Menyaji Menu Ikan Patin Yang Terpapar Air Bangai Sungai Mahakam, Mau?

Sudah siap bahan da bumbunya? Nah jika siap, mulailah melumuri ikan patin dengan jeruk nipis terlebih dahulu, diamkan saja 10 menitan.

Tuang air, lekas masukan bumbu tadi, dan juga masukin ikan patin serta cabe rawit, dan beri gula dan garam secukupnya. Nah jika sudah pas, bisa lekas dihidangkan dengan nasi hangat.

Wah, nikmat mana lagi, yang Tuhan dustakan ya? Terlebih ketka kita sudah berhasil  mencubit daging ikan patin, yang berlumur kuah bumbunya tadi.

Tapi, Amankan ikan yang terpapar air Bangai?

Banyak presepsi yang bisa saja mengaitkan proses alami air Bangai ini dengan fenomena kerusakan alam seperti pencemaran industri di sekitar sungai Mahakam terkini. Namun yang pasti, fenomena air bangai ini bukan yang pertama, dan sudah terjadi sejak lama kok.

Nah jika diamati, ketka terjadi air Bangai, air sungai akan terlihat berwarna cokelat kemerahan, dan berkadar asam tinggi, serta berbau menyengat

Kondisi air Bangai sesungguhnya, adalah kondisi perairan yang kadar oksigennya terdegradasi. Kadar oksigen dalam bahasa akademis, bisa disebut dengan istilah dissolved oxygen yakni jumlah miligram oksigen yang terlarut dalam 1 liter air.

Bangai sendiri disebabkan oleh perbedaan antara suhu permukaan dan suhu di dasar sungai. Perubahan suhu biasanya disebabkan oleh perubahan iklim sungai yang jua kita bisa rasakan. Kadang cuaca panas extrem lama, dan tetiba hujan lebat.

Dan akhirnyaa perbedaan suhu tadilah yang menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam air menurun drastis, serta membentuk kadar asam berlebih. Dan akhirnya membuat ikan tidak nyaman, dan hanya menggap-megap di permukaan air.

Jika melihat data kadar oksigen di dalam air Bangai itu, ternyata bisa berkisar 0.5 sampai 0.7 ppm (part per million). Padahalnya normalnya kadar oksigen yang baik untuk organisme aquatik itu sekitar 3 ppm.

Sehingga air Bangai selalu berkaitan dnegan tingkat keasaman perairan yang tinggi, dan menghadirkan ketikseimbangan kadar karbondioksida. Jika merujuk paramter pH air yang normalnya harusnya berkisar pada Ph 6.0 sampat 8.5 saja, tidak kurang atau lebih dari ambang itu.

Nah jadi dapat diyakini, kematian ikan-ikan pada fenomena air bangai, karena ikan tidak mendapatkan oksigen yang terlarut dalam air, untuk bernafas. Jika sang ikan tidak kuat ya akhirnya akan mati, terlebih ikan yang tidak memiliki ruang luas untuk mampu berpindah-pindah.

Air Bangai proses alami yang terjadi sejak dahulu

Jika ditarik lagi, proses terjadinya air bangai ini biasa terjadi secara alami pada ekosistem lahan basah. Fenomena air bangai –selalu- terjadi pada masa pancaroba, yakni peralihan musim seperti permulaan awal msim hujan atau musim panas.

Nah setelah durasi musim panas yang lama, debit air sungai akan menyusut. Dan ketika hujan turun lebat, air hujan ada yang terperangkap dalam cekungan yang terpisah dari badan sungai.

Air yang terjebak tadi berpotensi terkontaminasi bahan organik dengan kadar asam tinggi. Nah ketka musim hujan datang, air bangai itulah yang meluber sampai ke badan sungai seperti saat ini.

Selain itu Bangai juga menjadi bagian proses alami dari pembusukan material organik yang meningkat di dalam sungai. Seperti pembusukan rumput tumbuhan dan sampah rumah tangga lainnya.

Di dalam sungai, proses pembusukan itulah yang membuat mikroba hadir untuk menyempurnakan prosesnya, dengan –tentunya- mengkonsumsi oksigen dalam air dengan massif.

Dan akhirnya, dari informasi ini tentu akan menjadi ancang-ancang kita,warga Samarinda untuk bersiap menghadapi air Bangai sungai Mahakam selanjutnya ya? Dan menunggu kembali ikan-ikan bermunculan ke permukaan lagi, dan menagkapnya. Sembari mempersiapkan menu apalagi yang yang lezat buat ikan patin itu nanti?

.  

KREDIT PHOTO : AKURASI.ID, TRIBUNNEWS

Sudah baca artikel ini, belum?

error: Content is protected !!