Siapa sangka, di sudut Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sebuah transformasi besar tengah berlangsung? Desa Jalatrang, merupakan rumah bagi lebih dari 6.300 jiwa, kini bukan lagi sekadar pemukiman biasa.

Di bawah naungan tangan dingin Yayasan Astra Honda Motor, Yayasan AHM, desa ini sedang bersiap “naik kelas” menjadi destinasi wisata berkelanjutan yang mandiri.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui program Desa Sejahtera Astra Honda Jalatrang.

Program itu bukan sekadar memoles infrastruktur fisik, program ini hadir untuk menghidupkan jiwa dan meningkatkan kapasitas masyarakatnya agar mampu tumbuh beriringan dengan kemajuan zaman.

Empat pilar untuk perubahan nyata

Mengubah wajah desa membutuhkan fondasi yang kokoh. Yayasan AHM mengusung konsep pengembangan berbasis empat pilar utama yakni pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi kewirausahaan.

Keempatnya dirancang secara presisi untuk menyentuh langsung denyut nadi kebutuhan warga Jalatrang.

“Kami ingin masyarakat tumbuh menjadi komunitas yang mandiri, sehat, kreatif, dan berdaya saing,” ungkap Ahmad Muhibbuddin kala meresmikan Desa Sejahtera Astra Honda Jalatrang, (10/12).

Ketua Yayasan AHM ini juga  menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).

Menghidupkan ekonomi lewat “Permata Hijau”

Di sektor ekonomi, Jalatrang menyimpan potensi luar biasa berupa kebun buah naga yang kini diposisikan sebagai komoditas unggulan.

Namun, warga tidak hanya diajak menanam. Mereka dibekali keahlian dalam diversifikasi produk hingga strategi pemasaran modern.

Targetnya ambisius namun realistis yakni memastikan UMKM lokal tidak hanya berjaya di pasar domestik, tetapi juga memiliki daya saing global.

Melalui penguatan kapasitas produksi, masyarakat diajak mengubah potensi di depan mata menjadi peluang ekonomi sirkular yang menjanjikan kesejahteraan jangka panjang.

Hijau Desaku, Sehat Wargaku

Wisata berkelanjutan mustahil terwujud tanpa kelestarian lingkungan. Melalui Program Kampung Iklim (ProKlim), warga Jalatrang kini mengubah cara pandang terhadap limbah.

Sampah tak lagi dianggap beban, melainkan sumber daya bernilai melalui sistem bank sampah dan kampanye pilah dari rumah.

Sisi kemanusiaan pun menjadi prioritas. Mulai dari edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) hingga penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),

Yayasan AHM memastikan generasi masa depan Jalatrang tumbuh dengan gizi seimbang dan karakter berbasis cinta lingkungan.

Kolaborasi hembuskan nafas baru menuju kemandirian

Kepala Desa Jalatrang, Dadi Haryadi, menatap masa depan dengan penuh optimisme. Baginya, dukungan Yayasan AHM adalah “karpet merah” bagi masyarakat untuk bertransformasi secara mandiri.

Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin (kiri) ditemani Manager Corporate Social Responsibility AHM Catur Sri Wulandari (Kanan) bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Ciamis yang diwakili Gian Herdiawan, S.Pt, M.I.L (tengah) sedang berbincang dengan Kelompok Wanita Tani Desa Jalatrang, Ciamis Jawa Barat I IST
Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin (kiri) ditemani Manager Corporate Social Responsibility AHM Catur Sri Wulandari (Kanan) bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Ciamis yang diwakili Gian Herdiawan, S.Pt, M.I.L (tengah) sedang berbincang dengan Kelompok Wanita Tani Desa Jalatrang, Ciamis Jawa Barat I IST

Keberhasilan ini diharapkan mampu mengikuti jejak sukses Kampung Berseri Astra Honda Cidadap, Padalarang, yang telah menjadi tolok ukur pemberdayaan masyarakat.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta, Desa Jalatrang kini melangkah mantap untuk menjadi ikon baru desa wisata mandiri di Jawa Barat.

“Kami sangat menyambut baik hadirnya Program Desa Sejahtera Astra Honda di Jalatrang. Dukungan ini menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk berkembang, khususnya dalam penguatan ProKlim, UMKM, dan peningkatan kualitas pendidikan serta kesehatan,” ujar Dadi.(*)