Minggu (07/06) halaman parkir Astra Motor M. Yamin ramai oleh raungan khas mesin motor on-off road.
Disana hadir sejumlah pengendara Honda CRF 150L untuk bersiap pada sebuah misi khusus?
Hari itu, Astra Motor Kalimantan Timur 2 mengajak mereka mereka menyusuri lorong waktu dalam gelaran bertajuk Historical Ride.
Suasana sempat hening sejena. Para riders dengan khidmat mendengarkan safety briefing.
Mereka harus sadar jika petualangan sejati tidak akan lengkap tanpa komitmen keselamatan, sebuah esensi utama dari kampanye #Cari_Aman yang selalu mereka bawa di setiap jengkal aspal yang mereka akan lalui.
Nah,begitu bendera start dikibarkan, petualangan pun dimulai!
Menembus Kota, Menuju Saksi Sejarah
Iring-iringan Honda CRF 150L mulai membelah jalanan Kota Samarinda. Melintasi Jalan Pangeran Diponegoro hingga Jembatan Mahkota, Honda CRF 150L bak memancarkan aura tangguh yang karismatik.
Kontrasnya ketangguhan motor trail modern dengan latar belakang lanskap kota menciptakan pemandangan yang memikat mata siapa saja yang berpapasan dengan mereka.
Tujuan utama mereka hari itu adalah sebuah tempat di mana waktu seolah berhenti: Masjid Shiratal Mustaqiem di Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang.
Begitu sampai, para riders disambut oleh kemegahan arsitektur kayu yang kokoh. Ini bukan sekadar tempat ibadah, namun masjid tertua di Samarinda yang berdiri sejak tahun 1881.
Ada rasa takjub yang menjalar saat mereka mengetahui rahasia bangunan ini?
Dimana seluruh konstruksi utamanya dibangun dari kayu ulin asli tanpa menggunakan satu buah paku pun. Menjadi ikon wisata religi sekaligus cagar budaya sejak tahun 2020, tempat ini sukses memberi ruang bagi para generasi muda untuk berkaca pada sejarah lokal Kalimantan Timur.
Melihat antusiasme para peserta, Matthew Poeterah Sah selaku Marketing Manager Astra Motor Kalimantan Timur 2 mengungkapkan bahwa rangkaian historical ride ini hadir sebagai salah satu upaya Main Dealer dalam menghadirkan beragam kegiatan menarik dan penuh makna bagi pengguna sepeda motor Honda di Samarinda.
“Lewat historical ride ini, kami ingin mengajak para riders dalam menyelami nilai sejarah Kalimantan Timur sekaligus membangkitkan semangat berpetualang generasi muda di Samarinda” ungkap Matthew.
“Pada kegiatan ini, kami tidak hanya menyuguhkan sensasi berkendara yang karismatik dan penuh aura tangguh dengan sepeda motor Honda CRF 150L, tetapi juga ruang untuk mengapresiasi dan mendalami kembali sejarah Samarinda” tambahnya.
Ikatan Solidaritas di Garis Akhir
Puas menyelami masa lalu di Masjid Shiratal Mustaqiem, roda-roda CRF 150L kembali berputar. Kali ini, mereka menuju Dacoffee Samarinda untuk melepas lelah.
Di balik aroma kopi yang hangat, obrolan mengalir seru. Rasa lelah di jalanan melebur menjadi tawa, memperkuat ikatan kebersamaan sesama pengguna Honda CRF 150L.
Namun, keseruan hari itu belum benar-benar usai. Sebagai penutup yang manis, rombongan riders bergerak menuju halaman parkir GOR Segiri Samarinda.
Di sana, mereka bergabung dalam kemeriahan perayaan Anniversary komunitas CBR Club Indonesia region Samarinda (CCI Samarinda).
Malam pun ditutup dengan hangat. Di bawah lampu kota, para pencinta roda dua ini membuktikan bahwa mengendarai Honda juga mampu menghargai sejarah, dan mendapatkan keluarga baru yang ditemukan di sepanjang jalan.

