Di tengah keindahan alam Papua, berdiri bangunan sekolah sederhana nan membanggakan, yang bernama SMPN 1, terletak di kawasan pelosok Kokoda Imo, Sorong Selatan, Papua Barat Daya.

Dengan keterbatasan fasilitas belajar di sana, semua mata yang melihatnya akan mudah membayangkan, bagaimana siswa yang berada di pelosok Papua akan sulit memahami pelajaran Matematika yang serumit kini, bukan?

Terlebih membayangkan penerapan ilmu Matematika untuk dijadikan  bagian dari keseharian mereka.

Namun, Bambang Heriyanto, S.Pd, salah seorang Guru SMPN 1 Kokoda Imo, Sorong Selatan, Papua Barat Daya itu berhasil meramu inovasi, menawar keterbatasan fasilitas sekolah, memudahkan anak Papua gemar pelajaran Matematika.

Pak Bambang Heriyanto menyadari sekali jika metode mengajar konvensional kerap kali gagal, memicu minat dan pemahaman anak Papua secara mendalam.

Masa pengabdiannya yang bertahun-tahun di sekolah itu, akhirnya berhasil memberikannya ide berinovasi, dengan menggunakan Etnomatematika untuk pembelajaran Matematika di sekolah.

Jadi sederhananya konsep Etnomatematika dianalogikannya bak jembatan yang menghubungkan dunia abstrak matematika dengan realitas budaya.

Dengan pendekatan itu, Pak Bambang Heriyanto, menerapkan konsep-konsep geometri dan aritmatika dengan memanfaatkan motif ukiran khas Papua, bentuk rumah adat, atau bahkan pola anyaman tradisional setempat.

Alhasil, pembelajaran melalu media digital 3D ciptaannya tadi membuat siswa tidak lagi hanya menghitung volume kubus di buku?

Tetapi mereka berhasil diajak melihat bahwa konsep tersebut sudah ada dalam konstruksi rumah honai atau pola seni yang mereka warisi turun-temurun.

Kini, dengan metode itu berhasil menjadikan pelajaran Matematika menjadi lebih hidup, relevan, dan yang terpenting dapat membanggakan siswa Papua di sana.

Buah Etnomatematika: medali emas dunia

Seiring perjalanan waktu, perlahan tapi pasti, dedikasi dan inovasi Bambang tidak hanya mengubah cara mengajar, tetapi juga mengubah nasib siswanya?

Di bawah bimbingan Pak Bambang, siswa-siswa dari SMPN 1 Kokoda Imo, Sorong Selatan, yang dulunya —mungkin– hanya bermimpi bisa melihat dunia, kini berhasil mengharumkan nama bangsa.

Mereka sukses meraih Gold Medal dalam ajang bergengsi World Science, Environment and Engineering Competition (WSEEC) pada tahun 2024 lalu.

Inovasi pembelajaran Pak Bambang sekelebat memercikkan inspirasi baru, jika keterbatasan geografis tidak pernah akan bisa membatasi potensi akal dan semangat belajar anak-anak Indonesia, bukan?

Asalkan, ada guru yang mau berani berjuang dan berinovasi!

Lantas, kisah Pak Bambang Heriyanto adalah pengingat yang kuat, jika inovasi terbaik bukanlah tentang teknologi paling mahal.

Melainkan tentang kemampuan seorang guru untuk menjadikan pelajaran relevan dengan kehidupan siswanya, di mana pun mereka berada.

Beliau juga telah membuktikan bahwa guru yang hebat tidak hanya mengajar mata pelajaran?

Tetapi juga menanamkan rasa percaya diri dan cinta terhadap identitas budaya lokal yang berada disekitar lingkungan sekolah.

Yayasan AHM apresiasi dedikasi guru inspiratif

Nah, pada tahun 2025 ini, komitmen Bambang Heriyanto akhirnya mendapat apresiasi setimpal!

Beliau dinobatkan sebagai Terbaik 1 Guru Inspiratif Astra Honda.

Penghargaan ini bukan sekadar pengakuan atas inovasinya, tetapi juga penghormatan atas sembilan tahun pengabdian yang tulus di wilayah timur.

Sebuah perjalanan yang menuntut ketangguhan, kesabaran, dan cinta yang besar terhadap profesi guru.

Penghargaan Guru Inspiratif Astra Honda 2025 yang diselenggarakan oleh Yayasan AHM tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga panggung bagi kisah-kisah perjuangan heroik di dunia pendidikan Indonesia.

Edi Arham, S.Psi.,M.Pd dari SDN Lalowata, Konawe, Sulawesi Tenggara mengedukasi para siswa pelajar menggunakan gawai saat proses belajar mengejar di alam terbuka I IST
Edi Arham, S.Psi.,M.Pd dari SDN Lalowata, Konawe, Sulawesi Tenggara mengedukasi para siswa pelajar menggunakan gawai saat proses belajar mengejar di alam terbuka I IST

Bayangkan begitu ketatnya seleksi itu, dari 633 guru inovatif yang diusulkan oleh 1.081 pihak di 37 provinsi.

Astra Honda menyelenggarakan pencarian figur Guru Inspiratif secara intensif dari Agustus sampai November 2025.

Proses seleksi yang sangat ketat dan berjenjang dirancang memastikan hanya guru dengan dedikasi, pengabdian, dan rekam jejak capaian siswa yang terbukti yang terpilih.

Setiap tahapan, mulai dari sosialisasi, registrasi, pembuatan konten (makalah dan video), hingga presentasi final, menjamin penilaian dilakukan secara holistik terhadap seluruh aspek perjuangan dan prestasi sang guru.

Aspek inovasi, kepemimpinan, dan peranan sosial guru di masyarakat menjadi penentu penting dalam penilaian komprehensif ini juga. Selain memberikan apresiasi, program ini juga berinvestasi pada peningkatan kapasitas guru.

Melalui serangkaian pelatihan, para peserta mendapatkan bekal terkini mengenai kesehatan mental siswa, implementasi AI untuk pengajaran, keterampilan public speaking, dan berbagai pengetahuan praktis lain yang memperkuat keahlian mereka di ruang kelas.

Dan akhirnya perhatian utama itu tertuju pada sosok Bambang Heriyanto S.Pd ini, ya seorang guru dari SMPN 1 Kokoda Imo, Sorong Selatan, Papua Barat Daya, yang akhirnya dinobatkan sebagai Terbaik 1.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Yayasan AHM yang telah menyelenggarakan program ini. Apresiasi ini semakin memacu saya sebagai seorang pendidik di pedalaman Papua untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi secara nyata dalam dunia pendidikan dengan mencetak generasi unggul bagi bangsa”, ungkap Bambang menaggapi penghargaan kepada dirinya.

Sementara itu, Ahmad Muhibbuddin, Ketua Yayasan AHM, menggarisbawahi bahwa program bertema “Langkah Guru Lentera Ilmu” ini bertujuan memperkuat kompetensi guru dan menyediakan ruang bagi mereka untuk berinovasi.

Program ini menjadi bagian dari total komitmen Yayasan AHM yang menyalurkan lebih dari Rp1,5 miliar beasiswa pendidikan sepanjang tahun 2025.

“Program Guru Inspirasi Astra Honda kami hadirkan sebagai dukungan dan apresiasi untuk para pendidik agar mereka mendapatkan ruang, fasilitas, dan kesempatan untuk terus berinovasi dan berdedikasi untuk dunia pendidikan di Tanah Air”, ujar Muhib.

Nama penerima penghargaan guru inspiratif Astra Honda 2025

NamaAsal SekolahPenghargaan
Bambang Heriyanto S.PdSMPN 1
Sorong Selatan,
Papua Barat Daya.
*Terbaik 1 Guru Inspiratif Astra Honda
*Apresiasi 1 unit Honda PCX160
*Dana pembinaan Rp7 juta
Fadolul Ghafur,S.SiMA Mambaul Ulum
Bata-Bata,
Pamekasan,
Jawa Timur
*Terbaik 2 Guru Inspiratif Astra Honda
*Hadiah 1 unit Honda Vario160
*Dana pembinaan Rp5 juta
Edi Arham, S.Psi.,M.PdSDN Lalowata,
Konawe,
Sulawesi Tenggara
*Terbaik 3 Guru Inspiratif Astra Honda
*Hadiah 1 unit Honda Stylo160
*Dana pembinaan Rp4 juta
Kapsia, S.Pd.,GrSMAN 2,
Halmahera Timur,
Maluku Utara
*Terbaik 4 Guru Inspiratif Astra Honda
*Hadiah 1 unit Honda Scoopy
*Dana pembinaan Rp3 juta
Rizqiyawati, S.PdSMK Muhammadiyah
Pekalongan,
Jawa Tengah
*Terbaik 5 Guru Inspiratif Astra Honda
*Hadiah 1 unit Honda BeAT
*Dana pembinaan Rp2 juta

Sebagai informasi, konsistensi kontribusi Yayasan AHM pada dunia pendidikan pada tahun 2025 tercermin dari angka yang signifikan, lebih dari Rp1,5 miliar beasiswa pendidikan disalurkan.

Dana ini didistribusikan kepada 480 penerima manfaat dari jenjang SD hingga Perguruan Tinggi.

Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin (kiri) secara simbolis menyerahkan Apresiasi berupa 1 unit sepeda motor Honda ADV 160 kepada Guru Inspiratit Astra Honda Terbaik 2 Fadolul Ghafur, S.Si. yang didampingi oleh Kepala Sekolah MA Mambaul Ulum Bata-Bata Abdul Waris Husni, M.Pd (kanan) di MA Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan, Jawa Timur (26/11).
Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin (kiri) secara simbolis menyerahkan Apresiasi berupa 1 unit sepeda motor Honda ADV 160 kepada Guru Inspiratit Astra Honda Terbaik 2 Fadolul Ghafur, S.Si. yang didampingi oleh Kepala Sekolah MA Mambaul Ulum Bata-Bata Abdul Waris Husni, M.Pd (kanan) di MA Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan, Jawa Timur (26/11).

Dengan cakupan geografis yang luas, beasiswa menjangkau 14 wilayah.

Beasiswa diberikan dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur dan Gorontalo.

Hal itu menegaskan upaya berkelanjutan Yayasan AHM dalam mendukung kegiatan belajar para peserta didik di seluruh Indonesia mencapai mimpinya.