SUARA peluit melengking tipis, disusul ketukan sepatu boot berukuran mini yang memukul lantai keramik dengan ritme presisi.

“Siap, grak!” teriak seorang bocah berseragam polisi berpangkat lengkap, tubuhnya yang kecil berdiri sedemikian tegap hingga topi pet-nya sedikit miring.

Di ruangan Main Dealer Astra Motor Kalimantan Timur 2 Samarinda, Kamis (23/07) itu, suasana kaku kantor otomotif luluh sepenuhnya. Sebanyak 45 pasang mata jernih milik Polisi Cilik Polresta Samarinda mulai gemas beradaptasi.

Ya hari itu, memperingati Hari Anak Nasional, tempat ini disulap menjadi panggung kecil bertajuk “Helmet Campaign & Education”.

Tidak ada mimbar membosankan atau deretan angka statistik lalu lintas yang bikin mengantuk. Kasubnit Kamsel Satlantas Polresta Samarinda, Aiptu Iwan Budianto, bersama Instruktur Safety Riding Astra Motor Kaltim 2, Derexius Julio Korompis, memilih berdiri sejajar dengan tinggi badan anak-anak tersebut.

Lewat gerak tubuh yang jenaka, peragaan langsung, dan interaksi ceria, edukasi keselamatan jalan raya berubah menjadi petualangan yang mendebarkan bagi mereka.

Lalu, keheningan manis sempat tercipta. Jemari-jemari mungil yang biasa memegang mainan kini sibuk menggoreskan krayon di atas kertas dalam sesi lomba mewarnai.

Kehangatan itu memuncak saat acara mendekati akhir: anak-anak itu kembali berbaris, memamerkan kekompakan gerak baris-berbaris yang memancing tepuk tangan riuh dari para orang dewasa di sekelilingnya.

Di balik tawa dan keriuhan itu, ada misi besar yang sedang ditanam dengan lembut ke dalam ingatan anak-anak tersebut.

Region Head Astra Motor Kalimantan Timur 2 yakni Wendy Tenario mengungkapkan bahwa kegiatan ini hadir sebagai upaya sinergitas Astra Motor Kalimantan Timur 2 bersama Polresta Kota Samarinda dalam membangun karakter anak sejak usia dini, sekaligus investasi jangka panjang dalam mewujudkan budaya keselamatan berlalu lintas.

“Hadirnya kegiatan Helmet Campign & Education ini tentu menjadi wujud Sinergitas bersama antara Main Dealer bersama Polresta Kota Samarinda dalam membangun budaya generasi cari aman terlebih bagi para pelajar usia dini” ungkap Wendy.

Menanamkan nilai-nilai keselamatan pada benak anak-anak hari ini adalah cara terbaik menyapa masa depan jalan raya yang lebih ramah.

“Kami berharap, gelaran ini tidak hanya membangun karakter anak sejak dini melainkan sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam mewujudkan budaya keselamatan berlalu lintas” tambahnya.

Hari merambat sore, gelaran ini ditutup dengan penampilan baris berbaris, namun energi kecil di ruangan itu belum surut. Ketika anak-anak itu melangkah keluar, mereka bak menjadi duta-duta kecil yang membawa pulang kesadaran tentang pentingnya #Cari_Aman dalam kehidupan sekitar mereka.