Dan selain telur, jangan pula menambahkan sayuran kala menumis bumbunya, agar nutrisi sayurnya tetap terjaga.
Jadi baiknya, ya campurkan sayurannya saat nasi goreng akan matang dan siap dihidangkan.
4. Gunakan api kompor yang besar saja, jangan naggung-nanggung!
Pernah perhatikan menu Warteg, yang menyaji nasi goreng kala memasak nasi goreng dengan semburan api yang kencang? Cara itu tentu menimbulkan tanda tanya, dan segera simulasi itu yang jua harus kita praktekkan! Agar menemukan jawabnya.
Jadi, menggunakan api yang kecil kala memasak nasi goreng di rumah, bisa menjadikan sebuah kelemahan menyajikannya. Karena ternyata akan membuat nasi makin lembek dan lengket. Merasakah?
Sedangkan yang kita impikan adalah menyajikan nasi goreng dengan tekstur yang kering-kering gitu kan?
Oleh sebab itu, besarin saja api kompornya kala memasak nasi goreng, agar tekstur nasi goreng tidak mau melekat satu sama lain. Dan terpenting bumbu yang sudah dimasak akan mudah pula tercampur sempurna ke dalam nasi, dan membuatnya makin nikmat saja untuk dihidangkan.
5. Jangan gunakan nasi yang baru saja masak
Kelemahan lainnya, memasak nasi goreng, yang terus menjadi kebiasannku adalah, selalu saja menggunakan nasi yang masih panas, alias baru matang dari rice cooker. Karena balik lagi, nasi yang masih panas masih memiliki kadar air yang tinggi.
Dan jika terus memaksa menggunakan nasi yang panas, akan pengaruhi tekstur nasi goreng saat matang. Jadi gak ada salahnya diamin saja dulu nasi itu di atas piring sebelum dimasak, dan yakinkan kadar air dalam nasi benar-benar berkurang.
Nah setelah berintrospeksi diri, menyajikan resep nasi goreng terhemat itu, ternyata lima trik diatas mudah meng-upgrade sajian nasi goreng ala kita di rumah, dengan bumbu yang super duper sederhana.
Jika terus dilatih, tentu saja bisa berpotensi menjadi celah baru, membuka Warteg atau Resto dengan menu favorit nasi goreng, tentu dengan bumbu yang kompilt dan taburan macam topping lezat di atasnya.
Duh jadi pengen buat dua porsih nih, satu untukku, satu buatmuh..
