Terkadang memang ada sih langkah terapi lainnya yang bisa dilakukan, yakni memicingkan/menutup sebelah mata yang sakit itu, berulang kali, agar dapat normal kembali.

Percayalah hal itu  sudah kerap kulakukan, namun tetep tidak berhasil. Ya sudah kita operasi saja ya?

Operasi untuk pengobatan strabismus sakit gak?

Jangan ditanya soal ketakutanku kala menajalani operasi mata itu. Bayangkanku, jika saja operasi matanya gagal, bagaimana?

Lantas, membayangkan jua bagaimana bisa, ilmu kedokteran beserta teknologi terkini, akan memampukan untuk menyamakan kembali letak bola mata yang sudah tidak berjodoh, alias berlainan itu?

Ah. pasti sulit ya membayangkan ha-hal mengena pengobatan strabismus di atas?

Nah, mau tau proses pengobatan strabismus, ya operasi Strabismus yang kujalani itu? Begini proses yang kurasakan.

Pertama, setelah menjalani pemeriksaan mata intens, aku sudah harus masuk rawat inap. Di hari pertama aku menjalani pra-operasi, dengan mengecek semua syarat operasi itu dengan ketat,  mulai dari rontgen thorak, pemeriksanan jantung, darah, cek kesehatan penyakit dalam, dan terpenting adalah tes swab covid-19 yang dilakukan berulang saja, setiap tindakan.

Kedua, setelah fix hasilnya baik. Aku bersiap untuk puasa keesokan harinya, dan mendapat jadwal operasi mata sore hari. Namun sebelum masuk ke ruang operasi, aku diperiksa lagi kesiapannya, termasuk tes covid-19. Panik? Aku jelas panik, ini pengalaman pertama diriku dioperasi lho.

Ketiga, aku masuk ke ruang operasi dengan suhu dingin sekali. Suntikan besar, yang berisi obat bius total, sudah diramu, untuk dialirkan lewat selang infusku.

Setelah cairan itu masuk, tak berapa lama aku tidak bisa membayangkn sakitnya mata ini kala otot mataku dioperasi, untuk mengembalikan fungsinya seperti semula.

Keempat, selama dua jam kemudian berada di ruang operasi, aku lekas tersadar, dan merasakan sedikit sakit di mata kiriku. Dimana terpicu refleks ketika mata kanan membuka mata, rasanya ingin juga mengajak mata kiri yang selesai operasi ikut membuka jua. Itu yang memberikan efek sakit seperti ditusuk jarum saja.

Cara terbaikku ya  hanya pejamkan kedua mata saja, untuk menahan sakit. Dan untuk sementara, merasakan gelapnya dunia itu, jelas gak enak.

Perawatan dan pengobatan paska operasi strabismus

Pengobatan dan perawatan  strabismusku  menelan waktu 3 hari 2 malam rawat inap di rumah sakit.

Selama itu, jujur, hal yang kutakutkan adalah, kala sang dokter datang, dan menyuruhku membuka mata kiri yang baru dioperasi itu, untuk diperiksa kemajuannya. Wah ngilu sekali merasakannya.

Baca selanjutnya, klik nomor halaman ya!

Halaman:
1 2 3 4 5 6