Cieh-ciehh Yang Dapat Daging Kambing Jatah Qurban, Tapi Masih Bingung Mau Dimasak apa?

Kambing

Setahun berlalu, gak kerasa jadi panitia Qurban lagi. Eh, dapet jatah daging kambing seperempat kilo, Mayan! Selain dibakar enaknya di menu apaan sih! hemm… coba dibuka dulu bungkus dagingnya, sapa tahu dapet jatah buntut –panitia mah apa saja terima-!- Buntut mah bisa apah atu ?

Tahun ini kebetulan banyak sukarelawan yang mengurbankan kambing ketimbang sapi, di sekitaran kantor. Ada seekor sapi, dan 15 ekor kambing.

Ya tidak masalah sih, yang pentingkan niatnya dan semoga kebaikan mereka langsung dibalas oleh Tuhan deh. Amiin.

Seperti biasa, pembagian jatah daging sapi selalu menjadi fokus, dimana seksi pencacahan akan jeli memilah bagian daging yang berkualitas dan seterusnya untuk dibagi kepada orang yang ‘berhak’.

Sedangnkan peringkilannya seperti tulangan, buntut, bagian daleman bisa saja dipersembahkan buat para panitia yang giat membantu tanpa pamrih dalam proses pemotongan kurban.

Tahun ini, bersukur ada sisa jatah daging kambing yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh di rumah. Sebenarnya –suer-, niatnya hanya membantu.

Namun jika pengulangan di akhir acara selalu tersedia dan membawa bungkusan jatah panitia, anggap saja bonus lah. Eman jika tidak dibawa!

Hah, ya sudah, sesampai di rumah jadi bingung sendiri, dengan bungkusan tadi. Daging kambing apa iya bisa dibuat menu masakan yang bisa membuat lidah bergoyang-goyang!

Ada kepikiran kenapa gak langsung dibakar saja, terus disiram kecap manis yang telah dicampur irisan lombok dan bawang merah. Mungkin itu pengalaman yang umum, yang biasa dihidangkan oleh warung sate sebelah.

Nah, bagi yang bernasib sama dengan saya, marilah kita pikirkan bersama ya, jalan keluar atas menu apa atas jatah kurban barusan! Mari kita satukan niat agar menu yang tersaji bisa memberikan manfaat pada tubuh kita! –sekali setahun ini-

Perhatikan bagian daging!

Jika hanya dibakar, pengalaman hari raya kurban tahun ini sama sekali tidak menyala guys! Coba saja kita menyajikannya dalam menu sedap lainnya seperti yang ada di mol-mol gitu.

Rendang, stik, Gulai, tongseng kek, atau semur. Bisa saja memberikan –anu- pengalaman yang ruar biasah!

Nah ada beberapa petunjuk bagi kita semua tanpa kecuali untuk menyajikan menu-menu tadi. Apa itu? Sini mendekat!

Coba perlahan –jangan bersuara- kita buka bungkus daging tadi. Tengok ke dalam dan perhatikan bentuk daging tadi. Nah biasanya daging kambing itu terbagi menjadi tujuh bagian, dimana perbagian –bagian itu memiliki karakter khusus yang bisa dioleh pada satu menu.

Bagian pertama adalah, daging yang di dapat pada bagian bahu, dari leher hingga kepala. Nah daging kaya’ gini paling enak dibuat menu sate atau steak gitu!

Bagian kedua, bagian tulang rusuk yang paling asik dibakar dijadikan iga bakar, atau sup iga.

Bagian ketiga, namanya Sirloin diantara tulang rusauk dan pantat kambing, beruntung sekali anda mendapatkan daging ini karena bisa dibuat menu rendang, sate dan steak dan yang paling lezat menggunakan bagian ini.

Bagian keempat, bagian panggul, ini daerah pantat dan buntut, pilihannya bisa dibuat menu sate, gulai dan tongseng.

Bagian kelima, kaki belakang, bagian daging ini paling nikmat di buat semur sih! Bagian keenam, tenderloin, bagian ini dibagian perut paling enak di menu sate atau tongseng.

Bagian ketujuh, bagian kaki depan, ini juga paling nikmat dibuat semur atau di tongseng.

Nah ini sedikit petunjuk sih, buat kita yang masih bingung memikirkan buat menu apa sih jatah kurbannya tadi pagi? Nah langsung saja bisa dieksekusi ya!  

Baca artikel selanjutnya

Sudah baca artikel ini, belum?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.