wadahkata.ID- Pemerintah berencana mengalokasikan total Rp 178,7 triliun untuk gaji dan tunjangan guru, dosen, serta tenaga kependidikan dalam RAPBN 2026.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memaparkan rincian alokasi tersebut sebagai berikut:
- Rp 68,7 triliun untuk tunjangan profesi guru (TPG) bagi guru PNS.
- Rp 19,2 triliun untuk TPG bagi 754.747 guru non-PNS yang sudah bersertifikasi.
- Rp 3,2 triliun untuk tenaga pendidik non-PNS.
- Rp 82,9 triliun untuk dosen PNS.
“Untuk yang benefitnya diterima oleh guru dan dosen dan tenaga kependidikan itu Rp 178,7 triliun. Ini untuk tunjangan profesi guru baik yang PNS itu ada Rp 68,7 triliun sendiri dan yang non-PNS, mereka yang sudah bersertifikasi mendapatkan TPG meskipun bukan ASN itu ada Rp 19,2 triliun sendiri untuk 754.747 guru,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers: RAPBN dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Alokasi Anggaran Pendidikan yang Lebih Luas
Secara keseluruhan, anggaran pendidikan tahun 2026 mencapai Rp 757,8 triliun. Selain gaji dan tunjangan, dana ini juga dialokasikan untuk berbagai program lainnya, termasuk:
- Rp 401 triliun untuk beasiswa dan bantuan mahasiswa, seperti Beasiswa Bidikmisi, LPDP, Program Indonesia Pintar, dan program makan bergizi gratis.
- Rp 150 triliun untuk pembangunan serta perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Alokasi ini mencakup:
- Rp 24,9 triliun untuk rehabilitasi sekolah.
- Rp 64,3 triliun untuk bantuan operasional sekolah (BOS).
- Rp 5,1 triliun untuk bantuan operasional pendidikan (BOP) PAUD.
- Rp 22,5 triliun untuk renovasi sekolah dan madrasah.
- Rp 9,4 triliun untuk biaya operasional perguruan tinggi.
- Rp 3 triliun untuk pembangunan sekolah unggulan di sembilan lokasi yang sudah ditentukan.
Sri Mulyani menegaskan bahwa semua alokasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.
Sumber : Kompas

