5 Solusi Anak Kost , Agar Cucian Tak Apek, Saat Musim Hujan!

mesin cuci

November Rain, lirik lagu milik Guns N Rosses bisa menjadi lagu favorit yang kadang kala berputar syahdu di kamar kost ya.

Menyelami romantisme liriknya bisa saja kita jadi lupa, kalau-kalau di luar sedang hujan deras, padahal baru saja kita jemuran pakaian dan yah basah lagi kan? Emang lagi ngapain di dalem kos yok, bobok ciang ya? -ups-

Ya memang terasa ndak nyambung begitu, judul lagu dan isinya kan. Judulnya soal hujan, namun kisah lagunya full cintah. Padahal lagu tadi bagi kita yang gak ngeh Bahasa inggris, bisa saja langsung mengerti sebagai petunjuk musim hujan.

Dimana  setiap November hingga awal tahun, biasanya sudah masuk musim penghujan. Sehingga seharusnya anak kos seperti kalian, harus bersiap ‘kedinginan’ kehujanan atau malah kebanjiran.

Derita anak kos bisa saja berlipat di musim hujan, karena pakaiannya jadi terlantar. Maklum, mencucinya bisa saja dirapel seminggu sekali, sialnya pas sudah nyuci eh malah kebasahan lagi.

Biasanya pakaian malah dikeringkan paksa dengan setrika dan akhirnya malah bau apek! Atau disemprot parfum banyak-banyak kan? Atau malah, pakaiannya jarang dicuci- hiks- ngaku?

Ilustrasi I freepic.com

Bau apek, memang selalu saja hadir ketika musim hujan. Minimnya pasokan sinar matahari membuat keringnya pakaian yang dijemur tidak sempurna. Akhirnya ya bau apek, meski disemprot pewangi dengan macam aroma.

Nah, wahai anak kos, ternyata bau apek bisa disebabkan oleh cara mencuci pakaian lho! Terlebih di musim hujan, perlu perhatian lebih.

Nah ada berbagai solusi yang dirangkum dari berbagai sumber, yang bisa menjadi referensi, buat anak kost yang masih mengehemat dana operasional,dengan mencuci pakaian secara manual di musim hujan. Ini spesial buat kamu guys dari wadai!

Pertama, perhatikan cara mencuci bajunya ya?

Mencuci baju, hal yang terpenting adalah kebersihan saat membilasnya –ini serius bosquu- Terutama detergen yang biasanya masih menempel di sela pakaian kita.

Jika ada dana lebih  di kantong, beli aja gih, pewangi pakaian yang sasetan itu, rendam sebentar biar wanginya meresap ke pakaian tadi.

Kedua, perhatikan cara menjemur pakaiannya

Di musim hujan paparan sinar matahari pastilah berkurang. Nah menjemur pakaian bisa saja kita tempatkan pada ruang terbuka dan berangin.

Dan jangan menumpuk pakaian ketika menjemur, sisakan jarak menjemur pakaian tidak berdekatan. Jika dijemur pada ruang yang terdapat lampu juga boleh tuh!

Ketiga, memastikan kekeringan pakaian

Nah jika pakaian sudah terlanjur, tidak kering berhari-hari, atau -orang banyak-menyebutnya ba’al, nah bisa kita usahakan dengan bantuan alat elektronik. Bisa saja menggunakan setrikaan, kipas angin atau agak nekat dikit sih memakai microwave.

Dengan suhu derajat 130- 150 derajat, bisa aja membantu mengeringkan pakaian kita yang ba’al tadi yang bisa kita masukkan dalam microwave tadi  ya 10 menitan, cukup.

Keempat, Jangan menumpuk pakaian ya!

Ya jika sudah tau pakaian belum kering benar, mending digantung saja dan dianginkan. Kondisi lemab bisa saja mendatangkan jamur dan bakteri di dalam pakaian kita tadi, pinjam setrika teman, setrika pakaian kita  dan lekas masukkan  dalam lemari.

Kelima, gantungkan pakaian setelelah kita pakai

Nah dari sekarang, biar cucian tidak menumpuk terus setiap musim hujan. Tidak ada salahnya lekas menggantung pakaian di ruangan terbuka, biar tidak cepat bau.

Ilustrasi I freepik.com

Lumayankan bisa dipakai lagi, setelah itu, ya sebagai stok pakaian yang belum kering atau yang masih direndam. Karena bisa saja masih menunggu antrean tempat jemuran dengan teman sebelah kos, sabarr!

Sudah baca artikel ini, belum?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.