SAAT ini, pilihan instrumen investasi semakin beragam, salah satunya melalui reksadana saham yang memberikan peluang pertumbuhan dana melalui pasar modal. Bagi Anda yang ingin memahami pilihan produk berdasarkan kinerja dan pengelolaannya, reksadana saham di Makmur.id dapat menjadi salah satu referensi untuk membandingkan berbagai produk dari sejumlah manajer investasi.
Namun dalam melakukan investasi reksadana, investor tidak hanya perlu melihat potensi imbal hasil, tetapi juga memahami profil manajer investasi yang mengelola dana tersebut.
Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan meliputi rekam jejak kinerja, jumlah produk yang tersedia, strategi pengelolaan, serta besaran aset kelolaan (Asset Under Management/AUM).
Dengan memahami informasi tersebut, investor dapat menentukan produk yang lebih sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risikonya.
Berdasarkan data per 28 Juli 2026, terdapat beberapa manajer investasi dengan performa reksadana saham yang menarik untuk diperhatikan. Perbandingan berikut mencakup rata-rata kinerja satu tahun terakhir, jumlah produk reksadana saham, rentang hasil investasi, serta total aset kelolaan pada kategori reksadana saham.
1. Sucorinvest Asset Management
Sucorinvest Asset Management menjadi salah satu manajer investasi dengan kinerja reksadana saham paling menonjol berdasarkan data terbaru. Rata-rata kenaikan kinerja produk reksadana saham yang dikelola mencapai 11,76% dalam satu tahun terakhir.
Manajer investasi ini memiliki lima produk reksadana saham dengan rentang kinerja yang cukup beragam, mulai dari penurunan 14,67% hingga kenaikan 48,11%. Perbedaan hasil tersebut menunjukkan bahwa setiap produk memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda, sehingga investor tetap perlu menyesuaikannya dengan profil risiko masing-masing.
Dari sisi dana kelolaan, Sucorinvest Asset Management mengelola aset reksadana saham terbesar dibandingkan dua manajer investasi lainnya, yaitu mencapai Rp3,37 triliun. Besarnya AUM dapat menjadi salah satu indikator tingkat kepercayaan investor, meskipun bukan satu-satunya faktor dalam menentukan pilihan investasi.
2. Bahana TCW Investment Management
Bahana TCW Investment Management berada di posisi berikutnya dengan dua produk reksadana saham yang dikelola. Berdasarkan data per 28 Juli 2026, rata-rata kinerja satu tahun produk reksadana saham dari manajer investasi ini tercatat mengalami penurunan sebesar 4,08%.
Rentang kinerja produknya berada antara penurunan 11,07% hingga kenaikan 2,92%. Variasi tersebut menunjukkan adanya perbedaan karakteristik antarproduk, sehingga investor perlu memahami strategi investasi masing-masing sebelum menentukan pilihan.
Dari sisi aset kelolaan, Bahana TCW Investment Management mencatat total AUM reksadana saham sebesar Rp1,31 triliun. Meskipun performanya belum mencatatkan pertumbuhan positif dalam periode satu tahun terakhir, manajer investasi ini tetap menjadi salah satu pemain yang memiliki pengalaman dalam mengelola produk investasi berbasis saham.
3. BNI Asset Management
BNI Asset Management menjadi manajer investasi ketiga dalam daftar ini dengan tiga produk reksadana saham yang tersedia. Berdasarkan data per 28 Juli 2026, rata-rata kinerja satu tahun produk yang dikelola tercatat mengalami penurunan sebesar 10,01%.
Rentang kinerja produk BNI Asset Management berada antara penurunan 13,16% hingga penurunan 8,39%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk reksadana saham yang masuk dalam kategori ini masih menghadapi tekanan pasar dalam periode pengamatan.
Dari sisi dana kelolaan, BNI Asset Management memiliki AUM reksadana saham sebesar Rp987,31 miliar. Walaupun lebih rendah dibandingkan dua manajer investasi sebelumnya, BNI Asset Management tetap menjadi salah satu pilihan bagi investor yang mempertimbangkan variasi produk serta pengalaman perusahaan dalam industri pengelolaan investasi.
Perbandingan Singkat Ketiga Manajer Investasi
Berdasarkan data per 28 Juli 2026, Sucorinvest Asset Management menunjukkan performa paling kuat dengan rata-rata kinerja positif sebesar 11,76% serta aset kelolaan terbesar di kategori reksadana saham.
Sementara itu, Bahana TCW Investment Management dan BNI Asset Management mencatatkan kinerja negatif dalam periode satu tahun terakhir, meskipun tetap memiliki produk dengan karakteristik investasi yang berbeda.
Namun, kinerja historis tidak dapat menjadi satu-satunya dasar dalam menentukan pilihan investasi. Investor tetap perlu mempertimbangkan faktor lain seperti tujuan investasi, jangka waktu investasi, tingkat toleransi risiko, biaya pengelolaan, serta strategi yang diterapkan oleh masing-masing manajer investasi.
Memahami profil setiap manajer investasi dapat membantu Anda membuat keputusan yang lebih terukur. Dengan melakukan evaluasi secara berkala, investor dapat menyesuaikan portofolio berdasarkan perubahan kondisi pasar dan tujuan keuangan yang ingin dicapai.
Mulai Investasi Reksadana dengan Makmur.id
Jika Anda ingin mulai berinvestasi reksadana, Makmur.id dapat menjadi platform yang membantu proses pembelian dan pengelolaan investasi secara lebih praktis. Melalui platform ini, Anda dapat mengakses berbagai pilihan produk reksadana, melihat informasi performa, serta memantau perkembangan investasi dalam satu tempat.
Sebelum memilih produk, pastikan Anda memahami karakteristik investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan finansial Anda. Dengan informasi yang transparan dan proses yang mudah, investasi reksadana dapat dilakukan secara lebih terencana untuk mendukung pencapaian tujuan keuangan jangka panjang.

