Dan setelah mencoba berulang kali, nasi lembek yang kita gunakan untuk meracik nasi goreng itu ternyata mudah menghasilkan produk nasi goreng yang terasa ‘aneh’
Sebaiknya, kita mencoba menggunakan bahan nasi goreng, dengan menggunakan nasi pera, yakni nasi yang memperhatikan kadar air, sesuai dengan takaran beras kala memasaknya.
Perhatikan jangan berlebihan airnya! Jangan malah nasi yang sudah jadi bubur, malah dibuat nasi goreng. Hiks..
2. Minyaknya tuh kebayakan
Nasi goreng memamg indentik dengan minyak? Tapi jika berlebihan akan terasa beda pula rasanya lho!
Jujur menggunakan banyak minyak goreng saat menggorengnya membuat racikan nasi goreng ga bakalan enak dirasakan. Ya beda lagi lah, responnya kalau memang perut laper, pasti juga habis dimakan!
Jadi perhatikan takaran minyaknya, pakai hanya sekedarnya saja! Takaran minyak gorengnya versi aku, ya sekali untuk menumis saja.
Setelahnya kita tidak perlu menambahkan minyak lagi pada proses memasaknya, ketika nasi dimasukkan ke dalam tumisan bumbunya yang memercikkan aroma yang ena’
Nah, intinya, ingat ya, minyak goreng yang berlebihan juga ga baik buat kesehatan bukan? Selain juga tekstur sajian nasi gorengnya juga akan aneh terlihat!
3. Jangan lama-lama menumis bumbunya!
Menumis bumbu menjadi kunci selanjutnya menyajikan kelezatan nasi goreng. Sekira tercium harum kala menumisnya, lekas saja masukkan bahan nasinya, aduk perlahan hingga bumbu yakin tercapur merata.
Aku juga paling suka menumis bumbu dengan telur, mencampurkannya bersamaan ke dalamnya. Eh, ternyata hal itulah yang sudah mempengaruhi aroma nasi goreng untuk malu keluar, dan tercium sedap.
Dan malahan jika nasinya akan terlihat kelembekan dan berasa amis, dan jika tidak lekas disantap, akan menimbulkan rasa malas melahapaya kemudian.
Lanjut baca, klik nomor halaman ya!
