1. Mangkuk, menjadikan wadah nyaman sajian kuliner berkuah

Cina menjadi sebuah ikon ragam kuliner berkuah itu kan? Yakni salah satunya Kuliner Bakso yang menjadi sajian harian mereka, dan cara penyajianya memang menggunakan wadah, yakni mangkuk.

Hal itu bisa kita kenali, dengan beberapa adegan film-film Hongkong atau Cina,  dimana adegan makan, selalu saja menggunakan perangat mangkuk.

Sampai-sampai mangkuk sudah menjadi simbol tradisi wajib yang harus disematkan dalam ritual upacara ‘seserahan’ dalam upacara pernikahan masyarakat di Tiongkok.

Orang Kanton menyebut mangkuk itu dengan sebutan Jigongwan, lantas penduduk Tiongkok Utara menyebut Gongjiwan. Adapula masyarakat yang tinggal di wilayah Tiongkok bagian Selatan menyebutnya dengan Jijiaowan.

Ilustrasi Mangkuk ayam jago I Tribunnews
Mangkuk ayam jago I Tribunnews

Artinya, ragam sebutan untuk mangkok bisa saja berbeda, namun tetap saja sebuatannya ingin menunjuk pada makna sebuah wadah yang bernama mangkuk.

Oleh sebab itu, wajar saja, kita menemukan sajian kuliner berkuah yang berasal dari Cina selalu default menggunakan mangkuk dalam penyajianya.

Terlebih Paklik Bakso kebetulan  beretenis Cina, pastilah terbiasa dengan mangkuk tadi. Dan akhirnya berhasil menulari tradisi menggunakan mangkuk tadi, kepada Pak Lek Nusantara.

Artinya, bisa saja Paklik Bisa  menyebut menggunakan mangkuk ayam jago sebagai bentuk penghormatan saja? Masuk akal?

2. Makna ayam Jago yang melegenda

Menurut ceritanya, pada masa Dinasti Ming (1465-1487), kaisar Chenghua pernah  memesan emapt buah cawan bergambar ayam jago dan ayam betina kepada pengrajin keramik asal Jiangxi.

Alasan pemesanan itu sebenarnya sederhana, lewat gambar cawan ayam, yakni ayam jago dan bentina serta anak-anak ayamnya menitipkan pesan akan kemakmuran.

Dimana pasangan ayam diibaratkan, dengan peribahasa lama, banyak anak banyak rejeki. Sehingga simbol ayam jaga diidentikan dengan simbol rasa cinta mereka.

Nah, secara umum, Mangkuk ayam mengandung kata Ji, yang berarti ayam, seperti penyebutan kata Jia yang bermakna rumah.

Lantas gambar tanaman peoni melambangkan kekayaan, dan pohon pisangnya dengan daun yang lebar bermakna pula keberuntungan bagi keluarga.

Di masa Dinasti Qing, mangkuk ayam jago mulai diproduksi secara massif. Masyarakat kelas menengah ke bawah menggandrungi mengoleksi mangkuk ayam jago tadi.

Hal itu menjadi lumrah, karena mangkuk ayam jago berharga terjangkau jika dibandingkan dengan mangkuk lain bergambar naga dan motif lainnya.

Lanjut baca? Klik halaman selanjutnya ya!

Halaman:
1 2 3