Dan muaranya tentu saja, BBM Ramah lingkungan jenis Pertamax 92 menghasilkan emisi yang kurang berbahaya pada lingkungan. Dan hal itu menjadi teramat penting bagi saya pribadi sih.

3. Mampu melatih diri yang lebih mandiri lewat produk ramah lingkungan Pertamax 92

Ketika kita sudah melakukan dua tahap sebelumnya, saya yakin melakukan tahapan ke tiga ini agak sedikit mudah. Yakni menjadikan BBM Ramah lingkungan menjadi gaya hidup baru kita dan sekaligus pride.

Mungkin kita bisa membayangkan ya? Ketika kita berada di lajur pengisian BBM Pertamax SPBU. Kita bisa saja dianggap orang spesial yang mampu nan berada ya oleh orang lain, yang berada di lajur Pertalite atau Premium. Meski –jujur-  pendapatan kita jua pas-pasan untuk membelinya.

Namun menyesap perasaan itu, tentulah menjadikan diri kita bersyukur karena masih diberikan keamampuan dan kemandirian yang kita cita-citakan sejak lahir.

Nah untuk berada di level ini memang berat. Dimana kita benar-benar mampu menghayati dan meyakinkan diri kita, jika kita pasti benar-benar mampu untuk mandiri. Mandiri untuk diri sendiri, dan jua mampu mandiri memberikan sesuatu untuk orang lain.

Artinya ya kita harus mulai memiliki mental untuk mampu menolak subsidi Pemerintah yang kita yakini adalah bukan hak kita, dan harusnya sikap itu bisa menjadikan diri kita menjadi orang yang mandiri. Simple kan?

Proses berkeyakinan tersebut bisa saja kita bentuk, dengan terus melakukan proses literasi dan akan melahirkan keyakinan jika memang begitu bermanfaatnya setiap rupiah dari dana subsidi itu untuk orang lain yang belum beruntung. Dan –mungkin- mereka itu kini makin terlindas beban ekonomi akibat pandemi.

Sumber katadata.co.id

Salah satu contoh yang nyata, sekaligus meyakinkan kita, bisa saja kita melihat data realisasi dana subsidi BBM. Dimana pada tahun 2019 lalu dana subsidi pengadaan BBM Premium mencapai Rp 30.1 Triliun.

Dan di masa Pandemi 2020 ini terjadi penurunan konsumsi BBM Premium tahun 2020 dan berhasil mengurangi beban subsidi Pemerintah atas pengadaan BBM tidak ramah lingkungan Premium yang hanya menyedot dana Rp 14.9 Triliun. Pengurangan ini pastilah berdampak siginificant ya?

Jika Tren penurunan subsidi BBM Premium itu terus berlanjut di masa depan, pastilah akan banyak sektor usaha yang tertolong dari pengalihan dana subsidi BBM itu kan?

Ah, sampai sini, kita pastilah sudah menjadi mengerti, jika berbuat baik  dan mandiri itu mudah kan? Yakni ya dengan melakukan pengalihan penggunaan BBM ramah lingkungan saja!

Perjuangan memang butuh pengorbanan!

Akhirnya, kita pun akan meyakini jika setiap usaha tidak akan menghianati hasil.

Nah dengan tujuan bersama kita, mewujudkan langit biru, tentu juga kita yakini akan berdampak, untuk mampu membirukan kehidupan kita lainnya kan? Ya lewat gerakan langit biru kita.

Dimana ternyata dampak gerakan langit biru ini, akan menembus pada dimensi kehidupan lain. Yakni dimensi sosial, dimana kita bisa saling memahami dan berbagi dengan mendukung program subsidi tepat sasaran.

Dimensi ekonomi pun akan membiru, dengan hadirnya kompetisi harga produk yang fair, sesuai nilai keekonomiannya, termasuk komoditas BBM ataupun energi ramah lingkungan apa saja.

Pexels.com

Karena untuk menemukan teknologi yang bisa mengolah energi ramah lingkungan, selalu saja memerlukan ongkos dan proses yang mahal pula. Itulah sebabnya diman pun BBM atau energi ramah lingkungan berada akan selalu berasa mahal. Dan akhirnya, tantangan itu tetap menjadikan semangat kita untuk lebih mandiri lagi kan?

Akhirnya diri kita mantap meyakini jika dengan kebijakan dana subsidi yang minim, Pemerintah lantas bisa menjadi leluasa melakukan pembangunan lebih massif lagi di penjuru nusantara ini.

Dan paling terpenting, yakni kita juga semakin menyadari jika dimensi kesehatan manusia pastilah tergantung atas kelestarian dan keseimbangan alam, dimana ancamannya selalu menjanjikan ongkos yang lebih mahal untuk dikeluarkan. Hal itu sudah kita rasakan dengan hadirnya Pandemi yang berlangsung hingga kini, dan entah kapan berakhir.

Duhhhh, memandang langit biru di sore hari itu ternyata indah kan? Du..du.du.duuuuu…

Referensi Tulisan

  • Katadata.co.id, “Jaga daya beli dan sokong UMKM realisasi subsidi 2020 Rp 1962 Triliun,” 8 Januari 2021 <https://databoks.katadata.co.id/ datapublish/ 2021/01/08/ jaga-daya-beli-dan-sokong-umkm- realisasi- subsidi-2020-rp-1962- triliun#> Diakses 11 Maret 2021
Halaman:
1 2 3 4 5 6