Pekan ke-31 : Ambisi Tanpa Jeda Sang Pesut Etam di Stadion Segiri
Stadion Segiri, Samarinda, menjadi saksi bisu betapa ambisi Borneo FC untuk merengkuh takhta juara musim ini belum memudar sedikit pun.
Pada laga pekan ke-31 Super League yang digelar Selasa (5/5/2026), tim berjuluk Pesut Etam tersebut sukses mencatatkan kemenangan kelima secara beruntun setelah menundukkan perlawanan sengit Persita Tangerang dengan skor meyakinkan, 2-0.
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan angka di papan klasemen. Dengan raihan 72 poin, Borneo FC kini menempel ketat Persib Bandung di puncak takhta.
Meski Persib masih memimpin melalui keunggulan head-to-head, hasil ini menjadi sinyal kuat bahwa persaingan menuju gelar juara akan ditentukan hingga tetes keringat terakhir di tiga laga sisa.

Dominasi dan Ketajaman Peralta
Sejak peluit pertama dibunyikan, Borneo FC langsung mengambil inisiatif serangan. Skuad asuhan Pesut Etam tampil agresif demi mencari gol pembuka.
Namun, Persita Tangerang bukan tanpa perlawanan. Pada menit ke-8, kiper Nadeo Argawinata dipaksa bekerja keras untuk menepis tendangan melambung Aleksa yang nyaris mengubah keadaan.
Setelah beberapa peluang dari Caxambu dan serangan balik Persita yang dipatahkan oleh kedisiplinan Alfharezzi Buffon, kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-37.
Berawal dari skema kerja sama apik, Koldo Obieta menyodorkan bola yang disambut dengan tenang oleh Mariano Peralta.
Dari luar kotak penalti, Peralta melepaskan tembakan presisi ke sudut kanan gawang yang tak mampu dijangkau oleh Igor Rodrigues. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Petaka Kartu Merah dan Segel Kemenangan
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat. Persita yang berupaya mengejar ketertinggalan justru harus menerima kenyataan pahit pada menit ke-58.
Penyerang andalan mereka, Rayco Rodriguez, diganjar kartu merah langsung oleh wasit akibat pelanggaran keras. Unggul jumlah pemain membuat Borneo FC semakin leluasa mendikte permainan.
Gempuran demi gempuran terus dilancarkan. Mariano Peralta nyaris menggandakan keunggulan melalui umpan trivela yang disambut sundulan Obieta, meski masih bisa dimentahkan dengan gemilang oleh kaki kiper lawan.
Kepastian kemenangan tuan rumah baru benar-benar terkunci pada menit ke-90. Melalui serangan balik cepat, Obieta yang lepas dari jebakan offside menggiring bola mendekati area penalti.
Alih-alih mengeksekusi sendiri, ia dengan cerdik mengirimkan umpan matang kepada Muhammad Sihran.
Dengan satu sontekan ringan, Sihran menyarangkan bola ke gawang yang kosong, memastikan tiga poin penuh tetap berada di Samarinda.
Menatap Tiga Final Tersisa
Hasil ini memperlebar jarak Borneo FC dengan Persija Jakarta yang berada di posisi ketiga dengan 65 poin. Kini, fokus sepenuhnya beralih pada perburuan gelar melawan Persib Bandung.
Dengan hanya menyisakan tiga pertandingan, setiap kesalahan kecil bisa menjadi penentu siapa yang akan mengangkat trofi Super League di akhir musim nanti.
Berikut update klasemen BRI Super League pekan ke-31 2025/2026
KLUB | POIN | WIN | DRAW | GOAL |
Persib Bandung
| 72 | 22 | 6 | 35 |
Borneo FC Samarinda
| 72 | 23 | 3 | 36 |
Persija Jakarta
| 65 | 20 | 5 | 32 |
Malut United
| 52 | 15 | 7 | 23 |
Persebaya Surabaya
| 51 | 14 | 9 | 14 |
Dewa united
| 50 | 15 | 5 | 4 |
Bhayangkara FC
| 47 | 14 | 5 | 2 |
Bali United
| 45 | 12 | 9 | 6 |
Persita Tanggerang
| 44 | 13 | 5 | 6 |
Arema FC
| 39 | 10 | 9 | -2 |
PSIM YOGYAKARTA
| 39 | 9 | 12 | -2 |
Persik Kediri
| 36 | 10 | 6 | -15 |
PSM Makassar
| 34 | 8 | 10 | -4 |
Madura United
| 32 | 8 | 8 | -16 |
Persijap Jepara
| 31 | 8 | 7 | -17 |
Persis Solo
| 27 | 6 | 9 | -30 |
Semen Padang
| 20 | 5 | 5 | -23 |
PSBS Biak
| 18 | 4 | 6 | -49 |
Pekan ke-27 BRI Super Liga, Langkah Sang Pesut Mengincar Mahkota Klasemen Liga
Langit Samarinda pada Sabtu, 11 April 2026 sangat cerah, menjadi saksi bagaimana Borneo FC bermain bukan hanya untuk menang, tapi untuk mengirimkan pesan penting untuk rivalnya di puncak klasemen BRI Liga 1, jika mereka sedang OTW juara liga!
Panggung Sang Tango: Mariano Peralta
Mariano Peralta, Pemain asal Argentina ini teris menari di sela-sela pertahanan PSBS Biak. Pada menit ke-29, ia akhirnya memecah kebuntuan, dan sebelum babak pertama usai, ia kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Dua gol dan satu assist. Peralta kini bukan sekadar pemain; ia adalah ancaman nyata bagi David da Silva dalam perburuan gelar Top Scorer.
Dengan 15 gol di kantong, ia hanya butuh satu embusan napas lagi untuk menyamai sang pemuncak.

Badai yang Tak Kunjung Reda
Lain halnya dengan PSBS Biak, yang dijuluki “Badai Pasifik”, mencoba melawan. Mohcine Hassan sempat memberi secercah harapan lewat golnya di menit ke-32. Namun, sore itu, Badai Pasifik harus mengakui bahwa arus Pesut Etam jauh lebih deras.
Di babak kedua, pertahanan Biak luluh lantak dalam waktu singkat. Juan Villa dan Marcos Astina mencetak gol hanya dalam selisih satu menit (67′ dan 68′), sebelum akhirnya Komang Teguh menutup pesta dengan gol di menit-menit akhir. Skor 5-1 menjadi skor yang menyakitkan bagi sang juru kunci.
Respek dari Sang Rival
Usai laga, suasana haru sekaligus hormat muncul dari bangku cadangan lawan. Marian Mihail, pelatih PSBS, berdiri dengan tegar meski timnya kalah telak. Ia teringat masa lalunya saat masih menahkodai PSS Sleman.
“Borneo telah membentuk tim yang sangat kuat selama bertahun-tahun. Mereka layak mendapatkan semua ini,” ucapnya tulus. Bagi Mihail, Borneo FC bukan tim yang mendadak jago, melainkan hasil dari konsistensi yang panjang.
Napas di Tengkuk Persib
Kini, papan klasemen bercerita tentang persaingan yang sangat tipis. Borneo FC kini mengoleksi 60 poin, hanya tertinggal satu angka di belakang Persib Bandung. Jarak satu poin itu kini terasa sangat panas.
Meski akhirnya, Persib masih jua kokoh pada Minggu (12/4) dengan mengalahkan Bali United 3-2, dan merenggangkan kembali jarak 4 poin di papan atas klasemen BRI Liga 1 dengan Borneo FC.
Bagi para suporter di Samarinda, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Ini adalah pernyataan Bahwa di musim 2025-2026 ini, Sang Pesut tidak akan berhenti berjuang sampai mereka menyentuh mahkota juara.
Drama pekan ke-19 di Segiri: Sundulan Obieta yang Menggetarkan Samarinda
Lebih dari sekadar laga biasa, duel di Stadion Segiri (1/2/2026) menguras emosi suporter Borneo FC melalui drama ketegangan hingga kemenangan dramatis di pengujung laga.
Laga baru berjalan 13 menit ketika adrenalin penonton dipacu oleh serangan balik PSIM Yogyakarta. Riyatno Abiyoso melepaskan tembakan melengkung yang mematikan, namun Nadeo Argawinata menunjukkan kelasnya sebagai benteng terakhir dengan tepisan heroik yang hanya membuahkan sepak pojok.
Borneo tak tinggal diam; empat menit kemudian, tiang gawang bergetar akibat dentuman keras Marcos Astina. Stadion seolah menahan napas.
Kebuntuan pecah di menit ke-29. Lewat skema sepak pojok, Kaio Nunes melompat tinggi dan menyundul bola masuk ke gawang. Suasana sempat hening sejenak saat wasit meninjau VAR karena dugaan pelanggaran. Namun, setelah drama beberapa menit di depan layar monitor, wasit menunjuk titik tengah. Gol! Segiri bergemuruh, skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Ujian Mental di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, PSIM Yogyakarta yang berjuluk Laskar Mataram menolak menyerah. Tekanan demi tekanan dilancarkan hingga puncaknya terjadi di menit ke-81.
Pelanggaran di kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih. Ze Valente maju sebagai algojo. Meski Nadeo berhasil membaca arah bola dengan tepat, derasnya sepakan Valente tak terbendung. Skor berubah 1-1, dan keheningan menyelimuti tribun tuan rumah.
Waktu normal 90 menit habis. Papan skor masih menunjukkan angka kembar. Banyak yang mengira laga akan berakhir berbagi angka, namun di sepak bola, laga belum usai sebelum peluit panjang ditiup.
Keajaiban di Masa Inggit (Injury Time)
Menit menunjukkan 90+2. Saat harapan mulai menipis, Caxambu mengirimkan umpan lambung melengkung yang manis dari sisi kiri. Di tengah kepungan bek lawan, Koldo Obieta muncul sebagai pahlawan. Dengan penempatan posisi yang sempurna, sundulannya menghujam deras ke jala PSIM.
Sore itu, Koldo Obieta tidak hanya mencetak gol; ia memberikan pesan bahwa di Samarinda, perlawanan belum berakhir hingga detik terakhir.

Gol! Stadion Segiri meledak dalam kegembiraan. Gol telat tersebut mengunci kemenangan tipis 2-1 untuk sang “Pesut Etam”.
Menatap Puncak Klasemen
Kemenangan dramatis ini bukan sekadar soal tiga poin. Tambahan angka ini membuat Borneo FC kini mengoleksi 43 poin, menempel ketat Persib Bandung di puncak klasemen Super League dengan selisih hanya satu poin saja. Sementara bagi PSIM, kekalahan ini menjadi pil pahit yang tertahan di peringkat ke-7.
Pekan ke-15, Borneo FC Redam Persebaya 2-2
Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) kembali menjadi saksi bisu betapa mahalnya harga sebuah kemenangan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Pada Sabtu malam (20/12/2025), Persebaya Surabaya menunjukkan mengapa mereka dijuluki “Petarung” saat menjamu sang pemuncak klasemen, Borneo FC.
Bukan sekadar skor imbang 2-2, laga ini adalah tentang daya juang tanpa batas dari pasukan Bajul Ijo menolak menyerah meski dua kali tertinggal atas Borneo FC
Duel Raksasa: Mental Juara vs Semangat Wani
Sejak peluit pertama dibunyikan, intensitas tinggi langsung tersaji. Persebaya yang didukung ribuan Bonek mencoba menggebrak lewat aksi lincah Gali Freitas. Namun, Borneo FC membuktikan kelasnya sebagai pemimpin klasemen dengan ketenangan luar biasa.
Gol pembuka lahir dari skema serangan balik mematikan. Juan Villa (23′) sukses mengonversi umpan silang Caxambu, membungkam sejenak publik Surabaya.
Namun, mentalitas Wani langsung bereaksi. Hanya berselang dua menit, Gali Freitas membalas lewat kemelut di depan gawang Nadeo Argawinata. Meski sempat diwarnai drama peninjauan VAR, gol tersebut sah dan membakar semangat tuan rumah.
Persebaya paksa Borneo FC berbagi poin dalam duel Sengit BRI Super League 2026
Memasuki babak kedua, petaka nyaris menghancurkan harapan Persebaya. Leo Lelis, yang biasanya kokoh di lini belakang, melakukan kesalahan antisipasi.
Bermaksud memotong umpan Mariano Peralta, bola justru bersarang di gawang Ernando Ari. Skor 1-2 untuk Borneo FC di menit ke-71 seolah menjadi vonis kekalahan bagi tuan rumah.

Namun, rasanya kata menyerah tidak ada dalam kamus Persebaya. Saat waktu normal hampir habis, Malik Risaldi muncul sebagai pahlawan.
Memanfaatkan bola muntah di menit ke-89, tembakan kerasnya merobek jala Borneo FC dan memaksa laga berakhir imbang 2-2.
Analisis Klasemen: Borneo Masih di Puncak, Persebaya Mengejar
Meski gagal menang, Borneo FC tetap kokoh di puncak klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 34 poin. Sementara itu, Persebaya Surabaya masih tertahan di peringkat ke-6 dengan 19 poin, namun dengan modal kepercayaan diri yang meningkat pesat.
Susunan Pemain Utama:
- Persebaya Surabaya: Ernando Ari; Arief Catur, Leo Lelis, Rachmat Irianto, Dejan Tumbas; Milos Raickovic, Sadida Nugrahra, Toni Firmansyah; Diego Mauricio, Malik Risaldi, Gali Freitas.
- Borneo FC: Nadeo Argawinata; Christophe Nduwarugira, Komang Teguh, Fajar Fathurrahman; Westherley Garcia, Juan Villa, Kei Hirose, Rivaldo Pakpahan; Joel Vinicius, M. Sihran, Mariano Peralta.
Borneo FC puncaki klasemen pekan ke-14, meski kalah atas Bali United 1 gol
Di awal musim Liga Super 2025/26, bandul kemenangan seolah selalu tertuju ke Stadion Segiri saja ya?
Hal itu terbukti dari aksi Borneo FC, yang dijuluki Pesut Etam, berhasil menorehkan sejarah yang nyaris sempurna, ya sebelas kemenangan beruntun sejak peluit pertama musim dibunyikan.
Pelatih mereka, Fabio Lefundes, mungkin sempat membayangkan akhir musim akan tiba lebih cepat. Dengan performa seperti itu, gelar juara rasanya hanya tinggal menunggu waktu?
Bak peribahasa lama, sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Pada pekan ke-14, di Minggu sore yang cerah itu (30/11/2025), rentetan kemenangan magis itu resmi terhenti.
Ironisnya, sang penakluk bukanlah tim kuat yang kini sedang berada di puncak performa, melainkan Bali United, tim yang tengah kesulitan dan terseok-seok di papan tengah klasemen.
Bali United datang ke Segiri sebagai tamu yang terancam, tetapi justru mereka yang sukses meredam arogansi sang pemuncak klasemen.
Di hadapan ribuan suporter setia yang memadati stadion Segiri, Nadeo Argawinata dan kawan-kawan justru dihantam kebuntuan. Mereka kehilangan ketajaman yang selama ini menjadi senjata.

Hukuman kepada Borneo FC tiba di awal babak kedua. Melalui aksi cemerlang Kadek Agung, Serdadu Tridatu berhasil merobek jala Pesut Etam. Skor akhir 0-1. Borneo FC gagal menambah pundi poin, tertahan di angka 33, meski takhta puncak klasemen masih tetap mereka gengga untuk sementara.
“Kita sudah tahu semua tim yang datang ke sini pasti berubah cara bermainnya,” ujar Fabio Lefundes, seolah sudah mengendus adanya perubahan strategi dari para lawan yang datang bertandang, namun kali ini ia tak mampu meredamnya.
Setujukan jika kejatuhan Sang Juara Reguler Liga 1 2023/24″ akan menjadi angin segar bagi para tim rival?
Di Jakarta, Persija kini berdiri sebagai rival terdekat, hanya berjarak empat poin dari puncak. Sementara itu, sang juara bertahan, Persib Bandung mengintai dengan 22 poin. Namun, Persib masih menyimpan senjata rahasia: empat pertandingan tunda.
Jika Marc Klok dkk mampu memenangkan tiga dari empat laga tersimpan tersebut, khususnya saat rival sedang menikmati jeda SEA Games, mereka berpotensi besar melompat hingga 31 poin, bahkan menyalip Persija.
Kini, semua mata tertuju pada satu tanggal 5 Desember. Kekalahan Borneo menjadikan pertemuan mereka dengan Persib—laga tunda yang seharusnya digelar di pekan keempat—menjadi sangat menentukan alur perebutan juara.
Ini bukan lagi sekadar pertandingan, melainkan pertarungan memperebutkan narasi utama musim ini, bukan?
Dengan kekalahan itu, Borneo FC masih terkunci di puncak Klasemen BRI Liga 1 pekan ke-14.
Borneo FC di puncak klasemen pekan ke-13, setelah kandaskan Madura United 1-0
Stadion Segiri malam itu terasa seperti panggung drama yang seru, Sabtu (22/11/2025). Dimana pekan ke-13 mempertemukan Borneo FC VS Madura United membukakan pintu lebar-lebar bagi Borneo FC memuncaki klasemen BRI Liga 1 2025/2026 Pekan Ke-13.
Bukan hanya drama antara 22 pemain, melainkan duel epik penjaga gawang kedua tim, baik Nadeo Argawinata dan ketangguhan gawang Madura United yang dijaga Diky Indrayana, lalu digantikan Aditya Harlan.
Sejak peluit awal, Borneo FC, membombardir pertahanan Madura United. Peluang emas Joel Vinicius di menit kedua sudah dihempaskan Diky, seakan mengirim pesan Malam ini tidak akan mudah.
Laskar Sappeh Kerrab merespons tekanan itu dengan pertahanan yang solid, bahkan sesekali menyentakkan jantung Samarinda. Sayang, tembakan Balotelli menghantam mistar, disusul peluang Aji Kusuma yang memaksa Nadeo melakukan penyelamatan krusial.
Ketegangan mencapai puncaknya di menit ke-72. Wasit menunjuk titik putih. Penalti untuk Madura United! Jantung suporter seolah berhenti.
Namun, di bawah tekanan yang menghimpit, Nadeo Argawinata berubah menjadi tembok. Tendangan Jordy Wehrman berhasil ia tepis dengan gemilang, menjaga asa timnya tetap menyala dan skor tetap 0-0.
Waktu terus berdetak tak terasa, menyisakan kekecewaan dan rasa frustrasi para pemain. Ketika waktu normal hampir habis dan rekor kemenangan beruntun pun terancam putus, tiba-tiba muncullah harapan baru bagi Borneo FC dari sayap kanan.
Akhirnya momen seru di menit ke-89, ketika Maicon Souza mengirim umpan silang mendatar. Bola itu meluncur cepat, mencari kaki pemain Borneo FC di depan gawang Madura United.
Dan beruntung di sana, ada Douglas Coutinho yang siap menyambutnya. Satu sentuhan ke Gawang Madura United akhirnya bisa jebol. Segiri bersorak sorai bergemuruh.

Gol semata wayang itu bukan sekadar tiga poin, namun buah kesabaran atas ketahanan mental 88 menit penantian.
Kemenangan 1-0 ini, merupakan kemenangan yang ke-11 secara beruntun, mengukuhkan Borneo FC di puncak klasemen sementara, berkat sentuhan emas Sang Penyelamat, ya Coutinho.
Borneo FC menjadi pemuncak di pekan Ke-12 klasemen BRI liga 1 2025/2026
Borneo FC memastikan posisinya di puncak klasemen BRI Super League pekan ke-12 usai meraih kemenangan wajib atas Semen Padang FC di Padang, Minggu (9/10/2025).
Aksi cemerlang Mariano Peralta menjadi kunci kemenangan Borneo FC 2-0 atas Semen Padang, setelah ia sukses memborong dua gol pada menit ke-6 dan 61 dalam laga yang disiarkan langsung dari Stadion H. Agus Salim, Padang.
Sebaliknya, alih-alih memutus kekalahan beruntun di kandang, hasil buruk ini justru memperpanjang rekor minor Semen Padang dan mempertahankan mereka di urutan terbawah klasemen BRI Super League.

