Fakta-fakta Tentang Menara, Pohon Jangkung Se-jagat Raya?

Pohon tertinggi di dunia

Si Menara, nama salah satu pohon jenis meranti kuning asal Malaysia berhasil menjadi pohon tertinggi di dunia, tingginya 100 Meter.

Rekor pohon kayu putih (Eucalyptus regnans)   yang tumbuh di Tasmania, Australia, yang tingginya tercatat 99.6 meter harus tumbang. Ternyata ada pohon jenis lain yang lebih tinggi mencapai 100.8 meter –wow—

Baca juga : Ini dia ponsel anti virus Corona, emang ada?

Namanya si Menara, jenis meranti kuning (Shorea faguetiana) yang tumbuh di sebuah hutan hujan Sabah, Kalimantan, Malaysia. Hal tersebut diungkap oleh tim peneliti dari Inggris dan Malaysia.

Nah berikut fakta menarik seputar penemuan Menara sebagai pohon jangkung sejagat kini. Yuuk dibaca!

1. Berhasil dipanjat dan diukur langsung

Ukuran itu berhasil dipanjat oleh Unding Jami dari Southeast Asia Rainforest Research Partnership.

Caranya mengukurnya sangat sederhana, dengan membentangkan alat ukur pita meter dari bawah hingga ujung pohon. Wah pasti kita tak bisa membayangkan, untuk memanjat pohon setinggi itu.

“Pohon ini sangat seram untuk dipanjat, di atas sangat berangin karena pohon lain berjarak agak jauh,” ungkap Jami, seperti dikutip Live Science.

“Tapi jujur saja, pemandangan dari atas sangat luar biasa. Saya tidak bisa bilang apa-apa kecuali itu ada pemandangan yang sangat sangat luar biasa,” ujarnya lagi.

2. Peneliti juga memeriksa ketinggian menggunakan alat canggih

Untuk memastikannya,  Tim peneliti menggunakan teknologi laser atau LiDAR (Light Detection and Ranging).

Baca juga : Dua hal yang harus kita ketahui soal potensi kecurangan dan perhitungan suara di Pemilu nanti

Caranya, pesawat menerbangkan Lidar tadi, dan setelah berada diatasnya, alat menembakan gelombang laser, yang akan memantulkan kembali ke alat, ketika menemukan dasar hutan. Data itulah yang mulanya dipakai untuk dijadikan peta topologi.

Tahun 2018 lalu, peneliti berhasil menemukan Menara dan melakukan pemindaian dan hasilnya berupa data-data 3 dimensi.

Selain itu, para ilmuan berhasil mengambil gambar langsung di atas pohon Menara dengan Drone.

Baca juga : PKH, kemiskinan yang dipelihara atau dipunahkan

Dan data yang diperoleh Menara ditaksir memiliki bobot sekita 81.500 Kilogram. Angka itu tidak termasuk bobot akar, sekitar 5 % beratnya berasal dari bagian mahkota dengan luas 40 meter. Dan sisanya sekitar 95% merupakan berat batangnya.

Tim peneliti juga menceritakan, batang Menara sangat lurus, titik massa batang pohon ada di ketinggian 28 meter. Itu artinya, Menara berukuran simetris dan punya keseimbangan baik dan tumbuh di lereng.

Meski beresiko tumbang tertimpa angin, tim peneliti berpendapat jika Menara cukup aman, karena tumbuh di daerah lembah.

3. Menara tidak bisa meninggikan dirinya lebih tinggi lagi

Para peneliti menduga jika ketinggian Menara tidak akan bertambah , karena dengan semakin tingginya pohon, suplai air ke batang akan sulit.

Baca juga : BPJS, dibully ketika sehat, dirindu ketika sakit

“Berdasarkan bukti yang kami telah temukan pada batasan mekanis akibat angin, adalah suatu hal yang tidak mungkin ada pohon yang jauh lebih tinggi,” kata Yadvinder Malhi, profesor ilmu ekosistem di University of Oxford.

By Aal Arby Soekiman

Sudah baca artikel ini, belum?

error: Content is protected !!