Baik istilah yang bermakna luas, artinya teman yang memiliki banyak skill apa saja, yang bisa dicopy-paste dalam membentuk diri kita. Atau teman yang bisa mengajak bekerjasama untuk menggarap kemampuannya yang telah berhasil dikomersilkan.
Biasakan kita membuka diri kepada siapa saja, dengan begitu relasi yang kita bangun kepada siapa saja, bisa jadi sesuatu yang dapat membuka karir dan melejitkannya kemudian. Tapi bukan berarti KKN lho ya!
Contohnya, bisa jadi kita ikut ber-organisasi, mengikuti banyak seminar dan pelatihan yang diadakan oleh siapa saja dan dimana saja.
3. Investasi dan Inovasi
Sedari dini kita bisa saja memulai untuk berinvestasi dalam artian mulai menabung mengumpulkan asset yang bisa membantu kita selanjutnya.
Utamanya bisa buat modal pertama kita untuk memulai usaha kecil-kecilan.Biar kita gak gugup dan kepentok modal ketika lulus nanti, minimal bisa menjadi biaya operasional kita buat sana-sini mencari pekerjaan.
Misalkan ya mencoba Deposito mulai sekarang –jika ada duitnya—sekaligus melakukan pembelajaran ekonomi yang selalu akan kita pergunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Ya ujung-ujungnya berguna menghitung pendapatan dan pengeluaran bulanan ketika kita telah berumah tangga nanti. jika takut dengan riba, bisa saja mencoba jasa perbankan berbau syariah.
Selain itu juga berani melakukan inovasi apa saja, yang dapat mengembangkan ilmu yang kita miliki.
4. Target dan Rencana Matang
Coretan kecil, berupa target apa yang akan diraih, tidak ada salahnya. Namun harus disesuaikan dengan kemampuan dong! Misalkan setelah wisuda mau teruskan sekolah S2 dan seterusnya.
Atau langsung mencari pekerjaan dan menikah. Atau kebalikannya, menikah dulu baru nyari kerja. Apapun keputusan itu, tentu saja atas daar keyakinan pada diri kita.
Dan dahsyatnya keyakinan itu kan berhubungan dengan apa yang kita selalu anggap benar.
Dengan keyakinan tadi, tentu akan memberikan semangat ganda buat perjalanan setelah ber-wisuda ria nantinya.
