wadahkata.ID- PT Astra Honda Motor (AHM) menggelar puncak program Astra Honda Berbagi Ilmu (AHBI) 2025, di SMK Lentera Bangsa Karawang, pada Rabu (10/12).
Sebanyak 1.462 siswa SMK dari 15 sekolah di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat diajak langsung mengintip “dapur” teknologi terbaru Honda, tidak luput dari program AHBI.
Inisiasi itu guna menjawab perkembangan dunia otomotif yang kini melaju secepat kilat. Program AHBI yang dimulai sejak April 2025 lalu itu membawa semangat positif yang sama, yakni mencetak mekanik masa depan yang siap kerja!
Mengubah kurikulum menjadi pengalaman nyata
Berada di dalam kelas, para siswa langsung dihadapkan dengan mesin eSP+ 160cc untuk dapat dibedah tuntas.
Inilah yang menjadi pengalaman luar biasa yang dirasakan para siswa saat tim instruktur ahli dari AHM hadir membawa teknologi skutik besar ke ruang sekolah.
Salah satu fokus utamanya adalah penguasaan Honda RoadSync, fitur konektivitas canggih yang selama ini hanya bisa dinikmati pemilik Honda PCX 160 dan ADV 160.
Para siswa diajak mempraktikkan cara kerja Multi-Function Switch—sebuah teknologi yang memungkinkan pengendara mengelola musik hingga panggilan telepon dengan aman saat berkendara.
Selain teknologi fitur canggih Honda Roadsync, para peserta juga mendapatkan ilmu pengetahuan seputar mesin Honda eSP+ 160 yang disematkan Honda Vario 160, Honda PCX 160 dan Honda ADV160.
Beragam materi yang didapatkan para peserta diberikan secara interaktif melalui teori maupun praktik.
“Kegiatan Astra Honda Berbagi Ilmu sangat seru dan penuh dengan wawasan baru. Pada kesempatan ini, kami mendapatkan berbagai penjelasan tentang teknologi dan fitur terbaru pada sepeda motor Honda yang dapat mendukung proses pembelajaran kami di sekolah,” ujar Ahmad Syahrul Hamdi, salah satu peserta dari SMK Lentera Bangsa Karawang.
Sinergi bagi negeri: bukan sekadar teori
General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata semangat Sinergi Bagi Negeri.
Dia menilai, targetnya jelas, lulusan SMK binaan Honda tidak boleh gagap teknologi.
“Sesuai semangat Sinergi Bagi Negeri, kami ingin lulusan SMK binaan memiliki kompetensi yang kuat, baik secara teori maupun praktik. Program AHBI menjadi salah satu cara kami mewujudkan SDM unggul melalui lulusan SMK Mitra Binaan yang dapat mengikuti perkembangan teknologi fitur dan mesin sepeda motor Honda sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia,” jelas Muhibbuddin.
Apa yang membuat AHBI 2025 berbeda?
Tahun ini, AHBI 2025 tampil lebih komprehensif dalam memberikan bekal kompetensi baru dengan menggandeng berbagai pihak. Terdapat 4 kompetensi khusus AHBI 2025 sebagai bekal para siswa, diantaranya:
- Kolaborasi Ahli: Sinergi antara AHM, jaringan Main Dealer, hingga dosen pakar dari Politeknik Astra.
- Kurikulum Modern: Tak hanya soal mesin, siswa juga belajar manajemen informatika.
- Fitur Safety: Pengenalan fitur keselamatan tingkat tinggi seperti Honda Selectable Torque Control (HSTC).
- Karakter Berkendara: Melibatkan Instruktur Safety Riding untuk membentuk perilaku berkendara yang aman sejak dini.
Menjangkau pelosok, menyiapkan masa depan
Sebagai informasi, hingga akhir tahun 2025, komitmen AHM terhadap pendidikan vokasi sudah menjangkau 715 SMK di seluruh pelosok Indonesia.
Infrastruktur pun tak luput dari perhatian, kini tersedia 128 Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang telah direvitalisasi untuk memastikan standar kemampuan siswa selaras dengan kebutuhan industri global.
Dengan jembatan yang dibangun melalui program AHBI, jarak antara dunia sekolah dan dunia industri kini semakin tipis.
Lewat AHBI, kini para siswa SMK diharapkan tak lagi sekadar bermimpi, namun mereka sedang bersiap menjadi tulang punggung industri otomotif masa depan.

