DI balik megahnya panorama bentang alam tenggara Gunung Merapi, napas kehidupan masyarakat Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, mulai berdenyut kencang.
Letaknya yang berada di kawasan lereng gunung tak menyurutkan semangat sekitar 2.000 jiwa penduduknya untuk terus tumbuh dan berkembang. Kini, geliat ekonomi baru resmi berembus seiring diresmikannya Gerbang Ekowisata Kalitalang pada Minggu (02/08).
Peresmian gerbang ini bukan lagi seremoni pemotongan pita belaka? Hal itu menjadi penanda dan identitas baru bagi destinasi wisata setempat yang kini tampil dengan pelayanan lebih tertata, siap memanjakan para pelancong yang rindu akan kesejukan dan indahnya panorama Merapi.
Kehadiran wajah baru Kalitalang sekaligus menegaskan komitmen panjang Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan pemerintah wilayah setempat, yang telah menanam benih pemberdayaan sejak November 2025 melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Satu Hati.
Di bawah bimbingan para dosen pembimbing, mahasiswa UGM tak kenal lelah mendampingi masyarakat lokal agar naik level dalam mengelola potensi ekowisata di kawasan tersebut.
Sentuhan Nyata bagi Ekonomi Lokal
Dampak dari kolaborasi lintas sektor ini mulai dirasakan langsung oleh warga. Kunjungan wisatawan yang terus mengalir tak hanya meramaikan kawasan Kalitalang, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian warga di kaki gunung.
Rasa syukur dan apresiasi mendalam disampaikan langsung oleh pimpinan desa setempat seusai acara peresmian.
“Terima kasih saya ucapkan, hadirnya Yayasan AHM dan UGM dalam membersamai masyarakat lokal sangat memberikan value terbukti kunjungan wisatawan ke Ekowisata Kalitalang terus meningkat sehingga ekonomi lokal terus tumbuh di wilayah kami” Ucap Kepala Desa Balerante, Sukono saat itu.
Desa Balerante menyimpan modal sosial dan alam yang sangat luar biasa. Selain keindahan bentang alam lereng gunung, desa ini kaya akan kebudayaan lokal yang khas.
Potensi melimpah inilah yang dijadikan fondasi utama untuk mengembangkan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat—sebuah konsep yang tak hanya mendatangkan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan serta kearifan lokal.
Melalui KKN Tematik Satu Hati, Yayasan AHM menyokong penuh implementasi inisiatif pengembangan desa oleh mahasiswa dan perguruan tinggi.
Fokusnya mencakup penguatan ekowisata, peningkatan kapasitas UMKM, hingga pengembangan ekonomi kreatif. Inisiatif ini dirancang holistik agar mampu menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing Desa Balerante sebagai destinasi wisata berkelanjutan.
Sinergi Tri Dharma dan Ide Kreatif Anak Muda
Hadir dalam peresmian tersebut Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. dan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom. Dalam kesempatan tersebut, Rektor UGM menegaskan pentingnya keberlanjutan dari sinergi ini bagi pengabdian masyarakat.
“Program KKN mahasiswa kami di Desa Balerante merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian masyrakat. Kolaborasi yang sudah dilakukan bersama Yayasan AHM dan seluruh stakeholder perlu terus ditingkatkan serta dapat menjadi inspirasi di wilayah lain, kami berupaya membuat program sesuai dengan kebutuhan masyrakat serta menjembatani ide kreatif anak muda” Ujar Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D dikutip dalam rilis resmi Astra.
Menatap Masa Depan Bersama Desa Sejahtera Astra
Langkah pemberdayaan tidak berhenti di Gerbang Ekowisata Kalitalang semata. Sebagai investasi jangka panjang untuk menghadirkan kesejahteraan dan pengembangan kompetensi masyarakat yang berkelanjutan dan lebih mandiri, Yayasan AHM bersiap memboyong Balerante ke tingkat pemberdayaan yang lebih komprehensif melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA).
Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin, menyampaikan visi besar di balik pengembangan berkelanjutan ini.
“Membangun desa berarti membuka lebih banyak peluang agar setiap generasi dapat tumbuh dan berkarya di tanah kelahirannya. Melalui DSA Balerante, kami meyakini ketika potensi lokal diberdayakan, masyarakatnya akan terlibat aktif mewujudkan perubahan positif bagi kemajuan desanya” Ujar Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin.

Pengembangan DSA Balerante diharapkan dapat memperkuat potensi lokal, meningkatkan kapasitas masyarakat, membangun kolaborasi lintas sektor, serta mendorong partisipasi aktif warga dalam mewujudkan ekosistem desa yang tangguh, produktif, dan berkelanjutan.
Program DSA Balerante ini nanti akan diwujudkan melalui berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, meliputi penguatan sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian masyarakat, mendorong lahirnya inovasi desa, serta menciptakan kualitas hidup yang lebih baik secara berkelanjutan.

