Hal itu mudah ditebak, karena jenis rambut keriting akan membuat penyebaran minyak alami rambut akan menjadi lamban, jalurnya sulit membuat minyak menuju ke ujung rambut. 

Dan disarankan untuk tidak sering keramas karena bisa berpotensi menghilangkan minyak alami dari rambut yang bisa membantu membuat rambut lebih lembab algi.

Artinya, agar rambut kita dapat terlihat kemilau, faktor panjang rambut juga sangat berpengaruh, karena terkait alur menjangkau ujung rambut jua.

Semakin panjang rambut ternyata semakin besar pula potensi untuk membuat rambut kita semakin kering. Jadi keramasin gak ya?

Bagi sesorang yang punya tipe rambut panjang dan tipis tidak disarankan keramas sering-sering, karena tentu dapat dengan mudah menghilangkan minyak alami rambut, yang fungsinya membuat kelembaban rambut menjadi-jadi. Ya itung-itung bisa menghemat kan?

3. Keramas juga tergantung dari muasal ‘etnis’ kita

Dan ternyata latar belakang etnis seseorang jua berpengaruh atas kebutuhan keramas kita harus dilakukan apa tidak.

Membandingkan orang Afrika-Amerika yang memiliki jenis rambut kering, namun mereka  tidak disarankan untuk sering berkeramas karena akan mudah bertambah kering dan juga gampang rapuh.

Dan idealnya jenis rambut ini, hanya dikeramasi seminggu sekali, agar rambut tidak terlihat terlalu kering.

Lantas, Jurnal Clinical, Cosmetic, and Investigational Dermatology 2020, menyebut jika orang Asia yang punya rambut lurus, gelap dan berdiameter besar ternyata memang memerlukan perawatan yang lebih khusus, karena berpotensi terpapar sinar matahari yang diterimanya.

Sampai sini, bisa saja bagi kita yang tulen orang asli Asia, beralasan keramas adalah sebuah kebutuhan kan?

Dan semua hal itu pasti akan kembali lagi pada isi kantong melayani keinginan sang rambut, membeli shampoo. Terlebih kini banyak sekali jenis shamppo yang diproduksi untuk menyesuaikan problem rambut kita.

4. Manfaat keramas sebuah kebutuhan atas keyakinan beragama

Aktivitas Keramas pastilah menyisakan kesegaran untuk menemani aktivitas kita bukan? Dan sekaligus menjadi  sebuah simbol kebersihan diri, baik lahir dan batin. Lantas filosofi itu mampu mewakili manfaat keramas atas dasar sebuah keyakinan. Termasuk keyakinan beragama.

Dimana, bagi kita yang sudah ‘dewasa’ keramas bisa menjadi aktivitas pamungkas memparipurnakan ibadah yang sudah dilakukan pada malam hari. Hiks..

Sehingga tentu, alasan ini bisa saja membatalkan atas kebutuhan keramas yang bertujuan menjaga kesehatan rambut, dan sempat kita singgung di awal tulisan ini.

Namun tentu saja sebuah keyakinan pasti akan memberikan sebuah kebaikan bukan? Tapi apa iya keramasnya bole tiap pagi? Yakinlah boleh.

Jadi manfaat keramas itu, kebutuhan atau keinginan sih?

Nah dari keempat manfaat tadi tentu akan mudah menjadikan alternatif jawaban, bagi kita yang mudah kepo’ dan julid.

Terutama kala kita  melihat teman sekantor, atau sepermainan terlihat  senyum-senyum menjejakkan aroma harum shampoo yang ditebarkan dari rambut basahnya itu!

Dari keempat poin diatas, manfaat keramas mana yang mendekati untuk jadi jawabnya?

Halaman:
1 2