wadahkata.ID- Astra Motor Kalimantan Timur 2 menekankan pentingnya kesiapan kondisi fisik dan kelaikan kendaraan bagi para pengendara sepeda motor selama Ramadan.
Safety Riding Officer Astra Motor Kaltim 2, Arisetya Julkadar, menyatakan bahwa pengecekan kendaraan secara periodik serta pemeliharaan kondisi fisik merupakan faktor fundamental yang wajib diperhatikan selama berkendara di bulan suci Ramadan.
Terlebih menurutnya,, menjaga konsentrasi saat menunaikan ibadah puasa menjadi tantangan signifikan bagi masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas fisik tinggi.
“Meskipun sedang berpuasa, aktivitas harian harus tetap terlaksana dengan optimal. Untuk memaksimalkan hal tersebut, pengendara senantiasa diimbau menerapkan kampanye #Cari_Aman pada setiap perjalanan serta memperhatikan kondisi kesehatan tubuh,” ujar Arisetya kepada Wadai, Kamis (19/2).
Sebagai langkah preventif, Astra Motor Kaltim 2 merilis lima poin instruksi keselamatan berkendara bagi kita sebgaai pengendara di jalan raya. Apa saja itu?
1. Pemeriksaan Teknis Kendaraan secara Komprehensif
Sebelum memulai perjalanan, pengendara wajib memastikan sepeda motor dalam kondisi prima. Fokus pemeriksaan meliputi tekanan angin, tingkat keausan ban, sistem suspensi, hingga fungsionalitas rem.
2. Stabilitas dan Distribusi Beban
Pengdendara diminta mewaspadai distribusi beban yang tidak proporsional. Muatan barang atau posisi penumpang yang berat pada satu sisi dapat mengganggu keseimbangan kendaraan dan berisiko menyebabkan stabilitas motor terganggu.
3. Manajemen Waktu Istirahat
Pemenuhan waktu tidur yang cukup sangat krusial selama beraktivitas, terutama saat berkendara. Pengendara yang menempuh jarak pendek sekalipun diimbau segera beristirahat minimal selama 10 menit apabila konsentrasi menurun akibat rasa kantuk.
4. Pengendalian Emosi dan Toleransi
Kepadatan arus lalu lintas sering kali memicu instabilitas emosi. Pengendara diharapkan senantiasa berpikir positif, memiliki rasa toleransi yang tinggi, serta bersikap sabar terhadap sesama pengguna jalan guna menjaga ketertiban umum.
5. Antisipasi Bahaya Menjelang Berbuka Puasa
Pada periode menjelang waktu berbuka, risiko kecelakaan meningkat akibat pergerakan kendaraan yang fluktuatif.
Pengendara diinstruksikan untuk menjaga jarak aman guna mengantisipasi pengguna jalan lain yang kerap menepi secara mendadak untuk membatalkan puasa.

