SEPEDA MOTOR yang jarang digunakan tetap berpotensi mengalami penurunan kondisi apabila tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Kendaraan yang terlalu lama terparkir tanpa pemeriksaan rutin dapat memengaruhi kondisi sejumlah komponen, sehingga berisiko mengurangi performanya saat kembali digunakan.
Oleh karena itu, Astra Motor Kalimantan Timur 2 selaku Main Dealer Sepeda Motor Honda dan Bagian dari PT Astra International Tbk kembali mengingatkan konsumen untuk tetap memperhatikan perawatan sepeda motor secara berkala agar selalu siap digunakan.
“Motor yang sering tak digunakan dalam waktu lama, bisa membuat beberapa komponen mengalami penurunan kondisi, terutama aki, ban, sistem kelistrikan, serta komponen yang berkaitan dengan pelumasan” ungkap Nindyatama selaku Technical Service Manager Astra Motor Kalimantan Timur 2.
Agar kendaraan tetap prima dan langsung siap diajak beraktivitas kapan saja, berikut panduan langkah perawatan yang bisa Anda terapkan:
1. Amankan Pasokan Daya pada Aki
Aki menjadi komponen vital yang paling rentan ngedrop saat motor terlalu lama diam di garasi. Pada motor modern, fungsi aki tidak hanya sekadar memutar mesin starter, tetapi juga menopang seluruh perangkat kelistrikan.
Jika motor berencana tidak dipakai dalam jangka waktu lama, trik terbaiknya adalah melepas terminal negatif (-) aki untuk mencegah pengurasan daya secara spontan.
Namun, jika daya aki terlanjur habis, hindari menyetrumnya menggunakan pengisi daya (charger) tipe automobile karena arusnya yang tinggi bisa memicu panas berlebih dan merusak komponen aki.
2. Cek Kondisi Ban Secara Menyeluruh
Saat terparkir lama, beban kendaraan yang tertahan di satu titik ban dapat memengaruhi tekanan maupun bentuk ban itu sendiri. Sebelum kembali berkendara, ukur dan sesuaikan tekanan anginnya.
Selain tekanan, amati pula kondisi fisiknya secara teliti—jangan cuma melihat kembangan ban, tetapi pastikan tidak ada retakan akibat karet yang mengeras, benjolan, atau benda tajam yang terselip di celah ulir ban.
3. Ganti Oli Mesin dan Cairan Pendukung Sesuai Jadwal
Banyak pemilik kendaraan terkecoh dan menganggap oli mesin masih bagus hanya karena odometer motor tidak bertambah.
Padahal, kualitas oli dan cairan kendaraan tetap bisa terdegradasi seiring berjalannya waktu. Penggantian oli mesin idealnya tetap mengacu pada rekomendasi interval 4.000 km/4 bulan atau 6.000 km/6 bulan.
Pelumas dan cairan lain seperti coolant (air radiator) serta minyak rem juga perlu diperiksa kondisinya sesuai jadwal perawatan berkala yang tertera di Buku Pedoman Pemilik.
4. Rawat Rantai dan Lindungi Komponen Chrome dari Karat
Sektor penggerak dan komponen luar butuh perhatian ekstra sebelum motor siap digas kembali. Bersihkan kotoran serta debu yang menempel pada rantai, setel tingkat kekendurannya jika diperlukan, lalu berikan pelumas khusus rantai secara merata.
Sementara itu, untuk mencegah korosi pada bagian-bagian motor yang berbahan chrome, mengoleskan lapisan oli pencegah karat sebelum disimpan lama akan membuat permukaannya tetap mengkilap dan bebas dari bercak karat.
5. Pastikan Sistem Pengereman Bekerja Responsif
Sebelum membawa motor kembali berakselerasi di jalan raya, uji terlebih dahulu fungsi remnya secara perlahan di area garasi atau halaman rumah. Amati respons tuas rem dan periksa apakah ada indikasi kebocoran pada selang maupun tabung minyak rem.
Jika terasa ada perubahan seperti rem terlalu dalam saat ditekan atau muncul suara decitan yang tidak wajar, lakukan pemeriksaan dan perbaikan sebelum motor digunakan untuk perjalanan jauh.
6. Lakukan Inspeksi Singkat Sebelum Benar-Benar Berangkat
Sebelum benar-benar memutar kunci kontak dan meluncur, luangkan waktu sejenak untuk menjalankan checklist mandiri.
Pastikan lampu utama, lampu sein, dan klakson menyala dengan sempurna, aki masih cukup bertenaga untuk menyalakan starter elektrik, serta tidak ada tetesan cairan di kolong motor maupun kerusakan pada kabel-kabel luar.
Langkah inspeksi singkat ini sangat berguna untuk mendeteksi potensi masalah lebih awal sehingga perjalanan tetap aman dan nyaman.
“Perlu diingat bahwa menyalakan motor sesekali bukan berarti tidak merawat motor sama sekali. Sepeda motor yang jarang digunakan pun perlu untuk dicek kondisi dan komponennya agar benar-benar berada dalam kondisi baik. Periksalah motor anda yang sudah lama tidak digunakan dicek dan dirawat dengan tepat di jaringan AHASS kami yang telah tersedia” tambah Nindya.

