wadahkata.ID- Bagi warga Kalimantan Timur, menutup tahun 2025 rasanya pengeluaran terasa sedikit berbeda di kantong ya? Ya karena jika pada 2024 kenaikan harga terasa landai di angka 1,47 persen, tahun ini “napas” ekonomi kita harus sedikit lebih panjang.
Dalam rilis resmi BPS Kaltim, Senin (5/01) mencatat inflasi Kaltim tahun 2025 menyentuh 2,68 persen.
Penyumbang beban terberat ternyata datang dari hal-hal yang paling dekat dengan kita yakni perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak drastis hingga 12,55 persen, serta urusan perut, makanan & tembakau yang naik 4,72 persen.
Uniknya, di tengah kenaikan harga pangan, kita masih bisa sedikit bernapas lega saat berbelanja baju atau membayar tagihan air dan listrik, karena kelompok ini justru mengalami penurunan harga.
Oleh sebab itu anomali terasa, kala uang belanja dapur lebih cepat habis, namun harga sepatu incaran masih stabil, bukan?
| Pengeluaran | Perubahan Harga (%) | Status |
| Perawatan Pribadi & Jasa Lainnya | +12,55 | Naik Tajam |
| Makanan, Minuman, Tembakau | +4,72 | Naik |
| Pakaian & Alas Kaki | -1,43 | Turun |
| Informasi & Jasa Keuangan | -0,32 | Turun |
Kabupaten Berau harus menjadi yang paling waspada karena mencatatkan kenaikan harga tertinggi sebesar 2,82 persen, disusul tipis oleh Balikpapan dan Samarinda.
Nah khusus untuk Samarinda, BPS Pada Desember 2025 mencatat terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) Kota Samarinda sebesar 2,70 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,54. Secara month-to-month (m-to-m), Kota Samarinda pada bulan Desember terjadi inflasi sebesar 0,87 persen, sedangkan secara year-to-date (y-to-d) terjadi inflasi sebesar 2,70 persen.
Sementara itu, Penajam Paser Utara (PPU) tampaknya menjadi wilayah yang paling “tenang” secara ekonomi dengan inflasi terendah di angka 2,08 persen.


Data ini menjadi alarm penting bagi para pemangku kebijakan di tiap daerah untuk melihat kelompok pengeluaran mana yang paling mencekik warga di wilayah masing-masing.

