bagi masyarakat untuk bangkit kembali.
“Dukungan dari AHM sangat berarti bagi seluruh warga desa serta memberikan ketenangan, harapan, dan keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi situasi ini sendirian. Kami akan memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Fani.
Pemulihan layanan kesehatan tersebut selanjutnya akan dilanjutkan melalui revitalisasi empat Posyandu di Kabupaten Nagekeo, NTT, untuk mengoptimalkan layanan kesehatan dasar, pemantauan tumbuh kembang anak, kesehatan ibu dan anak, serta imunisasi.
Sebelumnya, sejak masa tanggap darurat gempa pada Agustus hingga awal Oktober, Yayasan AHM bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah menyalurkan bantuan kebutuhan dasar berupa sembako, selimut, obat-obatan, dan vitamin di Kabupaten Manggarai dan Sikka pada 17 hingga 19 Agustus.
Penyaluran bantuan juga diperkuat melalui Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang mencakup perlengkapan ibadah, sekolah, nelayan, paket makanan bergizi, dapur umum, hingga air bersih.
General Manager Corporate Communication AHM, Rina Listiani, mengatakan pemulihan pascabencana membutuhkan dukungan secara bertahap dan berkelanjutan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas produktifnya sehari-hari.
“Kami berharap dengan adanya fasilitas kesehatan yang memadai, masyarakat memiliki fondasi kuat untuk kembali beraktivitas, bekerja, dan memulihkan mobilitas produktif mereka. Melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu pemulihan dari dampak bencana di NTT dan sekitarnya,” ujar Rina.
Selain sektor kesehatan dan sosial, Yayasan AHM bersama PT Mitra Pinasthika Mulia dan Yayasan Pemuda Konservasi Indonesia turut memperkuat pelestarian lingkungan melalui penanaman 10.000 bibit mangrove jenis Rhizophora stylosa di Loh Sebita, Taman Nasional Komodo, pada 5 Oktober 2026.

Rehabilitasi ekosistem pesisir ini melibatkan berbagai instansi pemerintah daerah, sekolah, serta masyarakat setempat guna melindungi kawasan pesisir sekaligus menjaga habitat satwa endemik komodo.

