wadahkata.ID- Pemerintah tidak berencana menaikkan gaji PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau ASN (Aparatur Sipil Negara) pada tahun 2026.
Rencana itu terungkap dalam beberapa pernyataan Pemerintah yang dirangkum Wadai.
Berikut ini 6 Fakta terkait apakah gaji PNS 2026 benar akan naik?
1. Pertimbangan Fiskal
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa pemerintah harus mempertimbangkan ruang fiskal yang tersedia.
Anggaran negara pada tahun 2026 akan diprioritaskan untuk membiayai program-program prioritas nasional dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, seperti program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa.
“Untuk gaji (PNS), kita juga akan melihat pada fiscal space untuk tahun 2026 yang mayoritas diisi untuk program-program prioritas nasional,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (16/8/2025).
2. Seleksi CPNS Masih Belum Jelas
Pemerintah juga belum berencana membuka seleksi Calon PNS (CPNS) pada tahun 2026, karena perlu menghitung kembali kebutuhan pegawai dan ketersediaan anggaran.
“Ada kapasitas fiskal yang juga harus dipertimbangkan. Jadi untuk hal itu kita belum melakukan eksersis terutama untuk recruitment,” ucap Sri Mulyani
3. Pidato Presiden Terkait Gaji PNS
Dalam pidato Pengantar RUU APBN 2026, Presiden Prabowo Subianto tidak menyebutkan kenaikan gaji PNS. Ini mengindikasikan bahwa kenaikan gaji tersebut kemungkinan besar tidak akan terjadi.
“Untuk gaji guru, penguatan kompetensi dan kesejahteraan guru serta dosen dialokasikan sebesar Rp. 178,7 triliun. Tunjangan profesi guru non-PNS dan tunjangan profesi guru ASN daerah disiapkan secara memadai,” kata Prabowo.
4. Fokus Anggaran Gaji
Masih dalam Pidatonya itu, Presiden Prabowo hanya menyinggung alokasi anggaran untuk gaji guru dan dosen, termasuk tunjangan profesi guru non-PNS dan ASN daerah.
5. Trend Kenaikan Gaji PNS Terakhir:
Kenaikan gaji PNS terakhir kali terjadi pada 1 Januari 2024 sebesar 8 persen. Setelah itu, tidak ada rencana kenaikan gaji lagi, meskipun sempat ada isu kenaikan sebesar 16 persen pada bulan April 2025 lalu.

