Seperti Raisa, Kita pun Rentan Terjebak Nostalgia, Cuy!

“Takkah pernah merasa. Rasakan cinta yang kau beri, Ku terjebak nostalgia… Maafkan aku… hanya ingin sendiri ku disini…,” Yayang Raisa


Cinta pandangan pertama, bisa jadi hanya gombal? Tatkala cinta pertama kita pernah kandas di ujung jalan. Akh, menyandang predikat mantan memang terasa kebeban sekali, untuk lekas melupakannya kan?

Bagaimana tidak, jika sekarang kita terus mampu ena’ ena’ bertemu dengannnya di media sosial. Awas cinta pada pandangan kedua nih, terjebak nostalgia!

Ngakulah, berapa kali sehari yuk kepoiin media sosial sang mantan? Pura-pura jadi silent-reader, terus gak sengaja ngelike postingannya, dan kadang –spontan- ngebatalin lagi. Serba-salah gituh! Hiks..

Parahnya lagi, sang mantan yang dilike postingannya juga tersenyum ramah, tersipu riang-gembira. Malah ngebales ngelike.

Padahal masing-masing sudah mendua, ini mah bisa menjadi modus selanjutnya. Eh, katanya mau melupakan mantan? Jadi anu kan, terjebak nostalgia kan?

Ah, wajar sih, rasa-rasa pengen tahu kehidupan mantan-mantan kitah, menjadi hasrat hatih. Apalagi kita pas lagi Gabut, seharian megangin hape yang dipancarin sinyal wifi gratisan tetangga. Tangan terasa gatel, buat scrool-down mencari tahu semua kabar postingan mantan teranyar detik demi detik.

Namun, –anuuu- rasa benci, rasa cinta, bersama sang mantan  yang seharusnya hanya Tuhan yang tahu, malah menjadikan Smartphone menanggung dosa, menyimpan rahasia hitam kita kan? Jadi petaka jika bocor ke dunia nyata.

Tapi, tahukah jika cinta pada pandangan kedua, yang sering terjadi di dunia maya, ternyata memiliki sisi ilmiah untuk dicermatin cuy!

Sebuah studi, Universitas of Western Ontario, menyebutkan jika –memang- terdapat 88% pengguna Facebook cenderung mengecek berulang akun dan postingan para mantan-mantan pacar mereka lho!

Psikolog media Pamela Rutledge yang dikutip dari laman your Tango juga mengakui jika media sosial memang dirancang untuk memperhatikan orang lain. Bisa jadi dengan aktivitas yang intens itu berpotensi menjadikan cinta pada pandagan kedua? Bahaya atau tidaknya, resiko ditanggung masing-masing ya!

‘Kamu tidak membahayakan seseorang kok, hanya kamu hanya benar-benar ingin tahu saja,” jelas Pamela. Ih, jika dipikir-pikir benar juga sih! Gak ada yang dirugiin ini kan?

Lanjt baca, klih nomor halaman ya!

error: Content is protected !!