SENIN (17/8) pagi, pengendara Honda. nampak berjejer rapi, dengan bendera Merah Putih kecil berkibar di stang motor, sengaja berkumpul di pelataran Museum Samarinda. Moment itu terekam, kala Astra Motor Kalimantan Timur 2 dan Ikatan Motor Honda Samarinda mengajak mereka untuk “Convoy Merdeka” memperingati HUT ke-81 RI.
Sebelum iring-iringan dilepas, Instruksi Safety Riding Astra Motor Kaltim 2, Derexius Julio Korompis, mengumpulkan para peserta. Briefing singkat diberikan demi menjaga keamanan rombongan sekaligus menggemakan kampanye #Cari_Aman di jalan raya.
Lebih dari 40 pengendara kemudian bergerak membelah sudut-sudut Kota Tepian. Rombongan melintas santai menyusuri Taman Samarendah, Taman Bebaya, megahnya Islamic Center, Gedung Nasional Samarinda, hingga kawasan Temindung, sebelum akhirnya merapat di Taman Makam Pahlawan di Jalan Pahlawan.
Di sana, suasana berganti khidmat. Para anggota komunitas berbaris mengikuti upacara bendera, lalu perlahan berjalan mengitari pusara untuk menaburkan bunga—sebuah gestur sederhana untuk mengenang mereka yang gugur demi republik.

Arisetyya Julkadar selaku Supervisor Promotion Astra Motor Kalimantan Timur 2 mengungkapkan bahwa kegiatan ini kembali hadir sebagai wujud Sinergi Astra Motor Kalimantan Timur 2 bersama komunitas dan konsumen sepeda motor Honda dalam membangkitkan semangat kemerdekaan serta memperkuat solidaritas antar komunitas dan pengguna sepeda motor Honda di Samarinda.
“Tentunya gelaran Convoy Merdeka yang rutin kami laksanakan ini kembali kami jalankan sebagai wujud komitmen kami untuk terus bersinergi bersama komunitas dan konsumen pengguna sepeda motor Honda dalam memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia,” ungkap Ari.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap rasa cinta akan Tanah Air terus bertumbuh bagi para riders yang hadir serta keakraban dan silahturahmi yang terjalin tetap terjaga antar sesama pengguna sepeda motor Honda di Samarinda dan sekitarnya,” tambahnya.
Rangkaian acara ditutup di salah satu tempat makan lokal. Helm dan sarung tangan dilepas, berganti canda tawa lewat berbagai gim seru dan sesi makan bersama.
Agenda tahunan yang digelar serentak di 28 kota besar di Indonesia ini menunjukkan bahwa merawat ingatan sejarah dan mempererat kebersamaan bisa dilakukan dengan cara yang sederhana: berkendara bersama.

