wadahkata.ID- Honda Motor Safety Riding & Training Center, Deltamas, Bekasi, pada bulan Juli ini.Sebanyak 53 duta keselamatan berkendara yang terdiri dari siswa, guru, hingga mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul untuk menguji pengetahuan, keterampilan berkendara, sekaligus mengasah kemampuan edukasi masyarakat.

Para peserta yang hadir merupakan hasil penyaringan ketat dari seleksi tingkat regional yang telah berlangsung sejak April 2026. Dari total 128 peserta regional yang mengusung tema “Keep The Good Vibes with #Cari_aman”, terpilih 53 duta terbaik.

Rincian peserta mencakup 36 duta siswa dan guru SMA/sederajat dari 6 Safety Riding Lab Astra Honda, 9 mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Universitas Jember, serta 8 guru PAUD yang berasal dari Medan, Yogyakarta, dan Karawang.

Salah satu peserta SRC 2026 dari Universitas Jember, Nicholas Larhaine Prayitno Putro, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti ajang ini.

“Saya bersyukur dapat mengikuti Safety Riding Camp dan mendapatkan kesempatan belajar bersama para duta dari berbagai daerah. Semoga ilmu yang saya peroleh dapat bermanfaat untuk menginspirasi lebih banyak masyarakat agar berkendara dengan aman,” ujar Nicholas.

Rangkaian Pelatihan dan Cakupan Dampak

Selama tiga hari pelatihan, para peserta mendapat pembekalan komprehensif yang meliputi uji teori dan praktik berkendara, teknik memprediksi potensi bahaya di jalan, simulasi Honda Riding Trainer (HRT), hingga pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Khusus untuk guru PAUD, materi dikembangkan lewat metode mendongeng guna menanamkan budaya aman berkendara sejak usia dini.

Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin, menegaskan bahwa indikator utama keberhasilan acara ini bukan sekadar melahirkan pemenang.

“Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika semakin banyak masyarakat yang peduli dan mempraktikkan keselamatan berkendara di jalan raya,” ungkap Muhibbuddin.

Ia juga menambahkan pentingnya peran para duta sebagai penggerak di lingkungan masing-masing.

“Setiap duta keselamatan berkendara memiliki peran sebagai agen perubahan di lingkungannya. Karena itu, kami terus memperkuat kompetensi mereka agar mampu menjangkau lebih banyak masyarakat melalui berbagai cara, baik secara langsung maupun melalui platform digital. Semangat Sinergi Bagi Negeri kami wujudkan dengan menghadirkan edukasi keselamatan melalui berbagai metode yang mudah diakses dan dimengerti sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Muhib.

Selain program SRC 2026, Yayasan AHM turut memperluas jangkauan edukasi ke Sekolah Satu Hati binaan AHM yang melibatkan 43 siswa dan guru SMA/sederajat.

Hingga saat ini, para Duta Keselamatan Berkendara Astra Honda tercatat telah mengedukasi lebih dari 11.857 orang secara langsung. Sementara di ruang digital, mereka telah mempublikasikan 600 konten edukasi sejak tahun 2025 yang telah menjangkau lebih dari 519.819 tayangan.