Prinsip hemat dalam diri pasti akan ‘menghalalkan’ berbagai macam cara pula untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan perut. Terutama kala meracik bahan-bahan sisa yang masih ada di dapur di akhir bulan?

Dimana saat itu adalah saat yang tepat menunjukkan skill memasak resep nasi goreng ala-ala rumahan. Dan jangan ditanya, soal rasa tentu akan menjadi rahasia kita dan Tuhan saja. Hiks..

Tapi kali ini, aku mau jujur saja sih, jika racikan resep nasi goreng yang kubuat memang masih kalah kelas dengan racikan nasi goreng ala Warteg depan gang rumah.

Artinya ya harus jujur pulak, sajian nasi gorengku ternyata masih sangat jauh bila dibandingkan secara ‘apple to apple’ dengan resep nasi goreng ala restoran, dengan paket komplitnya serta  harganya yang melangit itu.

Memulainya, marilah kita acuhkan saja dahulu tentang bumbu-bumbu yang kita akan bisa  manfaatkan untuk menyajikan nasi goreng rumahan ini. Karena kita pastilah sudah mampu menebak-nebak nama-nama bumbu itu, bukan?

Apalagi kalau bukan bawang merah, bawang putih, micin, garam, gula, yang diulek halus dan ditambahkan sedikit kecap. Paling mewah, jika ada dana lebih, sajian akhir nasi goreng itu akan bersandiing dengan telor ceplok yang ditopping di atasnya. Gampang kan?

Lantas, jangan ditanya lagi, tanpa disadari –bisa saja– keberhasilan memasak nasi goreng ala kita sendiri dalam waktu sekejap itu, mudah memantik kesombongan dirih ya?

Karena dengan bumbu sederhana, iya sisa-sisa bahan dapur akhir bulan tadi, kita tetap mampu menyajikan nasi goreng dengan tekstur sajian nasi goreng yang meyakinkan.

Nah sampai di sini boleh dicatat! Item tekstur atas sajian nasi goreng akhirnya akan, menjadi penentu mengena nilai kualitas resep nasi goreng ala rumahan, selain rasanya saja? Dan setelah kuamati sajian nasi gorengku beberapa saat, aku sudah berhasil ber-introspeksi diri –allaahh–

Dan akhirnya aku menemukan lima hal yang menjadi kelemahanku selama ini, untuk menyaji resep nasi goreng sekelas lele’ Warteg di depan rumah.

Lantas, jika kita bernasib sama untuk mencipta resep nasi goreng yang tidak memperhatikan estetika teksturnya. Artinya, ya mari plis, perhatikan lima hal itu, agar kita tetap mampu istiqomah memanja prinsip hemat pangkal kaya ituh di dalam hati.. Hiksss

1. Nasinya yang digunakan ternyata lembek

Eh, tekstur nasi akan menjadi kunci menghidangkan sajian nasi goreng ala rumahan?

Lanjut baca, klik nomor halaman ya!

Halaman:
1 2 3