MENURUNNYA kualitas udara di Samarinda akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuntut kewaspadaan ekstra bagi para pengendara motor. Jarak pandang yang terbatas serta risiko gangguan kesehatan menjadikan aktivitas berkendara jauh lebih berbahaya dari biasanya.

Instruktur Safety Riding Astra Motor Kalimantan Timur 2, Derexius Julio Korompis, mengungkapkan bahwa pengendara perlu waspada dan tidak memaksakan diri saat kondisi berasap. Prediksikan bahaya sedini mungkin, sehingga dapat mengantisipasi sebelum bahaya muncul.

“Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman. Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman tetap menjadi pilihan terbaik. Tetap Cari Aman saat berkendara,” ujar Julio dalam rilisnya yang diterima Wadai, Rabu (9/9).

Bagi yang terpaksa harus tetap melakukan perjalanan di tengah kepungan asap, berikut panduan langkah demi langkah yang dapat diterapkan untuk menjaga keselamatan menurut Derexius Julio Korompis untuk kita.

Langkah 1: Lakukan Persiapan Diri dan Kendaraan

Sebelum menyalakan mesin, pastikan perlengkapan pelindung diri dan kondisi motor sudah siap menghadapi paparan debu serta asap.

  • Gunakan Helm Visor Tertutup: Pastikan visor dalam kondisi bersih. Hindari membersihkan visor secara sembarangan karena partikel debu dan asap berpotensi menggores permukaannya sehingga mengganggu pandangan.
  • Pakai Masker dan Kacamata Tambahan: Gunakan masker yang mampu menyaring partikel halus serta kacamata tambahan untuk mencegah iritasi mata akibat paparan asap langsung.
  • Cek Komponen Kendaraan: Periksa tekanan ban, sistem pengereman, lampu utama, lampu belakang, lampu sein, spion, hingga kondisi mesin.
  • Periksa Filter Udara: Komponen penyaring udara rawan tersumbat karena asap dan penumpukan debu.

Langkah 2: Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak Aman

Saat mulai melaju di jalan raya, atur gaya berkendara Anda agar lebih defensif.

  • Turunkan Laju Kendaraan: Asap tebal dapat menutupi permukaan jalan. Ketika debu asap bercampur air, jalanan menjadi lebih licin dan mengurangi daya cengkram ban.
  • Berkendara dengan Halus: Hindari melakukan manuver atau pengereman secara tiba-tiba.
  • Perlebar Jarak Aman: Berikan perhatian lebih terhadap kondisi lalu lintas di depan dengan memberi jarak aman yang lebih jauh dari biasanya.

Langkah 3: Menepi Jika Kondisi Memburuk

Jangan memaksakan diri jika jarak pandang semakin terbatas akibat kabut asap yang kian pekat.

  • Nyalakan Lampu Utama: Bantu pengendara lain melihat posisi Anda dengan menyalakan lampu utama.
  • Kurangi Kecepatan Bertahap: Jangan mengerem mendadak saat hendak berhenti.
  • Cari Tempat Aman untuk Menepi: Ambil posisi berhenti di lokasi yang aman dan jauhi badan jalan.
  • Tetap Tutup Visor Helm: Hindari membuka visor helm saat asap masih pekat untuk melindungi mata dan pernapasan.

Langkah 4: Lakukan Perawatan Kendaraan Pasca-Berkendara

Perhatian terhadap kendaraan tidak berhenti setelah Anda sampai di tujuan. Paparan asap dan debu dapat mengganggu performa motor jika dibiarkan.

  • Cek Komponen Vital: Periksa filter udara, sistem pengereman, rantai dan komponen bergerak, area mesin dan CVT, lampu depan dan belakang, serta ban dan area roda.
  • Lakukan Servis: Apabila terdapat penurunan performa setelah digunakan menembus asap, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut di AHASS terdekat