Jujur saja, dengan sanggup menghantarkan alasan Resign ini kepada atasan, akan menjadi sebuah keyakinan utuh atas profesionalitas yang nyata, melekat pada diri kita, untuk mampu terus berkembang. Tapi beranikah mengatakannya? Hikss..

3. Ketidakcocokan terhadap Manajemen baru

Terjadinya pergantian Manajemen tentu akan mengisahkan peraturan kerja baru kepada Perusahaan,  bukan? Nah jika kondisi itu tidak memberikan fokus kenyamanan atau sebaliknya. Nah hal jujur atas alasan ini bisalah menjadi langkah Elegant pula.

Kita lantas bisa menjelaskan  kepada HRD atau atasan kita, jika regulasi baru di perusahaan, dampak pergantian Manajemen itu sudah pula berdampak pada kinerja dan produktivitas kita sebagai karyawan.

4. Pindah Domisili tinggal

Alasan ini memang paling safe dilontarkan. Karena pada waktunnya, kita juga bakal merindukan pindah domisili, untuk mencari tempat kerja yang lebih terjangkau dan nyaman kan?  Karena jika jarak untuk menjangkau tempat aktivitas yang sekarang terlalu jauh dan menyita waktu, pastilah  sangat mengganggu produktivitas kerja.

Nah. alasan itu pasti dimungkinkan untuk diterima dan masuk akal sih oleh atasan. Apalagi Perusahaan juga tidak memilki regulasi bekerja pada remote area.

5. Komitmen kuat atas hubungan/urusan pribadi

Menyeimbangkan pekerjaan dan urusan  pribadi seringkali rumit kan?

Kita seperti disuruh memilih, mempertahankan pekerjaan atau memutuskan mengerjakan urusan pribadi itu saja sampai tuntas.

Misalkan bagi wanita, yang dihadapkan pada kondisi hamil dan mengurus bayi, atau juga harus memilih ikut pasangan, serta urusan keluarga lainnya.

Alasan itu justru memberikan keleluasaan hak kepada kita untuk mengundurkan diri saja kepada atasan. Dimana keputusan untuk resign atas alasan itu sudah bulat dilaksanakan.

6. Alasan Kesehatan

Gangguan kesehatatan atau status sedang dalam masa perawatan terhadap suatu penyakit, juga termasuk alasan Resign yang masuk akal sih. Kita lantas memiliki kendali pada diri sendiri, karena masalah kesehatan adalah hal yang paling utama dalam hidup kita bukan?

Artinya, ya tidak ada gunanya memaksakan bekerja dan berujung pada gangguan kesehatan kita sendiri. Lantas, tak ada cara lain selain mengkomunikasikannya kepada atasan , sehingga Perusahaan lekas mencari karyawan pengganti kita.

Follow your dreams, quit your job. Handsome man in casual wear holding box with personal things and saying good bye to his ex-colleagues while leaving modern office. Quit concept. Office life

7. Mandirikan bisnis di rumah

Menjadi mandiri memiliki usaha pribadi, pastilah menjadi mimpi setiap karyawan juga ya? Dan pastilah menjadi seorang pebisnis itu memerlukan fokus tinggi, gigih, dan kedisiplinan dalam menjalankannya. Bisa diabayangkan ya?

Baca selanjutnya, ketuk nomor halaman ya!

Halaman:
1 2 3